190909 Maskapai Belum Gunakan Penerbangan Malam

JAKARTA—Maskapai penerbangan merasakan belum perlu memanfaatkan penerbangan tengah malam meskipun ada kemungkinan Lebaran dimajukan menjadi Minggu (20/9) dari Senin (21/9).

“Penerbangan paling malam hanya untuk rute Jakarta-Palembang. Itupun jam 20.30 malam,” ungkap Juru bicara Sriwijaya Air Ruth Hanna Simatupang di Jakarta, Jumat (18/9).

Diakuinya, memang ada calon penumpang yang memindahkan jadwal penerbangannya lebih maju dari jadwal karena ada kemungkinan lebaran dimajukan, tetapi jumlahnya tidak signifikan.

“Masih bisa ditampung oleh armada yang ada. Selain itu kami menjual tiket itu sejak Mei lalu, jadi calon pelanggan banyak yang memilih berangkat pada Jumat atau Sabtu,” jelasnya.

Senada dengan Hanna, Direktur Umum Lion Air Edward Sirait mengatakan, belum akan memanfaatkan kesempatan terbang tengah malam karena pemintaan belum melonjak.

“Kita tergantung masyarakat saja. Sekarang masih bisa ditampung dengan armada yang ada. Sejauh ini baru ada 100 penumpang yang mengubah jadwal terbangnya,” katanya.
Sementara VP Corporate Secretary Garuda Indonesia , Pujobroto mengatakan, ada sekitar 200-300 penumpang mengganti jadwal keberangkatan.

Calon penumpang mengajukan perubahan jadwal perjalanan yang semula berangkat tanggal 20 September 2009 pagi, menjadi 19 September 2009 sore atau 20 September siang.
Pengubahan jadwal keberangkatan itu umumnya terjadi pada penumpang dengan tujuan kota-kota jarak pendek, seperti Jawa dan Sumatera.

Garuda telah mengantisipasi pengubahan jadwal dengan menyediakan penerbangan malam dan menggunakan pesawat berbadan lebar untuk penerbangan ke kota tujuan yang memiliki bandara bisa didarati pesawat berbadan lebar. Maskapai ini menyediakan sebanyak 53 ribu lebih tempat duduk tambahan   sejak 16 September hingga 28 September 2009 (periode H-5  dan H+6).

Direktur Angkutan Udara Perhubungan Udara Tri S Sunoko menilai, pemindahan jadwal keberangkatan penumpang boleh dilakukan, bahkan tidak perlu   meminta izin kepada Departemen Perhubungan.

“Silakan diatur oleh internal perusahaan masing-masing maskapai jika menyangkut ekstra flight.   Tetapi kalau ada pengubahan jadwal keberangkatan yang mengakibatkan penambahan penerbangan, maskapai harus melapor,” katanya.[dni]

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s