180909 Penumpang KA Bisa Tukar Tiket

JAKARTA—Departemen Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perkeretaapian memastikan calon penumpang kereta api (KA) kelas ekonomi, bisnis, dan eksekutif bisa menukarkan tiket yang dimilikinya untuk mengganti jadwal perjalanan karena Lebaran dimajukan.

“Jika masyarakat ada yang merasa dirugikan atas keputusan pemerintah menetapkan hari Lebaran jatuh pada Minggu (20/9), silakan menukarkan tiket mereka. Kami sudah meminta PT Kereta Api (PT KA) untuk memfasilitasi penukaran itu dan menyerahkan mekanisme penukarannya ke mereka. PT KA sudah menyetujui dan siap,” ujar Direktur Jenderal Perkeretaapian Departemen Perhubungan Tundjung Inderawan di Jakarta, Kamis (17/9).

Pertukaran bisa dilakukan jika ada  bangku kosongnya di kelas yang sama masih tersedia, baik pada KA reguler maupun tambahan. Tetapi, kalau tidak ada, tidak mungkin juga menggeser penumpang lain yang punya tiket sesuai jadwal. “Hal yang mungkin dilakukan  turun ke kelas leih bawah,” katanya.

Dikatakannya, kebijakan tersebut dikeluarkan pemerintah karena cukup menyadari akibat dari perubahan penetapan hari Lebaran dari penanggalan kalendar tersebut yang membuat  calon penumpang yang semestinya berangkat pada H-1 dengan jadwal Lebaran hari Senin, jadi harus berangkat pada hari H Lebaran (Minggu).

”Penetapan dimajukannya hari H Lebaran ini sebenarnya tidak akan menjadi persoalan kalau mereka mau berangkat pada hari raya, atau menukar tiketnya dengan kelas ekonomi. Karena semua kereta tetap pada jadwal dan jumlah penumpangnya telah tetap. Kereta tidak akan terpengaruh besar atas perubahan penetapan hari raya,” katanya.

Menurut dia, akibat perubahan tanggal lebaran tersebut  justeru angkutan udaralah yang berpotensi terkena imbas. “Jika itu benar terjadi akan terjadi limpahan penumpang udara ke kereta api. Ini yang justru sedang kami pikirkan. Kemungkinannya akan ada ‘muntahan’ penumpang dari angkutan udara ke kereta api sebesar 0,4 persen. Berarti, prediksi jumlah peningkatan tahun ini dari tahun lalu berubah dari 5,6 persen menjadi 6 persen,” katanya.

Secara terpisah, Juru Bicara PT KA Adi Suryatmini mengatakan,  siap  memfasilitasi penukaran tiket tersebut. ”Kita akan layani penukaran tiket calon penumpang untuk merubah jadwal, asalkan sesuai prosedur. Kalau masih ada bangku persediaan dari 10 persen cadangan kursi reguler yang kami alokasikan, bisa ditukar dengan kelas yang sama. Tetapi kalau sudah tidak ada lagi bangku, kami mohon maaf,” katanya.

Mekanisme lain yang bisa dilakukan calon penumpang adalah mengembalikan tiket dan menukarnya kembali dengan uang sesuai persyaratan dan ketentuan pengembalian yang ada. ”Ada prosentase pemotongan dari nilai tiket, jika ingin ditukar kembali dengan uang. Tetapi kalau mau tetap naik KA, bisa pakai kelas ekonomi yang kami sediakan setiap  hari tanpa nomor bangku,” katanya.

Berdasarkan catatan, untuk mengangkut pemudik tahun ini, pemerintah mengalokasikan sebanyak 227 armada KA dengan daya angkut 3,71 juta orang. Jumlah tersebut sudah termasuk 75 KA tambahan yang disediakan Departemen Perhubungan dan PT KA.


Mulai Melonjak

Pada kesempatan lain, Direktur Jenderal Perhubungan Darat Departemen Perhubungan Suroyo Alimoeso memprediksi   pada jalur-jalur mudik utama dari arah Jakarta baik menuju Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur, maupun menuju Sumatera, volume kendaraan-kendaraan pribadi akan terus meningkat pada Kamis (17/9) ini.

Dikatakannya, Kamis ini diperkirakan akan menjadi puncak arus mudik pertama lalu lintas jalan. Hal ini dipicu oleh kekhawatiran masyarakat jika hari Idul Fitri 1430 H ditetapkan pemerintah pada Minggu (20/9). Di mana masyarakat pengguna kendaraan pribadi yang diprediksi mencapai 11 juta orang pada masa Lebaran kali ini, akan memajukan jadwal keberangkatan untuk mengejar waktu pelaksanaan Shalat Id di kampung halaman.

”Jika Lebaran Minggu, berarti puncak yang diperkirakan terjadi pada H-3 Lebaran jatuh pada hari Kamis. Masyarakat pasti akan memajukan jadwal perjalanannya,” ujarnya.

Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, Suroyo mengatakan, sejak Rabu malam petugas Posko Angkutan Lebaran Terpadu Nasional 2009 telah memperketat pengawasan dan penyebaran informasi kepada petugas-petugas di lapangan untuk melakukan aksi antisipasi.

”Tidak hanya di jalan-jalan yang akan dilalui pemudik, di pelabuhan penyeberangan seperti Merak juga akan kita siagakan. Pola operasinya sudah kita minta untuk ditingkatkan dengan mengatur kembali sea time (waktu labuh) dan port time (waktu sandar). Karena sejak semalam kepadatan sudah terlihat di sana ,” katanya.

Untuk mengantisipasi kemacetan di jalan raya sendiri, Polri yang memiliki kewenangan penuh terkait pengaturan strategi lalu lintas sebagaimana diamanatkan UU LLAJ No 22/2009, telah menyiapkan sejumlah rencana baik pola antisipasi maupun untuk mengurai kemacetan yang terjadi.

“Polisi di lapangan akan memantau langsung melalui posko-posko pengamanan lebaran dan menggelar Operasi Ketupat untuk menertibkan lalu lintas bersama aparat Dinas Perhubungan dan terkait lainnya,” jelas Suroyo.

Kemudian untuk mengantisipasi penumpukkan kendaraan di gerbang keluar Tol Jakarta-Cikampek, dia menambahkan, petugas di lapangan telah diarahkan untuk mengalihkan arus kendaraan yang terus meningkat kepadatannya ke pintu-pintu keluar sebelum gerbang Cikampek. ”Salah satunya kita alihkan menuju Sadang. Upaya ini agar tidak ada penumpukkan di Simpang Jomin, dan saat ini sudah kita lakukan mekanisme pengalihan itu,” katanya.

Mekanisme pengalihan arus lalu lintas untuk mengantisipasi penumpukkan kendaraan di Simpang Jomin, Kecamatan Cikampek, Kabupaten Karawang, juga diterapkan bagi para pengendara sepeda motor yang melintasi jalur nasional. Para pengendara sepeda motor akan diminta agar tidak perlu masuk ke dalam kota Karawang. Mereka mulai kita alihkan masuk ke jalur khusus sepeda motor di daerah Talagasari.

”Jalannya di sana bagus. Jalur alternatif itu nantinya akan keluar tembus sampai ke Cikalong, sudah lewat Simpang Jomin,” katanya.

Berdasarkan informasi yang dikeluarkan situs posko terpadu Ditjen Perhubungan Darat www.rttmc-hubdat. web.id, kondisi arus lalu lintas di Simpang Jomin pagi tadi ramai lancar dengan kecepatan laju kendaraan rata-rata 20-40 km/ jam. [dni]

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s