180909 KPPU Desak Fuel Surcharge Dihapuskan

JAKARTA —Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) mendesak   pemberlakuan biaya tambahan bahan bakar (fuel surcharge) di industri penerangan dihapuskan karena sering disalahgunakan oleh maskapai dalam pelaksanaannya.

“Kami mendesak fuel surcharge itu dihapus karena di lapangan banyak disalahgunakan tidak hanya ingin menjaga margin tetapi sudah mendekati aksi mencari untung terlalu besar,” ujar Direktur Komunikasi KPPU A. Junaidi di Jakarta, Kamis (17/9).

Menurut Junaidi, komponen  fuel surcharge bisa dihapus jika pemerintah   memiliki regulasi soal tarif melalui formula penghitungan yang baku .

“Jika sudah ada formula perhitungannya tentu pemerintah bisa mengukur penyalahgunaan fuel surcharge di lapangan. Selain itu besaran yang diberikan ke masyarakat juga konsisten. Soalnya di lapangan banyak maskapai yang menjadikan fuel surcharge sebagai sumber pendapatan sendiri,” jelasnya.

Dicontohkannya,   pada bulan Mei 2006 rata-rata harga avtur  5.600 rupiha per liter. Pada waktu itu rata-rata harga fuel surcharge sekitar  20.000 rupiah. Ketika harga avtur naik menjadi  8.206 rupiah  per liter di akhir 2008, fuel surcharge yang dikenakan naik lebih tinggi dan berada di kisaran  160.000 hingga  480.000 rupiah. Garuda dituding sebagai maskapai yang paling tinggi  mengenakan fuel surcharge   karena volume avtur dan kapasitas penumpang lebih besar dibandingkan maskapai lainnya.

Selain itu, KPPU juga mendesak pemerintah menghitung ulang besaran fuel surcharge di setiap maskapai dalam negeri. Pasalnya, KPPU menemukan adanya ketidakseimbangan antara harga avtur dan fuel surcharge.

“Fuel surcharge seharusnya dibayar menutupi harga avtur yang tinggi, tapi sekarang ini penurunan harga avtur tidak sebanding dengan fuel surcharge yang naik. Patokan harga avtru 2.700 rupiah itu sudah tidak aktual.,” katanya.

Menurutnya, sampai saat ini tidak ada kebijakan pemerintah yang secara khusus mengatur fuel surcharge. Kebijakan terkait tarif penerbangan masih menggunakan Keputusan Menteri No 9 tahun 2002 tentang Tarif Penumpang Angkutan Udara Niaga Berjadwal Dalam Negeri Kelas Ekonomi.

Fuel surcharge sebagai kompenen baru dalam industri penerbangan secara resmi diberlakukan sejak bulan Mei 2006. Dengan tambahan fuel surcharge, maka tarif penerbangan menjadi terdiri dari fare basic, fuel surcharge, Iuran Wajib Jasa Raharja, dan Pajak Pertambahan Nilai (PPN).

Pada awalnya, implementasi fuel surcharge dilakukan melalui penetapan oleh Indonesia National Air Carrier Association (INACA), akan tetapi kemudian KPPU menyatakan bahwa penetapan INACA merupakan bentuk kartel yang dilarang dalam UU No 5 tahun 1999.

“Kami sudah mengirimkan rekomendasi berkaitan fuel surcharge ini  pada 24 Agustus lalu ke Departemen Perhubungan agar ditindaklanjuti. Semoga ada respons positif dari lembaga tersebut,” katanya.

Secara terpisah, Direktur Angkutan Udara Departemen Perhubungan Tri S Sunoko mengakui adanya surat dari KPPU tentang fuel surcharge. “Memang ada surat dari KPPU. Sekarang sedang kita pelajari. Soalnya ada perbedaan cara pandang antara KPPU dengan kami,” katanya.

Tri mengatakan, regulator sebenarnya sudah memberikan formulasi menghitung fuels surcharge bagi maskapai seperti berdasarkan jarak, jumlah pesawat, dan lainnya. “Tetapi pola itu ditolak maskapai dan menghitung sendiri-sendiri. solusinya adalah segera direvisi KM No 9/ 2002,” katanya.

Tri menjanjikan, jika KM No 9/2002 telah direvisi akan dimasukkan harga avtur mendekati aktual. “Sekarang harga avtur sekitar 7 ribu rupiah, memang ada jarak yang jauh dengan 2.700 rupiah. Tetapi, seandainya sudah dibuat angka aktual dan avtur naik kembali, tentu fuel surcharge akan ada lagi,” jelasnya.[dni]

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s