180909 Operator Gelar Mudik Bersama

Jakarta—Sejumlah operator telekomunikasi menggelar kegiatan mudik bersama untuk pelanggannya sebagai bentuk kepedulian sekaligus dukungan terhadap pemerintah dalam melayani masyarakat untuk  mudik.

Operator yang menyelenggarakan mudik bersama itu adalah  Telkomsel, Telkom, Natrindo Telepon Seluler (NTS), Indosat, dan XL. Selain menggelar mudik bersama, operator juga menyediakan posko mudik untuk memanjakan pelanggannya.

Direktur Keuangan Telkomsel Triwahyusari mengungkapkan, Lebaran tahun ini Telkomsel memberangkatkan  7.133 orang pemudik  dengan menggunakan enam moda transportasi  yakni kereta api, motor, bus, kapal laut, mobil keluarga, dan pesawat.

”Disemua moda darat dan laut pelanggan masih bisa berkomunikasi melalui Telkomsel. Unuk menjadi pemudik bersama Telkomsel cukup ikut program retensi Telkomselpoin,” ujarnya di Jakarta, Kamis (17/9).

Sedangkan untuk posko mudik, Telkomsel   menggelar 904 posko yang terdiri atas 55 POSKOsiaga, 50 OUTLETsiaga, 305 posko siaga Polri, 410 posko ATPM mobil, dan 84 posko ATPM motor. Posko tersebut tersebar di sepanjang jalur mudik utama, seperti bandara, stasiun kereta, terminal bus, pelabuhan, rumah makan, dan lokasi wisata.

Para pemudik dapat singgah untuk beristirahat sejenak sambil menikmati fasilitas yang diberikan di Posko Siaga, antara lain: layanan penjualan starter pack dan voucher isi ulang, toilet, winshield washer, pijat kaki, obat-obatan, ruang sholat, permainan interaktif dengan hadiah-hadiah menarik, serta layanan gratis oleh mitra Telkomsel.

Sementara juru bicara NTS Anita Avianty mengatakan, pelanggan Axis akan diberangkatkan dengan bus yang telah disediakan pada Kamis ini. “Kami baru menggunakan moda bis saja untuk 5000 pemudik,” katanya.

Pada kesempatan lain,  Chief Marketing Indosat Guntur S Siboro mengungkapkan, tela menyediakan   138 posko mudik yang dibangun oleh Indosat. Di Jabar ada 37 titik layanan yang tersebar di seluruh jalur mudik. Namun,  posko yang besar hanya terdapat di dua tempat yakni di Rumah Makan Samudra, Eretan-Patrol, Indramayu dan Rumah Makan Pujaseda di Ciamis..

“Kami berikan kemudahan berkomunikasi bagi para pemudik di posko kami. Layanan seperti free wifi yang didukung oleh IM2 juga ada di tiap-tiap posko,” katanya.

Tak mau kalah,  Telkom pun
menyediakan 29 Posko Telkom   Peduli di sepanjang  jalur mudik di Pulau Jawa dan Sumatera. Khusus Wilayah Jabodetabek  tersedia 5 Posko Telkom   Peduli Posko Mudik.

EGM Telkom Divre IIMas’ud Khamid mengatakan, fasilitas yang diberikan di posko T berupa layanan umum dan  informasi, serta  publik.[dni]

180909 KPPU Desak Fuel Surcharge Dihapuskan

JAKARTA —Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) mendesak   pemberlakuan biaya tambahan bahan bakar (fuel surcharge) di industri penerangan dihapuskan karena sering disalahgunakan oleh maskapai dalam pelaksanaannya.

“Kami mendesak fuel surcharge itu dihapus karena di lapangan banyak disalahgunakan tidak hanya ingin menjaga margin tetapi sudah mendekati aksi mencari untung terlalu besar,” ujar Direktur Komunikasi KPPU A. Junaidi di Jakarta, Kamis (17/9).

Menurut Junaidi, komponen  fuel surcharge bisa dihapus jika pemerintah   memiliki regulasi soal tarif melalui formula penghitungan yang baku .

“Jika sudah ada formula perhitungannya tentu pemerintah bisa mengukur penyalahgunaan fuel surcharge di lapangan. Selain itu besaran yang diberikan ke masyarakat juga konsisten. Soalnya di lapangan banyak maskapai yang menjadikan fuel surcharge sebagai sumber pendapatan sendiri,” jelasnya.

Dicontohkannya,   pada bulan Mei 2006 rata-rata harga avtur  5.600 rupiha per liter. Pada waktu itu rata-rata harga fuel surcharge sekitar  20.000 rupiah. Ketika harga avtur naik menjadi  8.206 rupiah  per liter di akhir 2008, fuel surcharge yang dikenakan naik lebih tinggi dan berada di kisaran  160.000 hingga  480.000 rupiah. Garuda dituding sebagai maskapai yang paling tinggi  mengenakan fuel surcharge   karena volume avtur dan kapasitas penumpang lebih besar dibandingkan maskapai lainnya.

Selain itu, KPPU juga mendesak pemerintah menghitung ulang besaran fuel surcharge di setiap maskapai dalam negeri. Pasalnya, KPPU menemukan adanya ketidakseimbangan antara harga avtur dan fuel surcharge.

“Fuel surcharge seharusnya dibayar menutupi harga avtur yang tinggi, tapi sekarang ini penurunan harga avtur tidak sebanding dengan fuel surcharge yang naik. Patokan harga avtru 2.700 rupiah itu sudah tidak aktual.,” katanya.

Menurutnya, sampai saat ini tidak ada kebijakan pemerintah yang secara khusus mengatur fuel surcharge. Kebijakan terkait tarif penerbangan masih menggunakan Keputusan Menteri No 9 tahun 2002 tentang Tarif Penumpang Angkutan Udara Niaga Berjadwal Dalam Negeri Kelas Ekonomi.

Fuel surcharge sebagai kompenen baru dalam industri penerbangan secara resmi diberlakukan sejak bulan Mei 2006. Dengan tambahan fuel surcharge, maka tarif penerbangan menjadi terdiri dari fare basic, fuel surcharge, Iuran Wajib Jasa Raharja, dan Pajak Pertambahan Nilai (PPN).

Pada awalnya, implementasi fuel surcharge dilakukan melalui penetapan oleh Indonesia National Air Carrier Association (INACA), akan tetapi kemudian KPPU menyatakan bahwa penetapan INACA merupakan bentuk kartel yang dilarang dalam UU No 5 tahun 1999.

“Kami sudah mengirimkan rekomendasi berkaitan fuel surcharge ini  pada 24 Agustus lalu ke Departemen Perhubungan agar ditindaklanjuti. Semoga ada respons positif dari lembaga tersebut,” katanya.

Secara terpisah, Direktur Angkutan Udara Departemen Perhubungan Tri S Sunoko mengakui adanya surat dari KPPU tentang fuel surcharge. “Memang ada surat dari KPPU. Sekarang sedang kita pelajari. Soalnya ada perbedaan cara pandang antara KPPU dengan kami,” katanya.

Tri mengatakan, regulator sebenarnya sudah memberikan formulasi menghitung fuels surcharge bagi maskapai seperti berdasarkan jarak, jumlah pesawat, dan lainnya. “Tetapi pola itu ditolak maskapai dan menghitung sendiri-sendiri. solusinya adalah segera direvisi KM No 9/ 2002,” katanya.

Tri menjanjikan, jika KM No 9/2002 telah direvisi akan dimasukkan harga avtur mendekati aktual. “Sekarang harga avtur sekitar 7 ribu rupiah, memang ada jarak yang jauh dengan 2.700 rupiah. Tetapi, seandainya sudah dibuat angka aktual dan avtur naik kembali, tentu fuel surcharge akan ada lagi,” jelasnya.[dni]

180909 Telkom Siapkan Rp 500 Miliar untuk Akuisisi

JAKARTA —PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) menyiapkan dana sekitar 500 miliar rupiah guna mengakuisisi dua perusahaan yang bergerak di bidang Teknologi, Informasi, dan Komunikasi (TIK) sebelum tutup tahun ini.

“Sekarang sedang dalam pengajian  untuk mengakuisisi dua perusahaan TIK. Diharapkan akusisi   rampung sebelum akhir tahun ini,” ungkap  Direktur Utama Telkom Rinaldi Firmansyah, di Jakarta, Kamis (17/9).

Dikatakannya,  akuisisi perusahaan berbasis TIK   dapat menambah kapasitas bisnis utama  perusahaan. “Saat ini sedang berlangsung tahapan uji tuntas (due diligence). Saya tidak bisa ungkap nama-nama perusahaannya,” jelasnya.

Menurut dia, jika perusahaan yang akan diakuisisi   bagus dan menunjang bisnis inti perusahaan, maka aksi akusisi akan terus berlanjut.    Kriteria pemenuhan akuisisi bagi Telkom adalah   perusahaan yang diambilalih memiliki pangsa pasar yang bisa ditingkatkan dan  tidak sama dengan anak usaha Telkom.

“Tentunya diakuisisi untuk dapat mendorong meningkatkan pendapatan perusahaan dan terpenting harga perusahaan yang diakuisisi sesuai dengan pasar,” katanya.

Berdasarkan catatan,  Telkom dalam dua tahun terakhir gencar mengakuisisi perusahaan berbasis TIK atau infrastruktur teknologi baik di dalam atau di luar negeri seperti di Malaysia .

Terakhir, Telkom menyelesaikan transaksi senilai 598 miliar rupiah  melalui anak usahanya Multi Media Nusantara (Metra) untuk membeli  49 persen saham PT Infomedia Nusantara dengan PT Elnusa Tbk  pada 30 Juni 2009.

Aksi korporasi tersebut menjadikan Infomedia sebagai anak perusahaan Telkom mengingat pemimpin pasar telekomunikasi itu telah memiliki  100 persen saham di Infomedia.

Sekarang Telkom juga  sedang menuntaskan pembelian 80 persen saham PT Solusindo Kreasi Pratama ( Indonesian Tower ), perusahaan penyedia menara telekomunikasi terbesar di Indonesia .

Bisnis menara Indonesian Tower rencananya akan dijadikan satu dengan  PT Dayamitra Telekomunikasi (Mitratel) anak perusahaan Telkom.

Berkaitan dengan aksi mengakuisisi Indonesian Tower tersebut, Rinaldi mengungkapkan,, proses transaksi masih tergantung penyelesaian beberapa kondisi tertentu yang telah disepakati dan disesuaikan.
Dalam rencana akuisisi itu Mitratel menunjuk HSBC sebagai financial advisor (penasehat keuangan) dan Melli Darsa & Co sebagai legal advisor (penasehat hukum).

Menurut catatan, Indonesian Tower pada tahun 2008 memiliki sebanyak 1.816 menara. Sementara menara Telkom Grup saat ini mencapai 14.000 unit di seluruh Indonesia .

Sayangnya, dalam rencana akuisisi terhadap Indonesian Tower , Telkom tidak mengambil unit bisnis penyedia perangkat Wimax dengan merek dagang TRG. Padahal, tender Wimax baru selesai dijalankan dan akan memunculkan pemain baru yang membutuhkan banyak perangkat Wimax.

Tentang hal ini Rinaldi mengatakan, perseroan fokus sebagai penyedia layanan, infrastruktur, dan konten. “Kami tidak main di manufaktur. Jadi, unit bisnis Indonesian Tower itu memang tidak dibidik,” jelasnya. [dni]

170909 Telkom Buka Tender Perangkat BWA 3,3 GHz

JAKARTA—PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom)  akan menggelar tender pengadaan perangkat jaringan broadband wireless access (BWA) di spektrum 3,3 GHz awal Oktober 2009 ini.

“Kami harap Desember sudah selesai dan bisa langsung dikomersialisasikan ,” ujar  Direktur Network Solution Telkom Ermady Dahlan  di Jakarta, Rabu (16/9).

Dijelaskannya, Telkom rencananya akan lebih dulu menggelar akses jaringan layanan internet berbasis teknologi pita lebar itu di Jakarta, setelah itu   diikuti area lainnya di Indonesia .

Telkom memiliki lisensi 3,3 GHz di tujuh area pindahan dari 3,5 GHz. Selain spektrum itu, Telkom juga memenangkan lisensi 2,3 GHz dengan lebar pita 30 MHz di lima area di Indonesia. Di 3,3 GHz, Telkom memiliki 4000 port dengan delapan kanal dan lebar pita 12,5 MHz.

“Saat ini sudah ada perusahaan lokal yang menyatakan ingin ikut tender perangkat tersebut, yakni TRG dan Hariff. Mereka mampu memenuhi 75 persen konten lokal dari sisi hardware dan software,” tandas Ermady.

Secara terpisah, Anggota Komite Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) Iwan Krisnandi menegaskan, akan memonitor proses migrasi di spekturm 3,3 GHz yang dilakukan Telkom dan Indosat.

“Itu ada keputusan menterinya. Kita akan monitor prosesnya agar sesua regulasi,” tegasnya.

Secara terpisah,   Div. Head Core Product & Branding Smart Telecom Ruby Hermanto mengungkapkan, sudah melakukan ekspansi layanan internet berbasis teknologi EVDO Rev A di    Bandung , Yogyakarta, Bali dan Surabaya dengan  kemampuan kecepatan maksimum download 3.1Mbps and upload 1.8 Mbps.

Untuk merasakan internet cepat ini, Smart menyediakan beberapa alternatif pilihan produk untuk mendukung layanan data yang dapat digunakan pelanggan yaitu Smart menawarkan paket Netbook dengan ukuran yang kecil (layar 10.2 inchi), ringan dan  sudah memiliki modem  CDMA 1 x EVDO Rev A  didalamnya.

Selain paket Netbook, Smart menawarkan paket Smart USB modem  CDMA2000 1x EVDO RevA USB Modem keluaran ZTE ini memberikan kemudahan dalam penggunaannya. Kemudahan penggunaannya (Easy Plug and Play) memungkinkan pelanggan cukup menghubungkan USB modem dengan laptop atau komputer miliknya dan secara otomatis proses instalasinya akan berjalan. [dni]

170909 Telkomsel Realisasikan Hutang Rp 2,3 triliun

JAKARTA—PT Telekomunikasi Seluler (Telkomsel) akhirnya berhasil merealisasikan hutang yang didapat dari dua bank lokal dan perwakilan asing sebesar 2,3 triliun rupiah pada minggu ini.

“Kami baru saja menandatangani dengan BII dan ANZ pada minggu ini. sedangkan minggu lalu dengan BRI,” ungkap Direktur Keuangan Telkomsel Tri Wahyu Sari di Jakarta, Rabu (16/9).

Dijelaskannya, ANZ berkomitmen untukmeberikan hutang sebesar satu triliun rupiah, BRI sebesar 800 miliar rupiah, dan BII 500 miliar rupiah.

“Angkanya masih dalam kisaran yang kita inginkan yakni sebesar dua hingga tiga triliun. Total yang kami dapatkan 2,3 triliun rupiah,” jelasnya.

Menurut Tri, menurunnya besaran pinjaman dari dua bank lokal karena terbentur aturan batasan pinjaman. “Tetapi itu tidak masalah. Bunganya masih lebih kurang 3 persen diatas  Jakarta Inter Bank Offered Rates (Jibor),” jelasnya.

Berkaitan dengan rencana  pendanaan    sebesar 900 juta dolar AS dari perusahaan di tiga negara yaitu China, Swedia dan Finlandia yang  tergabung dalam konsorsium Export Credit Agency (ECA), Tri mengatakan, sedang dilakukan pengajian terus menerus dan menunggu persetujuan Tim Koordinasi Pinjaman Luar Negeri (TKPLN).

Pembiayaan itu akan melibatkan enam penasehat keuangan sebagai arranger yaitu Deutsche Bank, HSBC, ICBC, Bank of China, China  Development bank (CDB), dan BNP Paribas.

“Rencananya dana dari ECA untuk pemenuhana modal triwulan ketiga 2010,” katanya.

Sebelumnya, Telkomsel mengungkapkan akan mencari pinjaman sebesar dua hingga tiga trilun rupiah dari bank lokal dan perwakilan bank asing untuk  memenuhi belanja modal perseroan tahun ini sebesar 1,3 miliar dollar AS.

Pinjaman ini diluar  realisasi  bulan Juli lalu  senilai 4 triliun rupiah dari sindikasi bank lokal yang dipimpin Bank BNI. Adapun anggota konsorsium meliputi Bank Mandiri, Citibank, dan BCA. Utang tersebut berjangka waktu 5 tahun dan sudah termasuk grace period selama 1 tahun.[dni]