170909 Bersiap Menghadapi Hari Fitri

Tak terasa Hari Raya Idul Fitri akan datang beberapa hari lagi. Semua elemen masyarakat pun bersiap diri untuk menghadapi datangnya hari kemenangan bagi umat muslim tersebut.

Operator telekomunikasi pun tak ketinggalan ikut sibuk mempersiapkan diri mengingat akan adanya   lonjakan trafik dua kali lipat dibanding hari biasa saat hari lebaran.

Data resmi Departemen Komunikasi dan Informatika (Depkominfo) memperkirakan trafik telekomunikasi jasa pesan singkat (SMS) pada lebaran 2009  dari tiga operator besar akan mencapai 1,283 miliar SMS per menit atau meningkat 31 persen ketimbang lebaran lalu dengan 977 juta SMS per menit.

Sementara untuk jasa suara diperkirakan akan mencapai 2,9 miliar panggilan per  menit atau naik 27 persen dibanding periode sama tahun lalu sebesar 2,28 miliar panggilan per menit.

Memang, regulator memberikan perhatian khusus pada tiga operator besar yaitu Telkomsel, Indosat, dan XL. Hal ini karena ketiga operator itu menguasai hampir 85 persen pangsa telepaon bergerak di Indonesia.

Saat ini diperkirakan total jumlah pelanggan telepon bergerak mencapi 178 juta nomor yang diselenggarakan 11 operator.

Jika dilakukan prediksi secara kasar dengan menghitung trafik semua pemain, maka bisa saja angka SMS yang terkumpul pada hari lebaran mencapai 1,5 miliar SMS per menit dan untuk suara 3,3 miliar panggilan per menit.

Sudah Siap

Direktur Utama Telkomsel Sarwoto Atmosutarno mengungkapkan,   Telkomsel telah menyiapkan 29 ribu BTS dengan kemampuan kapasitas Visitor Location Register (VLR) atau handling  ditingkatkan menjadi 96 juta pelanggan dengan kapasitas perpindahan pelanggan mudik bervariasi antara 20 hingga 25 persen.

Sementara untuk jasa SMS, kemampuan dari SMS center telah ditingkatkan menjadi mampu mengirim pesan 80 ribu SMS per detik. Di hari biasa, Telkomsel mengirimkan 360 juta SMS per hari.

“Kami juga mengimplementasikan teknologi Enhanced Full Rate (EFR) yang bisa meningkatkan kapasitas handling trafik komunikasi menjadi dua kali lipat,” katanya.

Sarwoto mengatakan, Telkomsel juga telah melakukan uji jaringan awal pekan ini dengan memprioritaskan jalur kereta api (KA) Jakarta-Suarabaya. “Jalur KA itu biasanya paling dihindari oleh operator untuk dites kesiapan jaringannya. Hal ini karena ada potensi interferensi dengan frekuensi milik KA dan kecepatan dari moda yang membuat penerimaan sinyal menjadi rendah,” jelasnya.

Namun, karena ingin tampil beda dalam hal pengetesan jaringan, akhirnya Telkomsel memberanikan diri untuk yang pertama melakukan hal tersebut.

VP  Network & Service Quality Telkomsel Anky A Priyagung menjelaskan, di jalur kereta sepanjang 719,2 km itu, cakupan jaringan Telkomsel yang diuji   selama 11 jam ternyata telah dijangkau  99 persen sinyal Telkomsel.
Cakupan diliputi oleh jaringan 2G sebanyak 63,7 persen dengan rincian sinyal level Excellent 68,9 persen, Good 26,5 persen, Fair 4,5 persen, Poor 0,1 persen. Sementara 3G yang mencapai 36,3 persen memiliki rincian sinyal level Excellent 41,9 persen, Good 44,9 persen, Fair 12,8 persen, dan Poor 0,4 persen
“Memang masih ada blankspot cukup banyak di Jawa Tengah, namun itu area rural yang sepi pelanggan. Meski demikian, kita tetap komitmen akan meminimalisasi spot yang masih poor tersebut,” jelasnya.
Sarwoto menilai, untuk operator yang bisa menggelar jaringan seluler hingga menembus daerah kosong sampai ke hutan, kualitas sinyal Fair pun sudah termasuk bagus. “Bahkan masuk kategori luar biasa karena sinyal masih ada.”

Berkaitan dengan jasa data, Sarwoto mengungkapkan,  untuk jasa data 3G dan BlackBerry, Sarwoto mengungkapkan, telah ditingkatkan juga kapasitas bandwitdh yang disediakan. Jasa 3G memlilki   4 ribu node B dengan  bandwitdh 6 Gbps. Sedangkan kapasitas ke server  BlackBerry  dinaikkan menjadi 80 mbps dari tahun lalu hanya 10 mbps.

Sementara Presiden Direktur/CEO Indosat mengatakan, secara umum kapasitas untuk trafik suara  ditingkatkan menjadi 10 juta Erlang per hari. Sedangkan  kapasitas untuk pesan singkat disiapkan hingga 450 juta SMS per hari. Dan khusus untuk komunikasi data, kapasitas jaringan yang disiapkan sebesar 40 terabyte per hari.

Direktur Jaringan XL  Dian Siswarini mengungkapkan, untuk melayani sekitar 24,7 juta pelanggannya XL telah meningkatkan kemampuan    18 ribu  BTS 2G dan 3G yang didukung serat  optik  membentang di sepanjang pulau Jawa dan tersambung melalui jaringan kabel bawah laut ke Pulau Sumatra, Batam, Kalimantan, dan Sulawesi.

Medioker Siap

Tak mau ketinggalan langkahnya dengan tiga besar, kaum medioker pun bersiap diri menghadapai lonjakan trafik.

Telkom sebagai penguasa layanan Fixed Wireless Access (FWA) mempersiapkan lima  juta nomor semu untuk layanan  Flexi Combo. Flexi sendiri saat ini memiliki 13,7 juta pelanggan.

Layanan Flexi Combo merupakan call forwarding yang berupa aktivasi nomor temporer yang rata-rata berlaku tiga hari di kota tujuan. Layanan ini bisa dilakukan dengan proses registrasi melalui layanan pesan singkat, layanan call center, dan aktivasi setibanya di kota tujuan.

Deputi Eksekutif General Manager Flexi  Telkom Judi Achmadi,  mengungkapkan pihaknya mencatat tren perpindahan call forwarding Flexi Combo dari tahun ke tahun, stabil pada persentase 30-40 persen.

“Sekalipun terjadi pertambahan jumlah secara kuantitatif, pengguna yang mudik secara keseluruhan hampir sama setiap waktu. Karenanya, nomor sementara di kota tujuan yang disiapkan pun tidak menyeluruh,” paparnya.

Persiapan memberikan nomor semu juga dilakukan oleh Bakrie Telecom dengan mengalokasikan 800 ribu nomor Esia Go Go bagi 8,9 juta pelanggannya.

Wakil Direktur Utama Bidang Pemasaran Bakrie Telecom Erik Meijer mengungkapkan,  kantong nomor roaming semu yang disiapkan Esia akan lebih berkonsentrasi di daerah-daerah padat mudik, seperti Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Bali.

“Besar komposisi alokasi nomornya tergantung kota dan daerahnya juga. Di daerah-daerah padat trafik, kami bisa tingkatkan sampai lima kali lipat,” tuturnya.

Hentikan Upgrading

Pada kesempatan lain, Anggota Komite Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) Heru Sutadi mengingatkan operator untuk tidak lagi melakukan upgrading (peningkatan kapasitas) menjelang hari H lebaran karena dikhawatirkan membuat sistem down.

Menurut Heru,   peningkatan kapasitas jaringan dan sentral seharusnya sudah dilakukan jauh hari sebelum dimulainya masa mudik, kecuali sudah ada optimasi.

“Operator sebaiknya juga tidak mengizinkan adanya perubahan pada software yang berisiko membuat sistem down, seperti pada jaringan ataupun server terkait langsung dengan layanan telkomunikasi,” ujarnya.

Menkominfo Muhammad Nuh mengungkapkan, hasil pemantauan regulator sementara di empat jalur, yaitu Jakarta–Cianjur–Garut, Jakarta–Cikampek–Cirebon, Jakarta-Merak, dan jalur baru Semarang–Yogyakarta-Solo menunjukkan keberhasilan melakukan panggilan telepon di atas 95 persen.  SMS juga diterima dalam waktu kurang dari 3 menit mencapai 100 persen dengan rata-rata waktu penerimaan adalah tiga detik (on net) dan 6 detik (off net).

“Dari hasil pemeriksaan di lapangan dapat disimpulkan semua jaringan operator sudah siap menghadapi lebaran,” tegas Nuh.

Selanjutnya Heru menyarankan, pelanggan sebaikanya dalam mengirim    SMS  ucapan selamat dilakukan secara bertahap   tingkat kepastian penerimaan lebih terjamin. “Bagaimanapun namanya sistem jika dipaksa bekerja bersamaan tentu membutuhkan waktu,” jelasnya.

Berkaitan dengan sanksi  jika ada  operator yang sengaja menurunkan kualitas layanan, Heru menegaskan, akan ada   denda sesuai yang tercantum dalam  UU No.36/2008 tentang Telekomunikasi dan PP No.52/2000 tentang Penyelenggaraan Telekomunikasi.[dni]

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s