140909 Harga Gas Senoro Dinilai Wajar

JAKARTA—Komite Penyelamat Kekayaan Negara (KPK-N) menilai harga yang ditawarkan oleh tiga calon pembeli lokal untuk gas senoro senilai empat dollar AS per mmbtu plus premium dinilai wajar asalkan produsennya menyetujui besaran tersebut.

“Jika yang membeli gas Senoro itu adalah Badan Usaha Milik Negara (BUMN), rasanya wajar saja harga dipatok sebesar itu,” ujar Koordinator KPK-N Marwan Batubara kepada Koran Jakarta, Minggu (13/9).

Menurutnya, penetapan harga yang wajar untuk gas dari lapangan Senoro-Matindok adalah dengan mengikuti formula harga minyak. “Untuk kasus dibeli BUMN, rasanya wajar jika dibantu pemerintah dengan subsidi. Tetapi, jika yang membeli adalah perusahaan asing, harus sesuai dengan harga pasar,” katanya.

Secara terpisah, Dirjen Migas Evita Herawati Legowo mengungkapkan, tiga calon pembeli domestik gas senoro menawar harga gas dari lapangan Senoro-Matindok sebesar 4 dollar AS per mmbtu plus premium.

Ketiga perusahaan itu adalah PT PLN (Persero), PT Pupuk Sriwidjaja (Pusri), dan PT Panca Amara Utama.

“Sejauh ini belum ada titik temu antara penjual dan pembeli. Pembeli minta 4 dollar AS per mmbtu plus premium, sementara penjual masih bertahan di harga 6,16 dollar AS pada titik 27 kilometer dari kepala sumur (well head),” katanya.

Dikatakannya, saat ini pihaknya masih akan mempertemukan para konsumen dan produsen itu untuk mencari titik temu tersebut.”Harapan saya ada titik temu dari angka 4 dollar AS per mmbtu plus premium dan 6,16 dollar AS per mmbtu,” jelasnya.

Diingatkannya, jika penjual bersikukuh tidak mau menurunkan harga gas jual, maka proyek tersebut terancam tidak dilanjutkan.”Karena itu saya mengharapkan negosiasi ini bisa cepat selesai. Kalau sekarang belum selesai, nanti dilanjutkan setelah lebaran,” katanya.

Tidak Berubah

Sementara itu, menghadapi melonjaknya harga minyak mentah selama Agustus lalu, Departemen ESDM menegaskan, tidak akan mengubah harga BBM bersubsidi karena masih di bawah asumsi APBN-P 2009.

Menurut keterangan resmi lembaga tersebut, harga BBM bersubsidi masih mengacu pada Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1 tahun 2009, tanggal 12 Januari 2009 tentang Harga Jual Eceran Bahan Bakar Minyak Jenis Minyak Tanah (Kerosene), Bensin Premium dan Minyak Solar (Gas Oil) untuk Keperluan Rumah Tangga, Usaha Kecil, Usaha Perikanan, Transportasi dan Pelayanan Umum.

Dalam regulasi itu ditetapkan, harga premium dan minyak solar sebesar 4.500 rupiah per liter, serta minyak tanah (Kerosene) 2.500 rupiah per liter.

Dijelaskan pula, hasil monitoring dan evaluasi perkembangan harga minyak mentah dan harga produk BBM di pasar dunia dalam satu bulan terakhir menunjukkan kenaikan yang cukup signifikan, akan tetapi perkembangan hariannya masih berfluktuasi.[dni]

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s