150909 Tender USO Akses Internet: Memberikan Platform Broadband di Desa

telpondesa2Setelah sukses menggelar tender telepon desa atau lebih dikenal dengan Universal Service Obligation (USO) pada awal tahun ini, Depkominfo melalui Balai Informasi dan Informatika Perdesaan (BTIP) mulai menggeber tender USO akses internet untuk tingkat kecamatan pada awal Oktober nanti.

Jika tender telepon desa digelar untuk menyediakan akses telekomunikasi dasar bagi 31.824 desa yang akan rampung pada awal tahun depan. Maka proyek penyediaan akses internet di tingkat kecamatan ini diharapkan mulai dikerjakan tahun depan.

Seandainya kedua program itu berjalan lancar, maka target Depkominfo untuk menderingkan desa pada 2009 dan memintarkannya pada 2010 bisa dikatakan tercapai. Hal ini mengingat sebagian desa sudah berdering pada tahun ini.

Kepala BTIP Santoso Serad menjelaskan, terdapat perbedaan antara USO yang dikerjakan oleh Telkomsel dan Icon+ sebagai pemenang telepon desa dengan tender akses internet tingkat kecamatan.

“Jika USO telepon desa prioritasnya adalah menyediakan akses telekomunikasi dasar berupa jasa suara dan SMS, maka tender yang akan dilaksanakan pada Oktober nanti menyediakan akses internet broadband dengan kecepatan mulai 256 Kbps,” katanya kepada Koran Jakarta, belum lama ini.

Meskipun Santoso tidak memungkiri,  ada beberapa desa yang disediakan oleh Telkomsel bisa mengakses data,  tetapi  kecepatannya minim sekali.

Berdasarkan catatan, Telkomsel telah menggelar desa dengan akses internet sebanyak   8.200 titik dari 24.051 desa yang ditarget selesai akhir 2009.

Sedangkan BTIP berharap dari 31.824  desa USO juga disediakan tiga tambahan akses Internet sekaligus di setiap provinsi sehingga total menjadi 100 Internet untuk layanan umum di tingkat desa seluruh provinsi.

Untuk itulah, dalam menyelenggarakan tender dengan pagu  sebesar  900 miliar rupiah itu ditetapkan lokasi pengadaan layanan internet di lokasi yang  strategis di kecamatan sehingga mudah diakses dan berada dekat dengan lembaga pemerintahan, pendidikan dan lain-lain.

“Harapannya, adanya  akses internet USO  dapat digunakan menjadi tempat pengenalan internet dan komputer guna meningkat produktifitas dan pemanfaatan untuk peningkatan ekonomi,” jelasnya.

Untuk teknologi yang diusung adalah  netral dengan kecepatan akses mulai 256 kbps. Pemenang tender minimal menyediakan lima Personal Computer dan akses untuk mendukung tujuan program yang sustainable selama empat tahun.

BTIP membidik  4.700 dari total 8 ribu kecamatan di seluruh Indonesia. Jumlah kecamatan yang memperoleh akses internet USO ini juga beragam, seperti misalnya di NAD akan sebanyak 220 kecamatan, di Sumsel sebanyak 157 kecamatan, di DIY sebanyak 13 kecamatan, di Bali sebanyak, 40 kecamatan dan lain sebagainya.

Sedangkan persyaratan peserta tender pun berbeda dengan USO telepon desa. Jika di USO telepon desa hanya diberikan pada penyelenggara jaringan, maka di tender akses internet penyelenggara jaringan dan jasa bisa ikut serta.

“Tender ini memang membuka peluang bagi penyelenggara jasa internet (PJI) karena ini sebenarnya bisnis mereka. Kami juga memastikan tender ini   tidak akan berbenturan dengan tender USO telepon desa, karena irisannya di desa ibukota kecamatan,” tambah Kepala Pusat Informasi Depkominfo, Gatot S Dewa Broto.

Tertarik

Direktur Utama Telkomsel Sarwoto Atmosutarno mengaku tertarik menggarap proyek ini jika unsur komersial dan teknisnya realistis. “Kalau hitungannya masuk,kenapa tidak dikerjakan saja sekalian,” katanya.

Ketua Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet (APJII) Roy Rahajasa Yamin juga mengaku siap menggarap proyek ini. “APJII sedang mengaji maju sebagai konsorsium atau per anggota,” katanya.

Dikatannya,  APJI masih akan menunggu informasi dari BTIP untuk mengukur sampai mana peluang mereka dapat turut berpartisipasi termasuk jika nantinya ada pembatasan perizinan, pembagian per wilayah, persyaratan bid bond dan performance bond, hingga kesempatan keterlibatan pemain daerah, daya beli dan lain-lain.

Revisi

Anggota APJII Yadi Heryadi mengakui, ide menyelenggarakan tender tersebut sangat baik dan mampu menjadi stimulus bagi para PJI. Namun, untuk beberapa hal diperlukan persamaan persepsi dulu antara pemerintah dan PJI, terutama berkaitan dengan pemilihan lokasi dan model bisnis.

“Setiap kecamatan itu berbeda satu dengan yang lain, baik itu dari sisi karakteristik, budaya, geografi, atau topologi. Artinya solusi internet kecamatan akan sangat berbeda satu dengan yang lain dan yang mengenal setiap wilayah itu  hanya PJI atau operator yang beroperasi dan menggarap pasar di sana,” katanya.

Menurut Yadi, jika melihat paparan pemerintah, muncul kesan   kurang mampu membedakan ISP dan  warnet. Dalam konsep pemerintah, internet kecamatan itu harus menyediakan perangkat-perangkat selayaknya warnet.

“Pemerintah menyampuradukkan antara warnet dan ISP. Jika misalnya di kecamatan itu sudah ada warnet, bisa bertempur nantinya PJI dengan warnet lokal. Padahal, warnet itu selama ini mitra PJI berjualan akses,” jelasnya.

Yadi pun meminta pemerintah untuk tegas mengkalsifikasi PJI yang akan ikut serta dalam tender ini. “Jika benar ingin memberikan stimulus bagi PJI, maka harus jelas siapa yang boleh ikut tender. Sebagian besar PJI adalah operator kecil. Jika sekelas Indosat, Telkomsel, Telkom, atau IM2 ikutan, ini stimulus buat siapa,” katanya.

Dia menyarankan, bagi PJI yang akan mengikuti tender tersebut ada syarat  yang mengikat seperti  PJI dengan ijin operasional di daerah A menjadi prioritas dan hanya boleh ikut bidding untuk daerah A. sedangkan  PJI dengan ijin nasional atau Jakarta tidak diperkenankan bidding untuk daerah A, kecuali tidak ada PJI yang beroperasi di daerah A tersebut.

Syarat lainnya adalah  PJI harus memiliki PoP di daerah tersebut dan dibuktikan dengan Laporan PJI yang diberikan kepada pemerintah.

Terakhir, PJI yang boleh ikut adalah perusahaan dengan   ijin PJI saja. “Network Access Provider (NAP) tidak diperkenankan ikut tender , karena NAP itu konsumennya bukan masyarakat tapi mereka menjual bandwitdh kepada PJI,” jelasnya.[dni]

1 Komentar

  1. belum ada perkembangan nich spertinya.??
    klo ada job boleh jga nich buat program uso internet…!!!!!!!


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s