150909 Dephub Ketatkan Kelaikan Moda

JAKARTA—Departemen Perhubungan (Dephub) akan mengetatkan pemeriksaan kelaikan moda transportasi  guna menekan angka kecelakaan selama  musim mudik.

”Pengetatan kelaikan moda itu hal yang wajib dilakukan untuk menekan angka kecelakaan. Pemeriksaan akan dilakukan di setiap terminal keberangkatan,” tegas  Menteri Perhubungan (Menhub) Jusman Syafii Djamal di Jakarta, Senin (14/9).

Dikatakannya, hal-hal yang diperiksa menyangkut aspek teknis seperti ban rem, dan penunjang keselamatan lainnya.  “Kami meminta  kepala terminal beserta timnya yang melakukan ini,” katanya.

Dirjen Perhubungan Darat, Dephub, Suroyo Alimoeso menegaskan, pihaknya akan mengoptimalkan pengawasan oleh jajaran dinas perhubungan di daerah. “Setiap kepala terminal keberangkatan harus melibatkan tim pemeriksa. Kalau bus tak laik, dilarang jalan dan harus dikandangkan,” katanya.

Selanjutnya Jusman meminta,  masyarakat ikut mengawasi penerapan tarif kelas ekonomi untuk Bus Antar Kota Antar Propinsi (AKAP).

“Para pengusaha  dilarang menjual tiket di atas tarif batas sesuai KM No.1/2009 tentang Tarif Batas Atas dan Bawah Penumpang Bus Kelas Ekonomi,” katanya.

Dia meminta, tabel tarif batas dan bawah itu, ditempel di setiap terminal dan tempat penjualan tiket sehingga jika ada pelanggaran, siapa pun bisa melaporkan kepada petugas terdekat dengan identitas pelapor dan tiket serta barang- bukti yang jelas.

Berdasarkan catatan,  Tarif Ekonomi Trayek- Trayek Utama  AKAP  antara lain untuk Bandung – Purwokerto dengan jarak 264 km maka tarif batas bawah 22.700 rupiah dan tarif batas atas 36.700 rupiah.

Selain itu, Bandung-Tegal (208 km) tarif batas bawah 17.900 rupiah dan tarif batas atas 28.900 rupiah, Jakarta-Medan (2.204 km) tarif batas 306.400 rupiah, dan tarif batas bawah 189.500 rupiah Jakarta-Cirebon (288 km) tarif batas atas 40 ribu rupiah dan tarif batas bawah 24.800 rupiah. Tarif tersebut, belum termasuk iuran wajib kecelakaan penumpang.

Penanganan Macet
Berkaitan dengan penanganan macet selama mudik, Jusman menjanjikan   akan menangani setiap kasus kemacetan di jalur mudik pada Angkutan Lebaran 2009 maksimal dua jam sejak peristiwa itu dilaporkan ke petugas di lapangan.

“Target kami, setiap kemacetan pada suatu titik kemacetan, maksimal untuk ditangani dan bisa lancar kembali maksimal dua jam. Ini lebih baik dari tahun lalu sebanyak tiga jam,” katanya.

Dijelaskannya,   jika ada titik kemacetan yang termonitor lewat CCTV (Close Circuit Television) maka hal itu akan diinformasikan kepada petugas kepolisian dan pihak terkait di daerah, kemudian mereka akan menyelesaikan secara mandiri.

Jika dalam tempo tertentu tidak juga mampu, maka hal itu otomatis akan dilaporkan ke Mabes Polri dan segera tidak lama kemudian, Mabes Polri akan mengirim helikopter untuk menerjunkan sejumlah petugas di lokasi kejadian dan mereka segera melakukan langkah taktis penyelematan agar kondisi lalu lintas segera cair.

Jusman juga mengungkapkan,   target pelayanan lainnnya selama Angkutan Lebaran 2009 antara lain, untuk pelayanan di penyeberangan yakni maksimal pelayanan sekitar 120 menit, untuk kereta ekonomi, seluruh penumpang harus terangkut dan tingkat kecelakaan di jalan harus bisa ditekan dibanding tahun lalu.[dni]

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s