090909 Perum Damri Targetkan Angkut 136 Ribu Penumpang

JAKARTA— Perum Damri menargetkan  mengangkut sekitar 136 ribu penumpang selama musim mudik Lebaran tahun ini. Jumlah tersebut naik 10 persen dibandingkan pencapaian  tahun lalu.

Direktur Utama Perum Damri Twitjara Adjie mengungkapkan, perseroan menyiapkan 360 unit bis dengan  tujuan Jambi, Bengkulu dan Palembang di wilayah Utara, serta  Surabaya dan Malang untuk wilayah Timur.

“Jumlah armada itu naik tujuh persen ketimbang tahun lalu,”ujarnya di Jakarta , Selasa, (8/9).

Ditegaskannya, seluruh armada yang akan dioperasikan perusahaannya untuk mengangkut pemudik nanti dipastikan laik jalan dan memenuhi seluruh unsur keselamatan, keamanan, keamanan, serta kenyamanan.

Hal itu dibuktikan dengan melakukan pengetatan batasan usia pengeperasian armada hingga maksimal 5 tahun. ”Kita upayakan, paling tua, armada yang kami operasikan harus di bawah lima tahun. Saat ini, 85 persen armada kami berusia rata-rata dua tahun. Selebihnya ada yang lebih tua, tetapi tidak sampai lima tahun,” tegasnya.

Menurut dia,   memberikan pelayanan maksimal selama masa lebaran merupakan salah satu wujud implementasi tangungjawab perusahaannya sebagai perusahaan pemerintah yang diorientasikan untuk mengutamakan pelayanan kepada masyarakat.

”Kami adalah perpanjangan tangan pemerintah dalam mengupayakan angkutan umum yang baik kepada masyarakat.. Karena itu, kami selalu berusaha memberikan yang terbaik, dan selalu berusaha memberikan pelayanan maksimal. Tidak hanya di rute-rute komersial, tetapi juga pada rute-rute perintis yang dipercayakan kepada kami di daerah-daerah,” paparnya.

Secara reguler, hingga kini, Perum Damri selalu dialokasikan pemerintah untuk melayani rute-rute perintis, baik untuk lintas antarkota maupun lintas antarnegara. Selain itu, Perum Damri juga tetap eksis melayani rute-rute dalam kota dan angkutan dari dan menuju bandara..

Angkutan perintis antarnegara, antarkota, dan angkutan bandara, memberikan kontribusi cukup besar bagi pendapatan perusahaan.[dni]

080909 Bis Belum Diminati

JAKARTA —Bis  antarkota dan antarpropinsi belum diminati oleh pemudik dijadikan sebagai moda transportasi untuk musim mudik tahun ini.

Ketua Umum Organda Murphy Hutagalung mengungkapkan, hingga separuh bulan Ramadan dijalani, tingkat isian moda bis untuk masa mudik baru mencapai 50 persen.

“Tingkat isian moda bis masih rendah karena   kenaikan jumlah pemudik menggunakan sepeda motor dan kereta api,” katanya di Jakarta , Senin (7/9).

Dijelaskannya,   setiap peningkatan 20 persen pemudik sepeda motor akan membuat   penurunan volume penumpang bus sebesar 5 persen. “Kondisi ini menjadikan banyak pengusaha bis berfikir bagaiamana membalikkan modal saja pada masa lebaran ini,” ujarnya.

Menurut dia,   saat ini kondisi yang terjadi di sektor angkutan darat khususnya bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP)  adalah berlimpahnya pasokan akibat permintaan atau volume penumpang yang jauh menurun setiap tahunnya pada masa angkutan Lebaran.

Berdasarkan catatan, pada tahun ini jumlah pemudik sepeda motor diperkirakan mencapai lebih dari 2 juta orang. Dephub memperkirakan volume penumpang bus AKAP akan mencapai 6,6 juta orang atau naik 300.000 orang, dibandingkan dengan masa angkutan lebaran tahun lalu.

Sebaliknya, Organda memprediksi   jumlah pemudik dengan bus akan terus mengalami penurunan setiap tahunnya, hingga dalam tiga tahun ke depan dengan tingkat isian  di bawah 50 persen.

Murphy meminta, regulator memberikan perhatian pada kondisi para  pengusaha angkutan darat dengan   memberikan subsidi BBM khusus kendaraan pelat kuning pada masa angkutan lebaran di H-7 dan H+7 sehingga biaya operasional bisa ditekan dan berdampak pada turunnya harga jual tiket.

Secara terpisah, Dirjen Perhubungan Darat Suroyo Alimoeso mengatakan, sejauh ini pemerintah belum terpikirkan untuk memberikan stimulus bagi pengusaha angkutan darat.

“Sejauh ini permintaan moda angkutan darat tidak tinggi karena kondisinya berbeda dengan tahun  lalu. Pada tahun lalu, banyak organisasi massa mengadakan mudik bersama. Sekarang hanya perusahaan-perusahaan saja,” jelasnya.[dni]