060909 Penjualan Printer Turun 20%

JAKARTA—Penjualan printer menjelang hari Lebaran diperkirakan turun sebesar 20 persen  karena masyarakat lebih cenderung membelanjakan uang untuk membeli perangkat elektronik khusus rumah tangga.
”Pada suasana yang sama tahun lalu juga terjadi penurunan penjualan sebesar 20 persen. Saya rasa hal yang sama akan terjadi tahun ini,” ungkap Senior Marketing Manager Datascirpt Monika Aryasetiawan, di Jakarta akhir pekan lalu. PT Datascript adalah distributor resmi dari   printer dengan merek  Canon.

Dikatakannya, mengingat tren penjualan sudah terjadi tahunan, biasanya  para vendor printer  menggenjot penjualan sebelum lebaran tiba. “Agresifitas biasanya terjadi pada  Agustus dan September. Soalnya kalau sudah memasuki Oktober hingga Desember  sudah terjadi penurunan,” katanya.

Berdasarkan catatan,   pasar printer masih sangat didominasi oleh single function printer (SFP) ketimbang multi function printer (MFP). SFP menguasai 90 persen pangsa pasar dan sisanya MFP.

Secara terpisah, Sekjen Electronic Marketer Club Agus Soejanto memprediksi, penjualan alat-alat elektronik rumah tangga selam bulan Ramadan akan mengalami peningkatan  sebesar 8 persen.

“Barang yang akan meningkat penjualannya alat-alat rumah tangga seperti AC dan kulkas,” tuturnya.[dni]

060909 Regulator Cabut Pembekuan Sertifikat RIM

JAKARTA—Departemen Kominfo dan Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) terhitung mulai Senin (7/9) mencabut pembekuan sertifikat A milik Research In Motion (RIM) untuk varian baru produk BlackBerry besutan perusahaan asal Kanada tersebut.

“Kami memberikan kembali  hak RIM  dalam pengajuan permohonan sertifikasi ke Ditjen Postel, setelah dinilai pusat layanan purna jual milik perusahaan tersebut di sesuai dengan standar regulasi terutama untuk  kelengkapan dan persyaratan,” ujar Juru Bicara Depkominfo Gatot S Dewo Broto di Jakarta, Minggu (6/7).

Diungkapkannya, regulator pada Senin (31/8) lalu telah menerima surat pernyataan tentang kesanggupan membuka dan memberikan layanan purna jual.

Sebelumnya, regulator membekukan sertifikat A milik RIM  karena dianggap melanggar ketentuan yang diatur Peraturan Menteri Kominfo No. 29/PER/M.KOMINFO/8/2008 tentang Sertifikasi Alat dan Perangkat Telekomunikasi yang menyebutkan, bahwa surat permohonan sertifikasi alat dan perangkat telekomunikasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 ayat (1) harus memenuhi persyaratan berupa surat pernyataan kesanggupan memberikan garansi serta layanan purna jual, kecuali jika alat dan perangkat telekomunikasi tidak untuk diperdagangkan di Indonesia.

Sementara RIM dianggap melakukan pelanggaran berupa  setiap adanya kerusakan BlackBerry yang eskalasinya berat ternyata harus dibawa di RIM Authorized –Repair Centre yang ada di Singapore , dan bukannya diselesaikan di Indonesia .

Namun kini dengan adanya RIM Authorized-Repair Centre yang berlokasi di Kompleks Ruko Royal Sunter, Blok A No. 10 dan 11, Jakarta Utara , maka model penyelesaian sepertti itu tidak boleh lagi terjadi.

“Pusat purna jual milik RIM hanya menangani perangkat dari mitra resminya. Sedangkan untuk perangkat yang dibeli dari non mitra RIM, kami sudah meminta mereka (non mitra) untuk membuka purna jual dengan standar RIM,” jelasnya.

Selanjutnya Gatot menjelaskan,   dikembalikannya hak-hak yang dimiliki RIM membuat  para mitra resmi RIM  dapat memproses pengajuan permohonan sertifikasinya kepada Ditjen Postel.

Di Indonesia terdapat empat mitra resmi RIM yakni Telkomsel, Indosat, XL, dan Axis. Total pelanggan yang dimiliki oleh keempat mitra adalah sekitar 500 ribu pelanggan.

Secara terpisah Chief Marketing Indosat Guntur S Siboro dan

GM Sales XL Handono Warih menyambut gembira langkah regulator mencabut resmi pembekuan sertifikasi milik RIM.

“Tentunya ini memuluskan langkah operator untuk memesan varian BlackBerry baru milik RIM yang dinanti masyarakat yaitu Gemini,” ungkap Guntur .

Warih mengungkapkan, XL setelah setelah lebaran nanti akan langsung membuka program pre order bagi pelanggan yang tertarik untuk membeli Gemini.

“Seharusnya pada Selasa lalu kita sudah menandatangani kesepakatan dengan RIM perihal Gemini, tetapi ditunda dulu menunggu sikap regulator. Diperkirakan minggu depan sudah ada kesepakatan,” katanya.

Gemini adalah varian terbaru milik RIM yang dibanderol dengan harga sekitar dua juta rupiah. Hadirnya Gemini banyak diyakini akan mendongkrak penggunaan BlackBerry di Indonesia karena harganya yang terjangkau.[dni]