050909 NSN Kaji Kembali Pembangunan Operational Hub

JAKARTA—Penyedia jaringan dari Finlandia,  Nokia Siemens Network (NSN),  mengaji kembali rencana  pembangunan operational hub keenam di dunia  di Indonesia.

Operational Hub adalah  tempat yang berfungsi seperti gudang pendistribusian produk-produk NSN sebelum disalurkan ke negara tujuan.

Saat ini NSN sudah memiliki lima operational hub diantaranya di India, China, Dubai, dan Amerika Serikat. Investasi untuk satu operational hub bisa mencapai puluhan juta Euro.

Sebelumnya, NSN berencana memulai pembangunan infrastruktur tersebut pada pertengahan tahun ini karena telah memiliki pusat penelitian dan pengembangan di Indonesia.

“Rencana tersebut di-review. Kami sekarang lebih memfokuskan kepada pengembangan riset teknologi baru,” ungkap  Head Of Sub Region Indonesia NSN Richard Kitts di Jakarta, Jumat (4/9).

Dikatakannya, salah satu teknologi yang sedang serius dikembangkan oleh NSN adalah Long Term Evolution (LTE) sebagai pengembangan terbaru dari teknologi 3G.

“Teknologi ini bisa memberikan penghematan biaya yang signifikan bagi operator. Teknologi ini membuat jalur trafik bisa terjadi langsung dari Base Station langsung ke gateway, tidak lagi melewati tiga atau dua tahap,” katanya.

Richard memperkirakan, LTE secara global akan mulai dipasarkan pada tahun depan. Sedangkan untuk kesiapan di Indonesia sangat bergantung pada pasar dan regulasi.

“Semuanya tergantung pada lingkungan seperti masalah alokasi frekuensi dan skala bisnis yang ingin dicapai oleh para operator. Sebagai vendor tentu kami menunggu kesiapan para pemain,” katanya.

Richard juga memperkirakan, operator akan menerapkan LTE secara incremental dengan membidik wilayah yang trafik datanya mulai padat. “Bagi operator yang sudah memiliki teknologi 3G untuk meningkatkan kapasitas sangat tepat menggunakan LTE. Perkiraan saya, area kota yang padat trafiknya akan diimplementasikan LTE,” katanya.

Berkaitan dengan rencana dari pemerintah yang akan menerapkan persentase kandungan lokal bagi LTE, Richard mengaku tidak keberatan karena sebagai penyedia jaringan harus taat kepada regulasi yang berlaku di satu daerah.

“Di Indonesia kami memiliki 300 mitra lokal. Transfer teknologi ke para mitra juga berjalan lancar selama ini,” katanya.

Sebelumnya, operator yang telah mengumumkan mengusung LTE adalah Telkomsel dan XL. Telkomsel baru saja mendapatkan tambahan frekuensi 3G sebesar 5 MHz dari pemerintah. Selain mengembangkan wimax di desa, LTE akan digunakan untuk melayani masyarakat kota oleh anak usaha Telkom tersebut.[dni]

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s