010909 Diharapkan Kearifan Lokal Menata Menara

menara2-11JAKARTA—Asosiasi Pengembang Infrastruktur Menara Telekomunikasi (Aspimtel) mendesak para penguasa daerah untuk mengedepankan kearifan lokalnya dalam menata pembangunan menara telekomunikasi di wilayahnya ketimbang mengutamakan motif bisnis, pribadi, atau lingkungan.

“Berdasarkan pengalaman yang ada selama ini penguasa lokal biasanya memiliki motif bisnis, pribadi, atau lingkungan untuk menata menara. Motif bisnis itu bisa saja berupa      kolusi antara pemda dengan salah satu penyedia menara yang difavoritkan atau bisa juga ada dendam   pejabat pemda terhadap pemilik menara,” ungkap Sekjen Aspimtel Peter Simanjuntak kepada Koran Jakarta, Senin (31/8).

Menurut dia, idealnya pemda dalam masalah pendirian menara cukup sebagai fasilitator dan menyerahkan kepada mekanisme bisnis dalam pengaturan usaha tersebut. “Pemda itu bisa menentukan dalam lokasi pendirian menara yang sudah sesuai dengan tata ruang. Tetapi jangan masuk ke dalam menentukan rekanan,” katanya.

Diungkapkannya, akibat perubuhan satu menara  biasarnya terjadi kerugian konstruksi minimum sebesar satu miliar rupiah untuk menara dengan ketinggian minimum 52 meter,    potensi kerugian  jika per menara disewa tiga operator bisa mencapai  5 hingga 6 milar rupia  per sepuluh tahun. Sedangkan dari sisi operator   bisa mencapai minimum 30 miliar rupiah  per sepuluh tahun.

 Secara terpisah, juru bicara Depkominfo Gatot S Dewo Broto mengatakan, lembaganya akan mengirim surat ke Depdagri untuk menegur Bupati Badung yang telah merubuhkan 16 menara telekomunikasi belum lama ini.

“Kami juga mendukung jika ada anggota masyarakat yang melakukan class action karena dirugikan akibat perubuhan menara itu. Seharusnya pejabat di Badung mengacu ke regulas menara bersama, bukannya masih mau menang sendiri dengan Perdanya,” sesalnya.[dni]

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s