270809 Esia Bispak Dikecam

logo_esiaJAKARTA—Regulator dan praktisi telematika mengecam program pemasaran baru milik Bakrie Telecom, Esia Bispak, yang dinilai melanggar etika dan berkonotasi negatif.

“Sangat disayangkan sekali Bakrie Telecom menggunakan istilah “Bispak” untuk nama pemasarannya yang baru. Di masyarakat istilah tersebut identik dengan prostitusi jalanan, ini bisa menimbulkan kesam negatif. Apalagi sekarang bulan Ramadan,” kecam Anggota Komite Badan Regulasi Telkomunikasi Indonesia (BRTI) Heru Sutadi kepada Koran Jakarta, Rabu (26/8).

Heru mendesak, Bakrie Telecom untuk mengganti slogan pemasaran terbarunya agar tidak menjadi referensi untuk operator lainnya membalas dengan slogan yang cenderung melanggar norma-norma di masyarakat.

Direktur Kebijakan dan Perlindungan Konsumen Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat Informasi Kamilov Sagala mendesak, Bakrie Telecom secepatnya menghentikan slogan “Bispak” agar tidak terjadi keresahan di masyarakat.

“Masyarakat mengetahui istilah itu untuk menunjukkan profesi tidak terhormat. Apa Bakrie Telecom mau produknya dianggap sama dengan profesi paling tua di jagad ini,” tegasnya.

Sementara Praktisi telematika Ventura Elisawati menilai, kebijakan yang diambil Bakrie Telecom menggunakan kata “Bispak” sebagai bentuk tidak peduli dengan lingkungan dan cenderung mengutamakan keuntungan.

“Di bulan Ramadan restoran saja kalau buka masih pakai gorden. Ini kok perusahaan sekelas Bakrie malah menggunakan idiom yang tidak mengenakkan,” katanya.

Menanggapi hal itu Wakil Direktur Bidang Pemasaran Bakrie Telecom Erik Meijer menjelaskan, kata “Bispak” dipakai untuk menunjukkan tarif Esia bisa digunakan untuk jasa operator seluler mana saja.

“Istilah itu paling pas menurut internal kami. Kata tersebut menjelaskan fungsional dari fitur yang ditawarkan. Jika ada yang berfikir kata itu identik dengan istilah tidak mengenakkan, itu tergantung masing-masing individu,” tukasnya.

Esia Bispak adalah program terbaru dari Bakrie Telecom untuk pelanggan Esia  dengan biaya  dua ribu rupiah dan registrasi SMS 50 rupiah guna   mencoba tarif seluler prabayar milik operator tiga besar, Telkomsel, Indosat, dan Excelcomindo Pratama (XL) dengan bonus diskon 10 persen, tanpa harus pakai kartu perdana GSM baru.

Bispak merupakan singkatan  “Bisa Pakai Tarif Mana Pun”. Tarif yang ditawarkan adalah milik BASMI atau Bebas, As, Simpati, Mentari, dan IM3. Sedangkan di masyarakat kata Bispak identik dengan prostitusi.[dni]

2 Komentar

  1. salutssss untuk esia … berani beda dari yg lain …

  2. parahhhh …. esia mang gak ada matinya … tapi kenapa bispak ya ? kenapa bukan pelacur atau psk aja …huakakakakak …


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s