260809 Privatisasi Air Sulitkan Petani

JAKARTA—Kebijakan privatisasi air yang dilakukan oleh pemerintah dengan payung UU No 7/2004 membuat para petani menjadi kesulitan untuk mengakses sumber daya alam tersebut.

“Kebutuhan air dalam pertanian sangat mendasar. Bagi persawahan padi misalanya, kebutuhan air untuk total irigasi per musim tanam sekitar 9.580 meter kubik per hektar atau sekitar 110 liter per detik per hari. Adanya privatisasi membuat akses menjadi terhambat,” ujar Ketua Serikat Petani Indonesia Achmad Ya’kub di Jakarta, Selasa (25/8).

Menurut Achmad, hadirnya UU No 7/2004 bertentangan dengan UU Dasar 1945, terutama menyangkut tiga hal. Pertama, penerapan hak guna mempersempit ruang masyarakat dalam menggunakan air dan memperluas peluang swasta dalam menguasai sumber air.

Kedua, memberikan ruang yang luas bagi swasta untuk berperan dalam peyediaan air minum, dan terakhir memberikan ruang yang luas bai privatisasi pengelolaan air dan oenyediaan air baku untuk irigasi pertanian.

“Privatisasi itu membuat jaminan pelayanan hak dasar bagi rakyat ditentukan oleh swasta. Padahal konstitusi mengamanatkan itu sebagai tugas negara,” katanya.

Diungkapkannya, akibat dari privatisasi air dapat dilihat dari nasib 9 ribu rumah tangga tani di padaricang Banten yang terancam oleh kencangnya bisnis air.

Di wilayah tersebut berdiri pabrik air Danone yang telah “merampas” 100 hektar sawah yang subur di Padaricang untuk kemudian dikonversi menjadi sumur arthesis penghasil air. Akibatnya, 6.200 hektar sawah di padaricang akan terancam kekeringan.

Selain itu, pengembangan perusahaan air minum kemasan menyusul meluasnya privatisasi air juga berpengaruh terhadap berkembangnya konfilik horizontal.

“Penyedotan air tanah besar-besaran juga menyebabkan petani kekuranagn air untuk irigasi,” tukasnya.

Sebelumnya, Koordinator Komisi Penyelamat Kekayaan Negara (KPK-N) Marwan Batubara meminta pemerintah untuk mengkahiri privatisasi air karena kebijakan tersebut cenderung merugikan rakyat dan tidak sesuai dengan amanat kontitusi.

“Kebijakan privatisasi terhadap sumber daya air harus segera diperbaiki. Undang-undang No 7/2004 yang memayunginya dibuat karena ada tekanan dari kekuatan asing dan perilaku KKN pemegang kekuasaan masa lalu,” tegas di Jakarta , Kamis (20/8).

Dikatakannya, pada 2025 diperkirakan dua pertiga dari penduduk dunia tidak akan memiliki akses kepada airminum. Bisa dibayangkan jika tidak dari sekarang pemerintah menghentikan privatisasi air, bagaimana rakyat sengsaranya nanti.

Berdasarkan catatan, di Indonesia pada 1997 terdapat 20 investor asing dan nasional telah antri untuk melakukan investasi di sektor penyediaan air bersih dengan nilai total investasi sekitar 3,68 triliun rupiah. di antara investor asing yang tertarik adalah Suez Lyonnaise des Eaux (Perancis) dan Thames Water (Inggris).

Rencananya sejumlah 250 Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) milik negara yang tersebar di 27 provinsi akan diprivatisasi dengan menggunakan dana bantuan dari World Bank sebesar 80 juta dollar AS.

Sedangkan dari sejumlah 246 perusahaan Air Minum dalam Kemasan (AMDK) yang beroperasi di Indonesia dengan total produksi sebesar 4,2 miliar liter, 65 persen dipasok oleh dua perusahaan asing (Danone dan Coca Company). Sisanya diproduksi oleh 224 perusahaan lokal.

Secara global, perusahaan air berlomba-lomba menguasai bisnis air dengan keuntungan potensial setiap tahun dimana pun mencapai 400 miliar dollar AS hingga tiga triliun dollar AS. Pangsa air di dunia saat ini diperkirakan mencapai 800 miliar dollar AS melibatkan 6 persen populasi dunia yang membayar kepada korporasi air untuk mendapatkan air.[dni]

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s