240809 KPPU Keluarkan Perkom Pasar Bersangkutan

logo-kppuJAKARTA—Komisi Pengawas  Persaingan Usaha (KPPU) mengeluarkan peraturan komisi (Perkom) tentang pasar bersangkutan untuk mengetahui tingkat konsentrasi pasar dan pangsa pasar para pelaku usaha.

Direktur Komunikasi KPPU A.Junaidi mengatakan, Perkom  Nomor 3 Tahun 2009 tersebut berlaku efektif tanggal 1 Juli 2009 sebagai langkah lembaganya mendefinisikan UU No 5/99 tentang persaingan tidak sehat.

“Pendefinisian pasar bersangkutan merupakan salah satu bagian yang sangat penting dalam proses pembuktian penegakan hukum persaingan, terutama menyangkut beberapa potensi penyalahgunaan penguasaan pasar oleh pelaku usaha tertentu,” katanya di Jakarta akhir pekan lalu.  

Dijelaskannya, upaya menguraikan pasar bersangkutan memiliki kompleksitas yang tersendiri, terkait dengan konsep dan metodologi ekonomi, sehingga untuk memahaminya diperlukan pedoman yang bisa menjelaskan bagaimana sebuah pasar bersangkutan ditetapkan dalam sebuah kasus persaingan.

Lebih lanjut dijelaskan, sebagaimana tujuan penyusunan pedoman oleh KPPU, maka tujuan dari penyusunan Pedoman Pasar Bersangkutan adalah untuk memberikan pengertian yang jelas, benar dan tepat tentang apa yang dimaksud dengan pasar bersangkutan sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999 Tentang Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat;

Berikutnya, memberikan dasar pemahaman dan arah yang jelas dalam pendefinisian pasar bersangkutan menurut Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999, sehingga tidak menimbulkan kemungkinan adanya penafsiran lain selain yang diuraikan dalam Pedoman ini; dan

Terakhir, digunakan oleh semua pihak sebagai landasan informasi agar dapat menciptakan adanya kondisi persaingan usaha yang dapat tumbuh secara sehat.

 

Menurut dia, dalam implementasi hukum persaingan usaha, pendefinisian pasar bersangkutan dapat berguna untuk mengidentifikasi pelaku usaha dengan pesaingnya, serta sebagai batasan dalam mengukur luasnya dampak dari tindakan anti persaingan yang terjadi.

 

Dikatakannya, terdapat beberapa faktor yang akan dipertimbangkan dalam melakukan analisa dan pendefinisian pasar bersangkutan terutama dalam perspektif pasar produk yaitu harga, karakter (spesifikasi) teknis dan fungsi produk yang bersangkutan. Selain itu, dalam perspektif geografis, beberapa faktor yang dipertimbangkan adalah kebijakan (strategi pemasaran) perusahaan, biaya dan waktu transportasi serta adanya hambatan perdagangan antar wilayah. Berdasarkan analisa terhadap faktor-faktor tersebut, otoritas pengawas persaingan akan mendefinisikan pasar bersangkutan terkait dengan adanya indikasi atau dugaan persaingan usaha tidak sehat.

Dikatakannya, definisi pasar bersangkutan tersebut menjadi penting, karena dapat mengidentifikasi seberapa besar penguasaan produk tertentu dalam pasar tersebut oleh suatu pelaku usaha. Sebagai contoh, dalam pasar bersangkutan yang definisinya terlalu sempit, maka sangat mungkin pelaku usaha yang menguasai produk tertentu dinilai menjadi pemegang posisi dominan. Sebaliknya apabila definisi pasar produk tersebut definisinya terlalu luas, maka bisa jadi pelaku usaha tersebut tidak dinilai sebagai pemegang posisi dominan.

Berdasarkan catatan, eksistensi dampak dari tindakan anti persaingan dapat terjadi di pasar bersangkutan dimana tindakan anti persaingan berada. Umumnya hal tersebut terjadi pada kasus dimana tindakan anti persaingan berdampak secara horisontal dan/atau terhadap pesaing. Pada peristiwa lain, eksistensi dampak dapat terjadi pada pasar bersangkutan yang berbeda dengan pasar bersangkutan dimana tindakan anti persaingan terjadi. Hal tersebut umumnya dapat terjadi pada tindakan anti persaingan yang berdampak secara vertikal dan/atau bukan terhadap pesaing.[dni]

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s