210809 Pemerintah Diminta untuk Mengakhiri Privatisasi Air

JAKARTA —Pemerintah diminta untuk mengkahiri privatisasi air karena kebijakan tersebut cenderung merugikan rakyat dan tidak sesuai dengan amanat kontitusi.

 

“Kebijakan privatisasi terhadap sumber daya air harus segera diperbaiki. Undang-undang No 7/2004 yang  memayunginya dibuat karena ada tekanan dari kekuatan asing dan perilaku KKN pemegang kekuasaan masa lalu,” tegas Koordinator Komisi Penyelamat Kekayaan Negara (KPK-N) Marwan Batubara di Jakarta, Kamis (20/8).

 

Menurut Marwan, hadirnya UU No 7/2004 tak dapat dilepaskan dari tekanan World Bank, ADB, dan IMF yang menguntungkan perusahaan asing untuk mengeruk sumber daya air Indonesia .

 

“Kebijakan privatisasi air membuat jaminan pelayanan hak dasar rakyat banyak ditentukan oleh swasta dengan mekanisme pasar. Ini jelas sudah bertentangan dengan amanat konstitusi yang mengatakan bumi dan isinya harus dikuasai oleh negara,” katanya.

 

Selain itu, lanjutnya, dari sisi lingkungan akibat privatisasi air, hak rakyat di sekitar hutan yang selama ini mengambil air dari sumber air di wilayahnya kian terancam. “Mereka harus rela membagi air yang selama turun temurun diambil secara gratis yang kemudian dikuasai swasta. Bahkan, bukan tidak mungkin mereka pun harus membayar, tergantung pada kebijakan pemerintah setempat,” katanya.

 

Marwan mencontohkan, eksploitasi air membabibuta dilakukan oleh pihak swasta oleh Danone Group. Danone Group hingga saat ini telah memiliki 16 sumur air minum di berbagai daerah di Indonesia . Dua sumur terbesar yang mensuplai lebih dari 70 persen air merk Aqua adalah sumur Klaten dan Sukabumi.

 

Hingga kurun waktu 2004, group usaha ini selalu mencantumkan dalam label kemasannya produk air munumnya darimata air pegunungan, namun pada kenyataannya sumber AMDK Aqua berasal dari eksploitasi air tanah di berbagai daerah. Untuk di sumur Klaten yang seharusnya hanya diizinkan menyedot air sebanyak 20liter/detik pihak Danone group mampu menguras air hingga 64 liter/detiik. Danone group menyatakan “membuang” air yang tersisa dari 64 liter tersebut.

 

Diperkirakan eksploitasi air yang dilakukan di sumber-sumebr air di Kabupaten Klaten oleh Aqua Danone mencapai 40 juta liter/bulan. Jika dengan estimasi harga jual 80 miliar rupiah per bulan maka nilai eksploitasi mencapai 960 miliar rupiah per tahun. sementara itu, untuk eksploitasi di Kabupaten Klaten Aqua Danone hanya memberi 1,2 miliar rupiah sebagai kontribusi RAPBD Kabupaten Klaten dan tiga hingga empat juta rupiah pembayaran pajak.

 

“Pada 2025 diperkirakan dua pertiga dari penduduk dunia tidak akan memiliki akses kepada airminum. Bisa dibayangkan jika tidak adari sekarang pemerintah menghentikan privatisasi air, bagaimana rakyat sengsaranya nanti. Karena itu saya meminta pemerintah secepatnya turun tangan untukmenghentikan privatisasi,” katanya.

 

Berdasarkan catatan, di Indonesia pada 1997 terdapat 20 investor asing dan nasional telah antri untuk melakukan investasi di sektor penyediaan air bersih dengan nilai total investasi sekitar 3,68 triliun rupiah. di antara investor asing yang tertarik adalah Suez Lyonnaise des Eaux (Perancis) dan Thames Water (Inggris).

 

Rencananya sejumlah 250 Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) milik negara yang tersebar di 27 provinsi akan diprivatisasi dengan menggunakan dana bantuan dari World Bank sebesar 80 juta dollar AS.

 

Sedangkan dari sejumlah 246 perusahaan Air Minum dalam Kemasan (AMDK) yang beroperasi di Indonesia dengan total produksi sebesar 4,2 miliar liter, 65 persen dipasok oleh dua perusahaan asing (Danone dan Coca Company). Sisanya diproduksi oleh 224 perusahaan lokal.

 

Secara global, perusahaan air berlomba-lomba menguasai bisnis air dengan keuntungan potensial setiap tahun dimana pun mencapai 400 miliar dollar AS hingga tiga triliun dollar AS. Pangsa air di dunia saat ini diperkirakan mencapai 800 miliar dollar AS melibatkan 6 persen populasi dunia yang membayar kepada korporasi air untuk mendapatkan air.[dni]

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s