190809 Pemudik Menggunakan Kapal Laut Diprediksi Naik 10 Persen

kapal-lautJAKARTA —Jumlah pemudik yang menggunakan kapal laut selama masa   Lebaran 2009 (1430 H) diprediksi akan naik 10 persen ketimbang tahun lalu atau mencapai 1.118.731 orang.

Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Departemen Perhubungan Bobby R Mamahit mengungkapkan, prediksi itu dikeluarkan berdasarkan tinggginya permintaan untuk menggunakan angkutan udara oleh pemudik sehingga angkutan laut tidak akan naik begitu besar.

“Angkutan laut akan menjadi primadona untuk pemudik yang menggunakan  rute  kawasan Indonesia timur karena terbatasnya  armada angkutan udara di sana ,” ujarnya di Jakarta , Selasa (18/8).

Sedangkan faktor pendorong lain yang memicu kenaikan jumlah penumpang angkutan laut adalah adanya masa cuti bersama pegawai negeri sipil (PNS) dan pegawai swasta.

Untuk menyikapi kondisi ini, menurut Bobby, selama masa arus mudik dan balik telah disiapkan sedikitnya 593 unit kapal penumpang yang berkapasitas angkut hingga 3.309.295 orang penumpang. Jumlah tersebut belum termasuk kapal-kapal cadangan yang akan dioperasikan pada kondisi dan keadaan tertentu.

”Sementara potensi armada angkutan laut yang kita miliki seluruhnya mencapai 725 unit kapal dengan kapasitas sebanyak 155.163 tempat duduk. Total kemampuan angkut seluruh kapal mulai H-15 hingga H+15 Lebaran, mencapai 3.193.561 penumpang,” katanya.

Dari seluruh potensi tersebut, PT Pelni akan memberikan kontribusi terbesar dengan 28 armada dari berbagai jenis kapal dan bobot (termasuk Ro-Ro) yang dimilikinya, yang berkapasitas mencapai 38.014 tempat duduk dan 600 kendaraan. Khusus pada masa lebaran, dengan diberlakukannya dispensasi kelebihan penumpang, kapasitas kapal-kapal milik Pelni tersebut bertambah menjadi 47.442 tempat duduk.

Sepanjang masa angkutan lebaran H-15 hingga H+15, armada Pelni diperkirakan mengangkut hingga 1.001.217 orang penumpang. Rinciannya, 25 unit kapal khusus penumpang yang berkapasitas 44.973 diprediksi mengangkut hingga 936 ribu penumpang. Sedangkan tiga unit kapal Ro-Ro yang berkapasitas total 2.469 tempat duduk akan memberikan kontribusi tambahan sebesar 65.217 penumpang.

Sementara total armada perintis yang beroperasi pada masa Lebaran 2009 ini mencapai 58 unit kapal berkapasitas 15.700 penumpang, dan diperkirakan mengangkut sebanyak 39.765 penumpang sepanjang masa Lebaran.

Di luar milik Pelni, kapal-kapal Ro-Ro milik perusahaan swasta yang disiapkan untuk mengangkut pemudik berjumlah 21 unit (kapasitas 17.754 penumpang) yang akan mengangkut sebanyak 399.197 orang sepanjang masa Lebaran.

Sedangkan kapal-kapal ferry cepat swasta juga disiapkan sebanyak  17 unit dengan kapasitas angkut 4.069 penumpang.

Selain itu, disiapkan pula 601 unit kapal swasta jarak dekat yang berkapasitas total 70.198 penumpang, yang berkemampuan mengangkut sebanyak 1.403.960 penumpang pada kurun H-15 hingga H+15 Lebaran.

Berkaitan dengan dispensasi pengangkutan penumpang, Bobby menjelaskan,  diberikan secara selektif terhadap kapal-kapal barang agar bisa mengangkut penumpang sesuai ketentuan yang berlaku. Ini salah satu kebijakan yang dikeluarkan Ditjen Perhubungan Laut untuk masa lebaran. Dispensasi khusus ini diutamakan bagi kapal-kapal yang melayani rute-rute perintis, baik untuk kapal yang dioperasikan Pelni maupun swasta.

”Jadi tidak semua kapal dapat dispensasi, dan ada dua jenis dispensasi yang kita keluarkan selama Lebaran ini. Yaitu dispensasi kelebihan penumpang untuk kapal penumpang dan Ro-Ro, serta dispensasi bagi kapal barang untuk mengangkut penumpang,” sambung Bobby.

Kebijakan lain yang dikeluarkan Ditjen Perhubungan Laut selama masa lebaran ini adalah memberikan prioritas pelayanan sandar kapal penumpang, hewan, kapal perintis dan Ro-Ro serta kapal pengangkut bahan pokok (beras dan gula).

Kebijakan lainnya adalah meningkatkan kewaspadaan, kelancaran, ketertiban, keamanan, dan keselamatan prasarana dan sarana transportasi laut. Upaya peningkatan kewaspadaan keamanan di pelabuhan dan di kapal juga diterapkan.

”Kami juga meminta dukungan pengoperasian kapal TNI AL utuk mengantisipasi kekurangan kapasitas berdasarkan kebutuhan. Selain itu, melakukan koordinasi dengan instansi terkait seperti Departemen Pertanian dan Departemen Perdagangan,” ujar Bobby.

Aturan khusus lain yang juga dikeluarkan adalah ketentuan untuk tidak melakukan docking pada saat peak seasons (masa padat) bagi kapal-kapal penumpang dan Ro-Ro.

Selaraskan

Sementara itu, Kepala Pusat Komunikasi Publik Departemen Perhubungan Bambang S Ervan mengungkapkan, pemerintah sedang menyelaraskan  sejumlah ketentuan di dalam perjanjian angkutan udara antara Indonesia dengan negara-negara anggota Uni Eropa.

”Sedang dilakukan  horizontal agreement antara Indonesia dengan Uni Eropa. Pemerintah kita diwakili oleh Dirjen Perhubungan Udara (Herry Bakti) sedangkan dari UE diwakili Mr. Gilles Gantelet,” jelasnya

Dipaparkannya,  pasal-pasal yang diselaraskan tersebut antara lain yang terkait dengan rute tujuan negara anggota UE (designation by member state), keselamatan penerbangan (safety), pengenaan pajak bahan bakar pesawat (taxation of aviation fuel), serta penyelarasan aturan-aturan persaingan (compatibility with competition rules).

”Perjanjian  ini sebenarnya sudah pernah dibahas dengan negara-negara anggota UE, tetapi tidak berlanjut karena keluarnya larangan terbang. Nah, sekarang setelah larangan terbang dicabut, UE kembali mengundang kita untuk membahasnya,” katanya.[dni]

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s