190809 Id-Wibb Inisiasi Pembuatan Perangkat BWA Lokal

wimax-1Jakarta—Para pegiat telematika yang bergabung dalam Indonesia Wireless Broadband (Id-Wibb) sedang menginisiasi pembuatan perangkat lokal  berbasiskan teknologi Worldwide Interoperability for Microwave Acces (Wimax) guna menolong para operator Broadband Wireless Access (BWA) dalam memasarkan jasanya.
“Kami sedang berbicara dengan satu vendor perangkat Wimax dari Taiwan yang biasa bermain di Original Equipment Manufacture (OEM). Perusahaan ini banyak memasok perangkat ke operator atau manufaktur besar di dunia,” ungkap Anggota Id-Wibb Wahyu Haryadi kepada Koran Jakarta, Selasa (18/8).

Dijelaskannya, tahap pertama yang dilakukan oleh organisasinya untuk menggandeng perusahaan asal Taiwan tersebut adalah mendirikan perusahaan atas nama bersama di Indonesia. Setelah itu dilanjutkan dengan transfer teknologi pembuatan perangkat untuk konsumen dan  pendirian pabrik.

“Intinya kami ingin membuat perangkat made in Indonesia yang memenuhi tingkat kandungan lokal sesuai permintaan pemerintah yakni 30 persen, mulai tahun depan,” ujarnya.

Wahyu mengatakan, perangkat yang dibuat nantinya akan memiliki interperobility dengan buatan luar negeri dan   difokuskan bagi Wimax dengan standar 16e atau mobile. “Kami tidak mau membuat perangkat berbasis standar 16d (nomadic) karena tidak lagi dikembangkan di luar negeri. Tujuan lain dari pendirian pabrik ini adalah untuk membangun ekosistem wimax 16e agar tender frekuensi untuk standar tersebut digelar pada tahun depan,” katanya.

Wahyu menjamin, perangkat yang dijual oleh pabrik besutannya akan lebih murah 50 persen ketimbang yang dijual oleh dua perusahaan lokal yang memproduksi untuk standar 16d. “Jika perangkat sekarang yang dijual seharga 300 dollar AS, perangkat kami nantinya bisa mencapai 150 dollar AS. Ini akan menolong operator BWA nantinya dalam mengatasi kelangkaan perangkat sehingga belanja modalnya tidak lagi dihabiskan buat subsidi belanja perangkat bagi konsumen,” katanya.

Pada kesempatan sama, juru bicara Konsorsium Wimax Indonesia (KWI) Roy Rahajasa Yamin mengakui masalah perangkat menjadi kendala bagi pihaknya untuk mengembangkan wimax sesuai standar pemerintah. “Seharusnya kuartal ketiga ini KWI mulai membangun, tetapi masalahnya perangkat yang tersedia saat ini belum proven. Kami ingin berbicara ke pemerintah untuk diberikan solusi,” katanya.

Untuk diketahui, dua perusahaan lokal yang telah memenuhi ketentuan pemerintah dalam membuat perangkat wimax dengan standar nomadic adalah Hariff dan TRG. Sedangkan pesaing terdekat dari pabrik besutan Id-Wibb adalah LEN Industri yang telah berencana mengeluarkan investasi sebesar 15 miliar rupiah untuk mengembangkan perangkat wimax dengan standar 16e.

Pemerintah sendiri pada Juli lalu telah menetapkan 8 operator sebagai pemenang tender BWA dengan standar nomadic. Kedelapan operator itu adalah   First Media,  Telkom, Indosat Mega Media, Internux, Jasnita Telekomindo, Berca Hardayaperkasa, Konsorsium Wimax Indonesia, dan Konsorsium Comtronics System, dan PT Adiwarta Perdania.

Namun, hadirnya teknologi wimax dengan nomadic ini banyak mendapatkan cibiran dari para praktisi karena pemerintah dianggap salah memilih standar dan kemahalan menetapkan harga frekuensi sehingga berujung pada terancamnya penyelenggaraan internet dengan biaya murah.

Pandangan sinis itu muncul berdasarkan  kajian  wimax forum belum lama ini yang mengungkapkan nilai pasar dari teknologi ini mencapai satu miliar dollar AS pada 2009 dan akan melonjak sebesar 4 miliar dollar AS pada 2013.  Sedangkan pada 2012 diperkirakan pengguna wimax akan mencapai 133 juta pelanggan dimana 75 persen perangkat memiliki standar mobile atau 16e.[dni]

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s