130809 Qtel Belum Ada Sinyal Suntik Dana Segar

JAKARTA —Qatar Telecom (Qtel) sebagai pemilik mayoritas dari PT Indosat Tbk (Indosat) belum ada memberikan sinyal akan menyuntikkan dana segar bagi industri telekomunikasi setelah setahun mengakuisisi operator kedua terbesar di Indonesia itu.

“Pencarian pendanaan kemungkinan masih melalui hutang atau menerbitkan obligasi,” ungkap Presiden Direktur Indosat Harry Sasongko di Jakarta, Rabu (12/8).

Diungkapkannya, untuk belanja modal dari perseroan sebesar 650 juta dollar AS pada tahun ini sudah dalam posisi aman. “Jika pun akan ada penerbitan obligasi, itu rencananya untuk refinancing dan belanja modal tahun depan,” ungkapnya.

Menurut Harry, dalam memenuhi belanja modalnya hal yang wajar pemegang saham mencari sumber yang bisa menguntungkan bagi perseroan. “Jika pinjam ke pemegang saham ternyata bisa lebih mahal tentu tidak dilakukan. Karena itu semua sumber harus dikaji,” katanya.

Harry yang baru saja sehari menduduki posisi nomor satu di Indosat menegaskan, Qtel sebagai pemegang saham mayoritas memiliki komitmen yang tinggi untuk membangun industri telekomunikasi. “Salah satu caranya bisa dengan sharing teknologi atau memanfaatkan jaringannya yang luas. Sebagai grup telekomunikasi besar ada keuntungan yang didapat Indosat berada di bawah Qtel dalam bernegosiasi dengan vendor besar,” katanya.

Selanjutnya Harry mengungkapkan, sebagai nakhoda baru di operator tersebut akan menerapkan tiga strategi guna membawa Indosat ke arah yang lebih baik. Tiga strategi itu adalah fokus kepada pelanggan, sinergi dengan anak usaha, dan harmonisasi bersama stakeholder.

Secara terpisah, Koordinator Komisi Penyelamat Kekayaan Negara (KPK-N) Marwan Batubara mengaku pesimistis dengan sepak terjang Harry membawa Indosat ke arah lebih baik ke depannya.

“Satu hal yang pasti meskipun sosoknya orang lokal, belum tentu suara lokal yang diutamakannya. Saya tidak yakin belanja modal atau dana operasi akan banyak digunakan untuk produk lokal. Sinyalnya sudah jelas, memanfaatkan sinergi dengan aliansi pemegang saham. Kalau begini apa manfaatnya Qtel masuk ke Indonesia . Tidak ada dana segar yang masuk ke sektor riil,” tegasnya.

Marwan menduga, Qtel akan sama saja dengan pemilik lama Indosat yaitu Singapore Technologies Telemedia (STT) yang lebih senang menerbitkan obligasi atau berhuntang dengan perbankan untuk memenuhi belanja modalnya. “Jika demikian itu kan uang masyarakat juga dipakai,” katanya.

Berdasarkan catatan, Indosat sejak dimiliki oleh STT memang sering menerbitkan obligasi atau berhutang kepada sindikasi perbankan. Bahkan, ketika Qtel telah membeli kepemilikan STT sebesar 23 hingga 24 triliun rupiah, kebijakan menerbitkan obligasi masih terus dilanjutkan.

Pada 31 Desember 2008 total hutang perusahaan adalah sebesar 21,76 triliun rupiah dengan komposisi 51 persen dalam rupiah dan sisanya dollar AS. Sedangkan pada  tahun depan  obligasi senilai 234,7 juta dollar AS akan jatuh tempo. [dni]

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s