120809 Pertumbuhan Terjadi di Konsumsi Transportasi Pribadi

JAKARTA–Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) menilai sektor transportasi yang diklaim oleh Badan Pusat Statistik mengalami pertumbuhan adalah pada konsumsi pribadi bukan di sektor korporasi.

“Saya rasa klaim BPS itu terjadi di sektor konsumsi transportasi pribadi seperti masyarakat yang belanja jasa angkutan umum atau Bahan Bakar Minyak (BBM). Tidak mungkin di sektor korporasi,” ungkap Sekjen MTI Danang Parikesit di Jakarta, Selasa (11/8).

Menurut Danang, secara bisnis sektor tranportasi justru menunjukkan penurunan karena ekspor sedang mengalami penurunan.

“Setahu saya logistik internasional turun sebesar 20 hingga 40 persen,” katanya. 

Sebelumnya, BPS mengungkapkan,  penyumbang pertumbuhan ekonomi pada kuartal II 2009 dibanding kuartal II 2008 sebesar 4,0 persen terdiri dari berbagai sektor.

Sektor terbesar dari sektor industri pengangkutan dan komunikasi yang mencapai 1,4 persen, khususnya sektor komunikasi dan lebih khusus lagi sektor telepon selular.

Perbaikan
Secara terpisah, para pengusaha yang tergabung dalam Organisasi Angkutan Darat  (Organda) mendesak   pemerintah secepatnya  memperbaiki infrastruktur jalan di pulau Jawa dan Sumatra sebelum datangnya musim mudik 2009.     

Ketua  DPP Organda Murphy Hutagalung mengungkapkan,  kondisi jalan sepanjang Pantura dan Lintas Selatan di pulau Jawa saat ini belum mendukung upaya mengurangi angka kecelakaan selama angkutan Lebaran karena sejumlah titik jalan masih rusak, serta adanya potensi kemacetan.    

“Jika tidak cepat diperbaiki angka kecelakaan bisa meningkat. Apalagi pada tahun ini diperkirakan   pemakai kendaraan bermotor dan pribadi  saat Lebaran nanti diperkirakan meningkat  10 persen ketimbang tahun lalu,” katanya. 

 Berdasarkan data Departemen Perhubungan yang diambil dari Mabes Polri, jumlah kecelakaan lalu lintas jalan yang terjadi selama H-7 hingga H+7 pada Lebaran 2008 mencapai 1.320 kasus dengan kerugian materil sebesar 4,8 miliar rupiah.    Meskipun  Dephub mengklaim telah melakukan upaya yang terbaik untuk menekan angka kecelakaan, kenyataannya korban meninggal pada Lebaran 2008 mencapai 616 orang dengan korban luka berat dan ringan masing-masing 780 orang, dan 1.336 orang.    Data Dephub itu mengungkapkan secara keseluruhan jumlah pemudik selama Lebaran 2008 mencapai 22,27 juta orang atau naik 4,75 persen jika dibandingkan dengan 2007 sebanyak 21,30 juta orang.    Pada Lebaran 2008, Dephub mencatat pemudik yang menggunakan mobil pribadi mencapai 5,31 juta orang atau naik 9 persen  jika dibandingkan dengan Lebaran 2007 yang tercatat sebanyak 4,68 juta orang.    Sementara itu, pemudik yang menggunakan armada sepeda motor meningkat sebesar 8 persen menjadi 3,20 juta orang jika dibandingkan dengan Lebaran 2007 sebanyak 2,96 juta orang.    Selanjutnya Murphy menjelaskan, melihat kecenderungan kenaikan pengguna sepeda motor untuk kegiatan mudik dan kondisi infrastruktur jalan saat ini, angka kecelakaan di jalan saat musim angkutan Lebaran tahun ini berpeluang naik hingga 10 persen.[Dni]

110809 Telkom Andalkan ODP

JAKARTA— Telkom mengembangkan inovasi On Device Program (ODP) guna mengakali keterbatasan kanal yang dimilikinya di spektrum 800 MHz bagi layanan data Fixed Wireless Access (FWA) Flexi.

Saat ini Telkom memiliki dua kanal di frekeunsi tersebut. ODP adalah inovasi membenamkan konten pada ponsel secara langsung sehingga bisa berhubungan dengan server milik Telkom. Konsep ini tidak membutuhkan kanal yang besar mengingat pengguna tidak perlu menarik data.

“Keuntungan lain dari konsep ini adalah jika SIM Card ditarik dari ponsel dan dipindahkan ke ponsel non Flexi, maka konten tidak bisa diakses,” ujar Deputy Executive General Manager Divisi Flexi Judi Achamdi di Jakarta, Senin (10/8).

Direktur Konsumer Telkom I Nyoman Wiryanata menambahkan, Telkom harus melindungi konten yang dimilikinya seiring dengan strategi perseroan yang ingin meningkatkan kualitas pendapatan dari pelanggan.

“Saat ini Flexi digunakan oleh 13,8 juta pelanggan. Sebanyak 650 ribu merupakan pelanggan komunitas yang rajin mengakses konten. Ini harus dipelihara agar ARPU tetap stabil,” katanya.

Diungkapkannya, segmen komunitas lain yang sedang digarap Telkom saat ini adalah umat muslim yang akan menunaikan ibadah puasa. “Kami menggandeng empat vendor ponsel yakni Nexian, Haier, ZTE, dan Huawei yang menghadirkan konten nuansa islami, seperti Quran Mobile, Hadits, zakat, infaq, ringtone, beserta aplikasi islami lainnya,” katanya.

Diharapkannya, ponsel yang menjual konten muslim tersebut akan digunakan sekitar 100 hingga 200 ribu pelanggan. Sedangkan untuk tahap pertama disediakan 20 ribu unit ponsel muslim.

“Target kami hingga akhir tahun pelanggan Flexi berjumlah 14,7 hingga 15,7 juta nomor. Memang kecil penambahannya, tetapi akan digenjot pendapatan dari pelanggannya,” katanya.[dni]