060809 Operasional Dua KMP Dihentikan Sementara

Jakarta-Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Departemen Perhubungan menghentikan operasional dua  kapal motor penumpang (KMP) karena dinilai tidak laik laut.

KMP yang dihentikan adalah Ulin Ferry milik PT Dharma Lautan Utama dan KM BSP I milik PT Bukit Samudera Perkasa.

KMP Ulin Ferry yang melayani trayek Kariangau – Panajam dinilai  tidak laik laut karena tidak melengkapi peralatan untuk keselamatan penumpang diantaranya perlengkapan navigasi, peralatan pemadam kebakaran, ramp door, dan sarana lashing.

Sedangkan KM BSP I yang melayani trayek Merak – Bakauheni dihentikan  karena kapal tersebut mengalami bolong pada haluan kapal sebelah kiri akibat tabrakan.

Dirjen Perhubungan Laut Sunaryo mengatakan, penghentian sementara dua KMP tersebut sebagai hasil uji petik yang dilaksanakan direktoratnya sebagai shock therapy menjelang datangnya musim Lebaran.

“Uji petik ini sebagai shock therapy untuk pengusaha kapal. Selain itu juga merupakan tanggung jawab Dirjen Perhubungan Laut kepada masyarakat agar mendapatkan keselamatan” tegasnya di Jakarta, Rabu (5/8).

Dijelaskannya, dua pemilik kapal diberikan batas waktu hingga  H – 15 dari Hari Idul Fitri 2009 untuk memperbaiki kapal, jika tidak diperbaiki atau dilengkapi kelengkapan keselamatan, maka  kapal tersebut tidak bisa dioperasikan.

Uji petik ini dilaksanakan secara acak terhadap 39 kapal di 18 lokasi  yaitu Pelabuhan Tanjung Emas, Tanjung Perak, Tanjung Balai Karimun, Tanjung Priuk, Tanjung Balai Asahan, Ketapang, Dumai, Batam, Merak, Pare – Pare, Banjarmasin, Balikpapan dan Nunukan.

Jenis kapal yang diuji petik antara lain kapal penumpang Pelni, kapal kecepatan tinggi, kapal cargo, kapal perintis dan kapal pedalaman.

Dari 39 kapal yang diuji petik hanya ada tiga kapal yang memenuhi syarat yaitu KMP Sereta Doma, KMP Caraka Jaya III dan KMP Kiranan Tiga

Selanjutnya Sunaryo mengungkapkan, disamping menghentikan operasional dua KMP, pihaknya  juga meminta kepada Administrasi Pelabuhan (Adpel) bekerja maksimal dalam pengawasan.

“Adpel Balikpapan diperintahkan untuk menempatkan petugas jaga pada lintasan Kariangau – Panajam, sementara untuk Adpel Banjarmasin diperintahkan untuk melakukan pengawasan terhadap kapal – kapal pedalaman yang melayani angkutan laut” katanya.[Dni]

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s