030809 Postel Optimistis RUU Pos Disahkan

posindo1JAKARTA—Direktorat Jenderal Pos dan Telekomunikasi (Postel) optimistis   Rancangan Undang-undang Pos (RUU) akan diplenokan guna disahkan oleh Dewan Perwakilan rakyat (DPR) pada bulan depan guna memberikan kepastian regulasi pada industri pengiriman dokumen.  

“Rapat kerja dengan Komisi I DPR sedang berjalan terus. Saya optimistis bisa diselesaikan masalah-masalah yang masih mengganjal dalam UU tersebut menjelang berakhirnya masa bakti anggota DPR periode 2004-2009,” ungkap Dirjen Postel Basuki Yusuf Iskandar kepada Koran Jakarta, Minggu (2/8).

Diungkapkannya, masalah yang masih mengganjal berkaitan dengan Public Service Obligation (PSO) ketika bisnis pengiriman dokumen telah dilebaralisasi dan batasan kepemilikan asing di perusahaan pengiriman.

“Selama ini PSO diberikan pada PT Pos Indonesia (Posindo). Jika UU disahkan rencananya PSO tersebut kemungkinan ditenderkan agar ada kompetisi,” katanya.

Dikatakannya, jika PSO ditender maka setiap pelaku usaha dibidang pengirman harus menyumbang dana untuk program tersebut ke pemerintah. “Selama ini dana tersebut berasal dari pemerintah. Jika dilakukan tender, akan ada pungutan untuk PSO. Jadi, semuanya berkontribusi. Tidak bisa hanya mengandalkan dana pemerintah,” katanya.

Masalah lainnya adalah tentang batasan kepemilikan asing di perusahaan pengiriman. “Persentase pembatasan memang belum ada. Tetapi keinginan dari Postel adalah investor dalam negeri harus memiliki perusahaan tersebut secara mayoritas,” katanya.

Berkaitan dengan penolakan yang dilakukan oleh Gabungan Fowarder Penyedia Jasa Logistik & Ekspedisi Seluruh Indonesia (Gafeksi) terhadap RUU Pos, Basuki mengatakan, pendekatan sudah dilakukan kepada para pengusaha tersebut, begitu juga dengan Departemen Perhubungan.

“Kami sudah berdiskusi dengan Gafeksi dan Dephub. Kesepakatannya yang diatur dalam regulasi Pos adalah pengiriman yang berkaitan dengan jasa pos. Jadi, ini tidak mengatur logistik versi Gafeksi. Langkah tersebut sudah tepat mengingat sesuai  Universal Postal Organization (UPO),  pos masuk dalam sub logitik,” katanya

Sebelumnya,  Ketua umum Gafeksi Iskandar Zulkarnain secara tegas, menolak RUU  tentang Pos yang digagas oleh Departemen  Komunikasi dan Informasi (Depkominfo).

Penolakan dan keberatan disampaikan khususnya terhadap frasa “layanan logistik” sebagaimana tercantum dalam pasal 1.1. : pasal 5 (1) c: pasal 5 (4).

Frasa tersebut dinilai  tak berpihak kepada rakyat yang bergerak dalam industri layanan logistik lainnya antara lain, bongkar muat dan pergudangan serta moda angkutan karena tidaka da pembatasan  bagi pelaku usaha layanan logistik yang tidak berada di bawah koordinasi Depkominfo.
Hal itu terjadi karena dalam RUU Pos itu, frasa “layanan logistik”-nya tak dibatasi ruang lingkup pada benda-benda atau barang pos. Padahal, saat ini Gafeksi   bersama sembilan asosiasi terkait layanan logistik di bawah koordinasi Menko Perekonomian sedang menyelesaikan konsep cetak biru logistik nasional.
  

Untuk diketahui,  saat ini di lapangan  ketentuan logistik dan perposan sudah terjadi tumpang tindih, khususnya implementasi Permenhub No. KM 10/1988 dan KM 5/2005.

Bab I pasal 1 butir 5 dalam KM 5/2005 tentang paket adalah kemasan yang berisi barang dengan maksimum berat 30 ribu kg. Jadi,  pengusaha jasa titipan dapat mengangkut paket seberat 30.000 kg atau setara dengan 30 ton, sebagaimana yang dilakukan pengusaha Jasa Pengurusan Transportasi (logistik).

Sedangkan Asosiasi Perusahaan jasa Pengiriman Ekspres Indonesia (Asperindo) mendesak RUU Pos disahkan secepatnya guna   memberikan ketegasan hukum bagi usahanya  mengingat UU Pos yang berlaku selama ini merugikan pengusaha kecil dan menyuburkan monopoli oleh PT Pos Indonesia.[dni]

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s