010809 Pemenang Lisensi BWA Janjikan Internet Murah

JAKARTA–Para pemenang lisensi Broadband Wireless Access (BWA) berjanji akan memberikan tarif internet yang murah ke masyarakat meskipun dalam pembelian frekuensi harus merogoh kocek yang lumayan dalam.

“Jika dihitung dengan pengguna internet yang ada sekarang, tentu kalkulasi harga yang dipasang bisa saja tinggi. Tetapi kami yakin jumlah pengguna internet akan bertambah, sehingga membuat harga yang ditawarkan ketika teknologi Wimax dikomersialkan  lebih murah ketimbang sekarang,” ungkap Direktur Utama First Media Dicky Moechtar di Jakarta, Jumat (30/7).

First Media adalah satu dari delapan pemenang lisensi BWA. Pemenang lainnya adalah Telkom, Indosat Mega Media, Internux, Jasnita Telekomindo, Berca Hardayaperkasa, Konsorsium Wimax Indonesia, dan Konsorsium Comtronics System dan PT Adiwarta Perdania.

Berdasarkan hitungan para praktisi, First Media sebagai pemenang di zona Jabotabek dan Banten akan mengeluarkan dana sekitar 121 milar rupiah per tahun untuk menyewa frekuensi dan biaya hak penyelenggaraan (BHP). 
Guna menutup biaya investasi tersebut, First Media harus membanderol harga internet sebesar 100 ribu rupiah untuk paket unlimited dan memiliki 300 ribu pelanggan baru.

Berdasarkan catatan, tarif internet untuk berlangganan 1 Mbps per bulan dibutuhkan biaya 750 ribu rupiah. Praktisi banyak memperkirakan tarif internet hanya akan terpangkas menjadi 700 ribu rupiah dengan harga frekuensi BWA yang selangit.

Dicky mengungkapkan, permintaan akses internet di Indonesia lumayan tinggi, hal itu terbukti dari eksponensialnya jumlah pengguna selama 3 tahun belakangan ini. “Kunci dari kemenangan pengusung Wimax nantinya adalah pada keterjangkauan dan kecepatan yang dimulai dari 256 kbps,” katanya.

Namun, Dicky enggan mengungkapkan biaya investasi yang dikeluarkan perseroan karena semuanya masih dalam hitungan. Yang jelas diluar belanja modal First Media tahun ini sebesar 20 juta dollar AS,” katanya.

Sementara VP Director Berca Hardayaperkasa Wendra Halingkar mengatakan, proyek implementasi Wimax adalah penyebaran dari akses internet yang berujung pada berlipatnya jumlah pemakai dari 30 juta pelanggan yang ada sekarang.

“Hitungan yang menilai tarif internet tidak akan turun jika pakai skala ekonomi sekarang itu betul. Tetapi kami memiliki rencanan bisnis ke depan dimana prediksinya jumlah pelanggan terus meningkat,” katanya.

Wendra mengatakan, untuk menutup biaya investasinya akan mengandalkan modal sendiri dan berhutang kepada perbankan. “Komposisinya masih dikaji,” jelasnya.

Pada kesempatan sama, Menkominfo Muhammad Nuh menegaskan, jika penyelenggaraan dari Wimax nantinya membuat harga internet menjadi lebih mahal maka itu berarti kegagalan dari semua pihak.

“Jika itu yang terjadi ada kesalahan dari rencana bisnis yang dibuat oleh para peserta lelang atau pemerintah dalam menyiapkan regulasi. Tetapi sejauh ini saya masih yakin tarif akan tetap turun,” katanya.

Frekuensi 3G
Berkaitan dengan penambahan frekuensi 3G sebesar 5 Mhz bagi lima operator (Telkomsel, XL, Indosat, Three, Axis),  Dirjen Postel Basuki Yusuf Iskandar mengatakan basis harga yang ditetapkan adalah sebesar 160 miliar rupiah.

“Depkeu sudah menyetujui harga tersebut dalam periode tertentu dipakai. Sejauh ini baru Telkomsel yang menyetujui,” katanya.

Basuki menegaskan, pemerintah memberikan batas waktu hingga 5 Agustus bagi empat operator lainnya dalam menentukan sikap terhadap penambahan frekuensi.

Direktur Utama PT Exelcomindo Pratama Tbk (XL) Hasnul Suhaimi mengatakan pihaknya masih melakukan pembicaraan internal masalah hal ini.

“Kami masih belum memutuskan apakah akan mengambil atau tidak,” ujarnya.

Sedangkan, Chief Marketing Officer Indosat Guntur S Siboro  juga mengatakan pihaknya  masih melakukan berbagai pertimbangan.

“Keputusan resmi jawaban dari Indosat baru akan disampaikan besok,” ujarnya.

Head of Corporate Communication Natrindo Anita Avianty mengaku pihaknya dan beberapa operator sudah bertemu dengan Depkominfo mengenai penawaran tersebut.

“Kami akan menyampaikan tanggapan secara formal kepada pemerintah sesuai dengan target waktu yang diberikan,” ujarnya.[Dni]