310709 Sumber Pelanggan Baru Operator Kian Terbatas

JAKARTA–Sumber pelanggan baru dari operator untuk menambah jumlah pelanggan kian terbatas pada semester II ini akibat krisis ekonomi yang melanda Indonesia.

“Di Indonesia terdapat tiga sumber untuk menambah pelanggan baru yakni anak muda (early adopter), segmen menengah bawah, dan pembukaan area baru,” ungkap Chief Marketing Officer Indosat Guntur Siboro di Jakarta, Kamis (30/7).

Dikatakan Guntur, akibat krisis ekonomi, operator menurunkan belanja modalnya sehingga ekspansi jaringan menjadi berkurang. “Hanya ada peningkatan kapasitas di area yang telah terbuka. Ini berarti satu sumber pelanggan baru telah tertutup,” katanya.

Sedangkan untuk menggarap segmen ekonomi bawah menjadi sulit akibat adanya krisis ekonomi. “Kaum segmen menengah bawah ini cenderung menahan uangnya untuk berkomunikasi. Uang lebih banyak digunakan untuk memenuhi kebutuhan dasar,” jelasnya.

Harapan terakhir, kata Guntur, terletak pada anak muda. “Dari 30 juta prediksi adanya pelanggan baru di Indonesia, 60 persen dari segmen ini. Karena itu Indosat melalui produk IM3 ingin fokus ke segmen ini,” katanya.

Sayangnya, segmen anak muda memiliki pola berkomunikasi yang tidak tinggi karena masih menimbang biaya penggunaan.

Untuk memenuhi keinginan dari segmen tersebut Indosat meluncurkan program IM3 Grup dimana memudahkan anak muda berkomunikasi dengan kelompoknya.

“Namun ini berpengaruh pada pendapatan operator. Walau penggunaan tinggi, biaya murah tentu tidak signifikan mengangkat pendapatan. Bahkan di kala Ramadan nanti dimana biasanya pendapatan operator bisa meningkat 40 persen, diperkirakan nanti hanya tumbuh 10 persen,” katanya.

Secara terpisah, GM Pemasaran Telkomsel Nirwan Lesmana mengatakan, Telkomsel masih mengandalkan penambahan pelanggan dari area baru karena memiliki besaran belanja modal yang sama dengan tahun lalu.

“Operator yang mengandalkan anak muda karena belum optimal menggarap rural area. Kami masih memperluas jangkauan dengan konsisten,” tegasnya.

Sebelumnya, hasil riset Nielsen mengungkapkan, pada sisa semester kedua nanti masyarakat akan cenderung menahan diri untuk meningkatkan kemampuan teknologi informasinya. Dari 500an responden mengatakan 47 persen akan menahan diri untuk melakukan hal itu.[Dni]

310709 Indeks Kepercayaan Konsumen Indonesia Tertinggi di Dunia

JAKARTA—Tingkat kepercayaan konsumen Indonesia bertengger di posisi teratas di dunia untuk periode Juni ini.

Tercatat, indeks kepercayaan konsumen Indonesia berada di level 112,5 persen, mengalahkan India yang memiliki indeks 112,1 persen atau Philipina (102,6 %).

“Level kepercayaan konsumen Indonesia menunjukkan peningkatan setelah pada semester kedua 2008 menunjukkan penurunan,” ungkap Direktur Eksekutif Consumer Research The Nielsen Company Indonesia , Catherine Eddy di Jakarta, Kamis (30/7).

Diungkapkannya, pada semester kedua tahun lalu indeks kepercayaan konsumen Indonesia berada pada level 110 persen atau turun 10 persen ketimbang semester pertama 2008.

Menurut Catherine, terus naiknya indeks kepercayaan konsumen  menunjukkan   Indonesia tidak ‘terikat’ oleh krisis keuangan global. “ Ada juga gabungan faktor lainnya yang mendorong indeks naik yakni perekonomian di Indonesia lebih bergantung pada konsumsi lokal jika dibandingkan para negara tetangga di kawasan ASEAN. Hal itu dibuktikan dengan 65 persen GDP dihabiskan untuk konsumsi lokal,” katanya.

Kondisi ini, lanjutnya,   memberikan keuntungan tersendiri berupa perlindungan apabila ekspor sedang lesu.  Faktor lainnya yang membuat indeks meningkat adalah situasi politik yang stabil, tingkatan inflasi yang rendah, tidak adanya pekerja yang kehilangan pekerjaan dalam jumlah yang sangat dramatis,

“Kami juga melihat pertumbuhan di bidang perdagangan retail ikut mendukung tingkat kepercayaan konsumen. Nilai dari pasar retail dalam setahun berdasarkan data Mei 2009 tumbuh sekitar 7 persen  dibandingkan pada periode yang sama tahun lalu,” jelasnya.

Catherine memperkirakan, setelah bulan Juni lalu tingkat kepercayaan konsumen akan terus meningkat dan pengeluaran masyarakat untuk berbelanja akan ikut naik. “Ada Lebaran dimana akan memicu masyarakat konsumtif. Beberapa produk rumah tangga akan menunjukkan peningkatan pembelian. Sedangkan untuk barang luks seperti mobil dan sepeda motor mulai naik penjualannya pada semester kedua ini,” ungkapnya.

Selanjutnya Catherine memprediksi, melihat hasil survei kepercayaan konsumen secara global, maka   pada kuartal kedua tahun ini, resesi ekonomi yang melanda dunia telah mencapai titik terendah.

“Pada survei kepercayaan konsumen global, kami melihat pertanda awal bahwa sejauh konsumen dunia peduli, resesi telah mencapai titik terendah,” katanya.

Tiga bulan kemudian, dia menambahkan, konsumen dunia mulai memikirkan ide tentang pemulihan yang menjadi titik balik utama.

Menurut Catherine, berdasarkan survei Kepercayaan Konsumen Global yang dilakukan Nielsen, harapan konsumen agar krisis ekonomi global segera teratasi semakin menguat pada kuartal kedua 2009 .

“Indeks Nielsen yang dilakukan di 28 negara pada Juni 2009 telah meningkat menjadi 82 poin atau bertambah 5 poin dari 77 poin pada Maret,” katanya.

Naiknya indeks tersebut dipicu oleh peningkatan optimisme konsumen dan stok pasar di kawasan Brazil , Russia , India , China (BRIC), juga beberapa negara utama di Asia .

Survei tersebut melibatkan 14.029 orang konsumen online dari 28 negara, 501 orang di antaranya berasal dari Indonesia . Survei dilakukan pada 15 – 29 Juni 2009.[dni]