300709 LTE Terancam Tidak Bisa Diimplementasikan

wimax-1JAKARTA—Teknologi Long Term Evolution (LTE) terancam tidak bisa diimplementasikan di Indonesia jika pengusung inovasi tersebut tidak mampu mengajak mitra lokal bekerjasama guna memenuhi ketentuan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN).

 

“Saat ini sedang dikaji kemungkinan untuk menerapkan masalah TKDN ala di Wimax di LTE guna memberikan equal playing field bagi kedua teknologi tersebut. jika para pengusung LTE tidak bisa memenuhi TKDN, bisa saja tidak bisa melenggang di Indonesia,” ungkap Direktur Standardisasi Ditjen Postel Depkominfo Azhar Hasyim di Jakarta, Rabu (29/7).

 

LTE adalah siklus terakhir pengembangan teknologi data seluler  dengan standar   IEEE 802.20 yang diproyeksikan menemukan momentumnya pada 2010 nanti.  Di luar negeri diperkirakan LTE tidak akan dikomersialkan akhir tahun ini. LTE banyak dipergunakan operator untuk meningkatkan kapasitas dan kecepatan akses data.  Hal ini karena  dari aspek ketersediaan spektrum, LTE dapat  digunakan pada alokasi yang tersedia

Azhar mengatakan, jika dilihat dari perkembangan teknologi seluler pun, LTE sebenarnya bisa saja tidak dibutuhkan oleh operator karena dari sisi evolusi GSM, ketika memasuki era LTE ada garis terputus. “Terdapat persimpangan mau memilih wimax atau LTE. Nah, dimasa depan itu ada terminal yang memungkinkan Wimax dan LTE bisa dalam satu perangkat. Kalau sudah begini, apa urgent LTE dikembangkan di Indonesia,” katanya.

 

  
Selanjutnya dikatakan, khusus untuk perangkat Wimax dengan standar nomadic atau 16d, Postel baru memberikan sertifikasi perangkat kepada PT Hariff dan TRG. “Ada banyak perusahaan asing yang mengajukan sertifikasi, tetapi ditolak karena tidak mampu memenuhi TKDN. Bahkan ada juga yang memasukkan sertifikasi perangkat wimax standar mobile atau 16e. padahal lelang untuk wimax 16e baru dilakukan tahun depan,”katanya.

 

Secara terpisah, Anggota Forum Komunikasi Broadband Wireless Indonesia (FKBWI) Barata Wisnu Wardhana mengungkapkan, kedua perusahaan yang mendapatkan sertifikasi dari Postel standar perangkatnya tidak diakui oleh Wimax Forum.

 

“Lihat saja di Wimax Forum, nama dua perusahaan itu tidak masuk dalam daftar. TRG memproduksi perangkat dengan standar 3,75 MHZ, padahal standar Wimax Forum adalah 5 MHz. jika ini dibiarkan, Indonesia bisa terasing dari dunia internasional,” katanya.[dni]

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s