240709 Palapa Ring Kembali Molor

fiberopticJAKARTA—Proyek mercu yang digagas oleh pemerintah dan dijalankan oleh konsorsium swasta, Palapa Ring, kembali molor dari jadwal yang ditentukan akibat krisis ekonomi.

“Palapa Ring akan dilakukan cangkul pertama untuk serat optiknya pada akhir tahun  atau di bulan Desember, tidak jadi Agustus nanti. Minggu ke berapanya, nanti dikabari,” ungkap Juru bicara Palapa Ring, Rakhmat Junaedi di Jakarta, Kamis (23/7).

Palapa Ring merupakan megaproyek membangun tulang punggung (backbone)   serat optik internasional yang terdiri dari 7 cincin (ring) melingkupi 33 provinsi dan 460 kabupaten di KTI.    Proyek yang awalnya membutuhkan biaya sekitar 225 juta dollar AS itu terdiri dari 35.280 kilometer serat optik bawah laut (submarine cable) dan 21.708 kilometer serat optik bawah tanah (inland cable).

Setiap cincin nantinya akan meneruskan akses frekuensi pita lebar dari satu titik ke titik lainnya di setiap kabupaten.  Akses tersebut akan mendukung jaringan serat optik pita  lebar berkecepatan tinggi dengan kapasitas 300 Gbps hingga 1.000 Gbps di daerah tersebut.

Akibat krisis ekonomi nilai investasi dari proyek menyusut menjadi 140 juta dollar AS. Bahkan peserta konsorsium juga ikut menciut. Sebelumnya terdapat empat operator yang akan mengerjakan walau krisis menerjang awal tahun ini yakni Telkom, Indosat, XL, dan Bakrie Telecom. Namun, kuartal pertama lalu XL mengundurkan diri dan memilih bergabung kembali pada awal tahun depan karena kondisi keuangan perseroan belum sehat.

Rakhmat yang juga Direktur Korporasi Bakrie Telecom tersebut mengungkapkan, selain karena krisis, molornya pengerjaan dari rencana Agustus karena penentuan vendor jaringan belum selesai.

“Akibat adanya peserta yang mundur, konsorsium harus berhitung ulang dengan vendor dan meminta mereka membuat penawaran baru,” katanya.

Diungkapkannya,   tiga vendor  yang sedang berkompetisi adalah NEC Corporation, NSW Fujitsu, dan Alcatel-Lucent. Sebelumnya tiga vendor  menawarkan harga 50 ribu dollar AS untuk harga serat optik per kilometer. Sedangkan konsorsium telah menganggarkan dana sebesar 20 ribu dollar AS.

Secara terpisah, Dirjen Postel Basuki Yusuf Iskandar mengaku belum tahu molornya pengerjaan Palapa Ring. “Saya akan panggil konsorsium. Kita harus tahu dulu alasannya apa,” katanya.

Sebelumnya Basuki menginginkan, pada Agustus nanti pencangkulan pertama proyek itu harus dikerjakan mengingat sudah seringkali proyek itu ditunda oleh konsorsium.

Berkaitan dengan kendala pendanaan yang selama ini dikeluhkan oleh konsorsium, Basuki menjanjikan, akan ada skema kontribusi pemerintah dalam bentuk ICT Fund. Namun, skema ini baru bisa terealisasi pada tahun depan.

Pada kesempatan lain, Direktur Kebijakan dan Perlindungan Konsumen Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat Informasi (LPPMI) Kamilov Sagala mendesak, pemerintah untuk turun langsung membantu pengerjaan Palapa Ring.

“Tidak bisa diserahkan pada swasta karena secara nilai bisnis membangun backbone di wilayah itu tidak menguntungkan. Bukan hal yang aneh swasta mencari segala alasan untuk mengundurkan pengerjaan agar pemerintah turun tangan membantu,” jelasnya. [dni]

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s