180709 Menhub Istruksikan Pengetatan Pengamanan Objek Vital Transportasi

JAKARTA—Menteri Perhubungan Jusman Syafii Djamal menginstruksikan pada jajaran di bawahnya  untuk memperketat pengamanan di seluruh objek vital transportasi yang ada di negara ini.

Kebijakan tersebut diambil seiring meledaknya dua bom di Kawasan Mega Kuningan pada Jumat (18/7) pagi.

Menhub mengatakan,  penyiagaan tersebut merupakan prosedur tetap yang diambil terkait peristiwa besar seperti yang terjadi saat ini.”Ini prosedur biasa yang diambil kalau terjadi peristiwa semacam ini, untuk mengantisipasi dan membantu aparat,” ujarnya di Jakarta, Jumat (17/7).

Dikatakannya, penyiagaan ini, akan diberlakukan sampai kondisi dinyatakan normal kembali. Setidaknya, hingga seminggu ke depan. Hal tersebut agar aliran terutama barang-barang berbahaya (dangerous good) seperti kargo mengalami pemeriksaan lebih ketat.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Herry Bhakti S Gumay menambahkan, pihaknya mengeluarkan Status Kuning (Waspada) untuk seluruh bandara, baik domestik maupun internasional. ”Khusus Bandara Soekarno-Hatta, pintu belakang ditutup. Pintu M1, sekarang jadi tidak umum lagi. Ini supaya tidak semua orang bisa masuk melalui jalur itu. Untuk jangka waktu ke depan, kami memang merencakan untuk menutup pintu itu secara permanen,” jelasnya.

Hal senada dilakukan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut. Sesuai arahan Menhub, Dirjen Perhubungan Laut Sunaryo langsung mengeluarkan surat Maklumat Pelayaran yang berisi perintah peningkatan pengamanan dan pemeriksaan barang di pelabuhan dan lokasi strategis lain di sekitar pelabuhan.

”Maklumat Pelayaran disampaikan ke para kepala Administrator Pelabuhan dan kepala Kantor Pelabuhan di seluruh Indonesia agar dilakukan pengetatan pengamanan dan pemeriksaan di jalur masuk dan keluar pelabuhan,” jelas Kepala Pusat Komunikasi Publik Dephub Bambang S. Ervan.

Ditambahkan, pemeriksaan barang di pintu masuk dan peningkatan pengamanan di lokasi strategis seperti depot BBM wajib diterapkan sampai batas waktu yang ditetapkan kemudian.”Laporan perkembangannya harus terus disampaikan ke Dirjen Perhubungan Laut Dephub Sunaryo. Peningkatan pengamanan ini bertujuan mencegah terjadinya aksi serangan bom lanjutan ke fasilitas vital transportasi,” katanya.

Belum Ada Pembatalan
Secara terpisah, Direktur Eksekutif Perhimpunan Hotel dan Restauran Indonesia (PHRI) Carla Parengkuan mengungkapkan, belum ada pembatalan pemesanan kamar hotel dilakukan para wisatawan meskipun sudah terjadi pemboman.

Juru bicara Mandala Airlines Trisia Megawati menambahkan, pembatalan juga tidak terjadi di maskapainya. “Sejauh ini belum ada pembatalan. Kami sudah berkoordinasi dengan aparat keamanan terkait standar prosedur menangani ancaman bom,” katanya.

Sementara itu, juru bicara Sriwijaya Air Hanna Simatupang mengatakan, meskipun tidak ada pembatalan tiket, tetapi jadwal keberangkatan Jumat siang mengalami penundaan akibat calon penumpang terjebak dalam kemacetan. “Banyak calon penumpang menelpon minta toleransi waktu keberangkatan. Akhirnya diakomodasi,” katanya.[Dni]

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s