150709 Tender BWA Seluruh Peserta Masih Bertahan

JAKARTA–Seluruh peserta yang mengikuti tender Broadband Wireless Access (BWA) masih bertahan hingga putaran kedua pada Rabu (15/7).

“21 peserta yang mengikuti tender masih bertahan dalam lelang yang menggunakan sistem e Auction pada Selasa (14/7) ini. Besok akan dimulai putaran kedua,” ujar juru bicara tender BWA, Iwan Krisnandi kepada Koran Jakarta, Selasa (14/7).

Dikatakannya, dalam putaran pertama dimana lelang berlangsung secara online selama dua jam tersebut semua zona yang ditawarkan oleh pemerintah diminati para peserta.

“Semua zona laku terjual. Masalah berapa harga yang ditawarkan tidak bisa dibuka. Hanya bidder yang tahu angka beredar,” katanya.

Dijelaskannya, panitia tidak mungkin untuk membuka penawaran yang beredar pada putaran pertama karena akan membuat sesama peserta mengetahui harga yang ditawar lawannya. “Harga yang diperlihatkan ke peserta lelang itu tanpa nama yang mengajukan. Jika ada yang berani menawar, harus menaikkan harga secepatnya,” katanya.

Iwan memprediksi, pada putaran ketiga banyak peserta baru berguguran karena merupakan hari penentuan. “Nanti di hari terakhir dipertimbangkan untuk dibuka ke publik proses lelang agar transparan,” katanya.

Secara terpisah, Direktur Korporasi Bakrie Telecom Rakhmat Junaedi mengakui, sejauh ini perseroan masih konsisten membidik zona nasional dengan satu blok alias spektrum sebesar 15 Mhz. “Kami all out. Masalah harga belum bisa dibuka,” katanya.

Sementara itu, Direktur Utama Telkom Rinaldi Firmansyah enggan untuk membuka jumlah zona dan blok yang dibidik. “Proses masih berlangsung, tidak elok dibuka sekarang,” katanya.

Kabar beredar mengatakan, peserta yang akan bersaing ketat hanya 7 peserta yakni tiga perusahaan (Telkom, Indosat, dan Bakrie Telecom) dan 4 konsorsium. Salah satu konsorsium yang serius. adalah Konsorsium Wimax Indonesia (KWI) yang membidik zona Indonesia bagian barat.

Depkominfo sendiri membagi frekuensi 2,3GHz untuk BWA dalam 15 zona dimana setiap zona ditawarkan dua blok frekuensi (1X15 MHz).

Total harga penawaran dasar yang ditetapkan untuk semua zona adalah 52,35 miliar rupiah. Harga frekuensi termahal terdapat di zona 4 yakni Jakarta, Banten , Bogor, Tangerang, dan Bekasi senilai 15,16 miliar per bloknya. Harga termurah terdapat di zona 10 yang meliputi Maluku dan Maluku Utara yakni 45 juta rupiah

Lelang sendiri menggunakan sistem e-Auction melalui jaringan internet publik selama dua jam setiap harinya sejak tanggal 14, 15, dan 16 Juli 2009.[Dni]

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s