130709 KPK-N Tolak Multicapital

JAKARTA— Komite Penyelamat Kekayaan Negara (KPK-N) menolak anak usaha Bumi Resources, PT Multicapital, sebagai mitra dari Pemerintah Daerah Nusa Tenggara Barat (NTB) menjadi pengelola 10 persen saham PT Newmont Nusa Tenggara.

“Kami menolak keras masuknya perusahaan tersebut. Solusi yang optimal adalah membentuk konsorsium Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) mengelola 10 persen saham tersebut. Masuknya swasta bisa menjadi pintu masuk investor asing,” tegas Koordinator KPK-N Marwan Batubara kepada Koran Jakarta , Minggu (12/7).

Marwan meminta, pemerintah Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk secepatnya bertindak dan menentukan sikapnya. “Jangan lamban dan terkesan dibiarkan. Kalau begini bisa habis harta rakyat,” tegasnya.

Marwan mengingatkan, jika menyerahkan pengelolaan kepada swasta dan nantinya untuk pendanaan masih mengandalkan investor asing maka kesempatan memperoleh peluang bisnis dari belanja operasional bagi masyarakat daerah akan berkurang. “Semua komponen masyarakat baik itu di NTB dan pusat harus bersatu menolak. Kerugian besar sedang menunggu di depan mata jika dibiarkan saja proses ini berjalan,” katanya.

Sebelumnya, Pemda NTB telah memenangkan Multicapital dalam beauty contest untuk mengelola 10 persen saham divestasi PT Newmont Nusa Tenggara. Nilai divestasi tersebut mencapai 4,1 triliun rupiah.

Keputusan memilih Multicapital sebagai mitra pemerintah daerah NTB ditetapkan, Sabtu 11 Juli 2009 setelah rapat antara tiga kepala daerah yakni Bupati Sumbawa, Sumbawa Barat dan Pemerintah Provinsi NTB di Hotel Grand Legi Mataram.

Multicapital dinilai sudah masuk dalam semua kriteria pemerintah NTB seperti sanggup memberikan keuntungan dan akan memberikan 25 persen nilai sahamnya. Tidak hanya itu, Multicapital juga dinilai memiliki skema akuisisi yang bagus dan sudah berpengalaman.

Usai keputusan tersebut, Multicapital bersama perusahaan bentukan Pemda NTB, Daerah Maju Bersaing, akan menandatangani nota kesepakatan dan membentuk perusahaan bersama. Nota kesepakatan itu harus ditandatangani kedua belah pihak selambat-lambatnya 14 hari sejak keputusan pemenang beauty contest. Jika dalam 14 hari kesepakatan tidak tercapai, maka kerjasama dianggap batal.[dni]

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s