130709 Dephub Cari Formulasi Tekan Penyelundupan

JAKARTA—Departemen Perhubungan (Dephub) sedang mencari formulasi yang efektif untuk menekan penyelundupan barang melalui kapal penumpang dari Batam ke Tanjung Priok.

“Sedang dipikirkan beberapa formula yang strategis untuk menekan penyelundupan tersebut. Kami dapat info dari Dirjen Bea dan Cukai Anwar Suprijadi, tentang maraknya penyelundupan melalui rute tersebut. Sekarang sedang dikaji berbagai cara mengatasinya,” ujar Menteri Perhubungan Jusman Syafii Djamal di Jakarta, akhir pekan lalu.

Jusman memastikan, usulan untuk menutup rute kapal penumpang Batam-Priok demi menghilangkan penyelundupan barang tidak mungkin dilakukan mengingat jalur tersebut masih banyak dibutuhkan oleh masyarakat.

“Usulan itu tidak bisa direalisasikan karena bukan kapalnya yang harus dihilangkan, tetapi para penyelundupnya. Dalam beberapa hari ke depan, akan dicarikan solusi terbaiknya,” katanya.

Secara terpisah, Sekjen Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Danang Parikesit menambahkan, penutupan memang tidak perlu dilakukan mengingat tingkat pergerakan lalulintas transportasi akan berbanding lurus terhadap pertumbuhan ekonomi.

Dia menyarankan, untuk mengatasi penyelundupan pemerintah cukup memperketat pengawasan dan pemeriksaan di pelabuhan. Cara tersebut, lebih efektif dalam mereduksi penyelundupan barang, dan juga akan membuat penumpang merasa aman, dibandingkan dengan penghapusan rute.

“Mobilitas perlu difasilitasi. Dalam kasus ini, perlu dilihat kalau jumlah penumpang biasa lebih banyak dibandingkan dengan penumpang yang sekaligus menyelundupkan barang. Harus seperti itu melihatnya, kalau tidak nanti semua rute transportasi di seluruh dunia bisa ditutup,” katanya.

Danang memaparkan sebenarnya penyelundupan juga kerap terjadi di moda transportasi lainnya, namun pengawasan yang ketat membuat volume pengiriman barang ilegal bisa direduksi bahkan dihilangkan. “Seperti pengawasan di bandara yang ketat, sehingga sekaligus membuat penumpang merasa aman,” paparnya.

Sebelumnya, Direktur Utama PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) Jussabella Sahea sebelumnya mengakui adanya penyelundupan melalui kapal penumpang, terutama dari Batam ke Tanjung Priok, yang dibawa oleh pedagang antarpulau.

Dia menuturkan Pelni kesulitan mencegah penyelundupan tersebut karena barang-barang itu diangkut oleh buruh pelabuhan. Diakuinya, keberadaan barang ilegal itu sangat mengganggu kenyamanan penumpang kapal laut karena menyita sebagian besar ruangan kelas ekonomi.

“Namun, petugas Pelni di darat ataupun di kapal tidak berdaya mencegah barang itu naik ke kapal karena dibenturkan dengan buruh pelabuhan yang bisa bebas masuk terminal penumpang di Batam,” katanya.

Selanjutnya, Sekretaris Perusahaan Pelni Abubakar Goyim mengungkapkan, perseroan akan mengoperasikan satu atau dua kapal berkonsep Three in One akhir tahun ini, menyusul adanya proses negosiasi investasi oleh investor lokal terhadap rencana itu.

Menurut dia, konsep kapal three in one akan menjadikan Pelni mampu mengangkut penumpang, kendaraan dan barang (kargo) sekaligus.”Selama ini kan mayoritas dari 33 kapal kita adalah hanya angkut penumpang dan baru satu KM Gunung Dempo yang berkonsep two in one yakni barang dan penumpang,” katanya.

Dia mengaku, dalam beberapa tahun terakhir, konsep itu belum diminati oleh calon investor, tetapi dalam satu atau dua tahun terakhir ternyata ada.

Dikatakannya, Pelni jauh-jauh hari sudah menyiapkan dua kapalnya yakni KM Dobonsolo dan KM Ciremai, kedua tipe 2000 penumpang, untuk direkondisi menjadi kapal dengan konsep tiga menjadi satu itu.[dni]

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s