020709 Perjuangan Panjang Selama Tiga Tahun

Nusantara Online bisa dikatakan tidak hanya sebatas permainan. Ada pelajaran sejarah yang bisa dipetik dari permainan ini. Hal itu bisa dilihat dari tema permainan yang mengambil  latar belakang kehidupan masyarakat Nusantara pada masa kejayaan kerajaan-kerajaan Nusantara.

Alur cerita yang diangkat adalah pada masa itu rakyat Nusantara sudah memiliki sistem kemasyarakatan dan peri kehidupan yang maju dan terstruktur. Hasil bumi dan hasil budaya merupakan industri yang maju pesat sebagai penyokong kehidupan sehari-hari rakyatnya.

Kemashuran nama Nusantara pun bergema ke seluruh penjuru dunia yang membuat negara-negara lain tertarik akan keberadaannya. Tapi, kemashyuran ini akhirnya menjadi rebutan bagi pihak-pihak yang ingin menguasainya, sehingga Nusantara yang megah ini pun tak luput dari berbagai konflik.

Berbagai usaha dilakukan oleh pihak-pihak ini untuk menguasai kekayaan Nusantara, hingga akhirnya disadari akan adanya suatu kebijaksanaan yang sudah sangat tua, konon siapapun yang berhasil mendapatkannya akan menemukan kekuasaan maha dasyat hingga dapat menguasai seantero Nusantara.

Pada versi pertama yang akan dikomersialkan sekitar November nanti akan menghadirkan tiga kerajaan utama, yakni Majapahit, Padjajaran, dan Sriwijaya. “Versi satu ini melewati perjalanan yang panjang selama tiga tahun. Nantinya setiap tahun akan kami tambahkan tiga kerajaan baru. Pengembangan ini akan terus dilakukan, setidaknya hingga tiap propinsi di Indonesia diwakili oleh satu kerajaan,” kata  Managing Director Nusantara Online Heru Nugroho kepada Koran Jakarta, Rabu (1/7).

Heru menjelaskan, inisiatifnya  mengembangkan game bersarat konten lokal sebagai bentuk keprihatinannya semakin maraknya cerita maupun konten asing yang masuk tak hanya melalui game, tetapi juga media-media seperti buku, majalah, radio sampai televisi. “Kebanyakan generasi muda sekarang cenderung lebih akrab dengan cerita-cerita dan sejarah negeri lain ketimbang cerita-cerita rakyat dan sejarah bangsanya sendiri,” ucap Heru prihatin

Untuk versi kedua yang akan dirilis tahun depan, Heru mengungkapkan,  dipersiapkan tambahan kerajaan Samudera Pasai (Aceh), Bedahulu (Bali), dan Gowa.

Heru menjelaskan, kendala teknis yang dihadapi mengembangkan games besutannya adalah pada riset data-data sejarah dan budaya. “Saya inginnya detail, tidak asal-asalan. Ini bagian dari pendidikan sejarah ke pengguna,” katanya.

Dikatakannya, ketekunan itu diwujudkan dengan  melakukan riset ke berbagai lokasi tempat bersejarah untuk melihat bentuk asli artifak-artifak Indonesia sehingga dapat direkronstuksi ulang menjadi bentuk 3 dimensi.

Hasilnya model dalam Nusantara Online merupakan rekonstruksi asli dari bentuk nyata, dari mulai bangunan rumah adat, candi, pakaian dan pelengkapan tempur karakter. Bahkan sampai dengan letak dan kontur geografisnya pun dibuat sama persis dengan yang ada pada jaman itu.

Selain tampilan yang detail, keunggulan lain dari Nusantara Online adalah pada  engine buatan anak negeri yang diberi nama  Angel.  Mesin ini  mengatur mulai dari interaksi pemain terhadap Non-Playable Character (NPC) hingga efek perubahan perubahan waktu dari siang ke malam hari. Gerak bayangan karakter dan benda dalam game akan sesuai dengan jam pada hari (dalam game), artinya di pagi hari bayangan akan condong ke barat dan bergerak perlahan hingga condong ke timur di sore hari.

Efek suarapun tidak ketinggalan, dengan engine yang digunakan suara-suara dalam game akan berubah mengikuti lingkungan sekitar. “Kunci dari games yang menarik untuk dimainkan itu terletak pada pandangan pertama. Jika dilihat sekilas tidak menarik  dan suaranya biasa saja, pasti langsung ditinggalkan. Karena itu dua faktor itu digarap secara serius,” katanya.

Secara terpisah, Ketua Masyarakat Industri Kreatif TIK Indonesia (MIKTI) Indra Utoyo   menegaskan, sebagai industri kreatif, games online   akan terus berkembang mengingat di dalamnya terdapat paduan tiga hal yakni kekayaan budaya sebagai ruh,   industri kreatif sebagai jiwanya, dan TIK sebagai raganya.

“Nusantara Online adalah contoh kongkrit dari tiga elemen tadi. Saya harapkan hadirnya Nusantara Onlines akan memacu kreator lokal lainnya untuk berkreasi,” katanya.[dni]

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s