020709 Garuda Tingkatkan Pendapatan dari Segmen Korporasi 17%

JAKARTA—Maskapai penerbangan nasional, Garuda Indonesia, menargetkan segmen korporasi akan meraih pendapatan sebesar 600 miliar rupiah atau meningkat sekitar 17 persen ketimbang tahun lalu yang mencapai 500 miliar rupiah.

Direktur Niaga Garuda Indonesia Agus Priyanto mengharapkan,  pendapatan sebesar itu akan datang dari  500 perusahaan  yang menggunakan jasa Garuda pada tahun ini.

“Saat ini Garuda telah menjalin kerjasama dengan 391 perusahaan besar yang beroperasi di Indonesia. Terdiri dari 330 Corporate Account dan 60 Corporate Direct. Target kami ada 500 korporasi,” katanya di Jakarta, Rabu (1/7).

Corporate Account adalah kerjasama dengan perusahaan seperti Pertamina, Bank Mandiri, Telkomsel, Medco, Total EP, Freeport, Astra Internasional, Indosat, Trakindo, Siemens, Pupuk Kaltim dan sebagainya. Sedangkan Corporate Direct adalah kerjasama dengan instansi non perusahaan, seperti misalnya asosiasi, yayasan dan sebagainya.

Dijelaskannya, guna  mengembangkan pasar  korporasi Garuda  akan berupaya mempermudah akses dengan mengembangkan ‘Garuda Online Booking Corporate’ dan melakukan pengembangan pasar korporasi di kantor cabang luar negeri.

Sedangkan kerjasama terbaru yang dilakukan Baan Usaha Milik Negara (BUMN) di sektor penerbangan tersebut adalah menggandeng Ikatan Notaris Indonesia (INI). Nota Kesepahaman antara Garuda dengan INI ditandatangai oleh Agus Priyanto dari Garuda dan Ketua INI, Adrian Djuaini, hari ini (1/7) di kantor manajemen Garuda, Cengkareng.

Djuaini mengatakan, saat ini anggota INI sebanyak 9.000 orang. “Tiap hari sekitar 2,5 persen anggota INI melakukan perjalanan antar kota , “ ujarnya.

Enggan Manfaatkan

Pada kesempatan lain, Direktur Niaga Sriwijaya Air Toto Nursatyo mengaku enggan memanfaatkan hak angkut penerbangan kelima dengan Malaysia dengan alasan sulit memperoleh persetujuan dari negara di Asia, Eropa hingga Timur Tengah (Timteng).

“Kami lebih memilih  membuka rute penerbangan langsung (direct flight) ketimbang melalui Malaysia untuk penerbangan ke Asia dan Timteng,” katanya.
Dicontohkannya, Sriwijaya berencana membuka rute Jakarta-Guangzhou, China, dengan terbang langsung menggunakan pesawat Boeing 737-800NG mulai tahun depan.

“Kalau harus melalui Malaysia, biasanya sulit memperoleh izin dari China sehingga kami pilih direct flight,” tuturnya.
Senada dengan Toto, Direktur Umum PT Lion Mentari Airlines (Lion Air) Edward Sirait menyatakan,  saat ini juga belum berminat membuka rute penerbangan ke Asia dan Timteng dengan transit di Malaysia.

“Sampai saat ini kami belum ada rencana membuka penerbangan long haul melalui Malaysia,” kata Edward.
Namun, dia tidak menutup kemungkinan  kemungkinan memanfaatkan hak angkut kelima jika pasar memungkinkan seperti pasar yang terbuka melalui Malaysia ke negara ketiga seperti negara di Asia Selatan.

Sebelumnya, Direktur Angkutan Udara Departemen Perhubungan Tri S Sunoko menghimbau maskapai untuk memanfaatkan hak angkut kelima sebagai latihan sebelum open sky diberlakukan di wilayah udara Asean 2015 nanti.

Hak angkut kelima adalah hak penerbangan yang memungkinkan maskapai Indonesia yang terbang ke Malaysia melanjutkan penerbangan ke kota di negara mitra atau sebaliknya dengan mengangkut penumpang dan kargo.   Indonesia memperoleh hak angkut kelima untuk terbang secara fleksibel ke empat benua tanpa ditentukan lagi kota-kotanya yakni Asia (untuk Jepang kecuali Tokyo ), Timur Tengah, Eropa, dan Amerika Serikat. Sebaliknya , Indonesia hanya memberikan Australia untuk hak angkut kelima kepada Malaysia.[dni]

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s