020609 Nusantara Online : Bukti Kreatifitas Pemain Lokal

internetSaat pameran industri kreatif pada pekan lalu dunia game online Indonesia mendapatkan kado yang manis berupa hadirnya Massive Multiplayer Online Role Playing Game (MMORPG) hasil buatan anak negeri yakni Nusantara Online.

MMORPG adalah suatu jenis permainan berbasiskan konsep permainan Role Playing Game (RPG) yang bisa dimainkan dari berbagai tempat dan berbagai waktu oleh bayak pemain. Permainan MMORPG secara umum berbasiskan perjalanan kehidupan dari sebuah karakter yang dimainkan oleh  pemain.

Nama permainan yang paling terkenal di telinga gamers untuk jenis ini adalah Ragnarok Online dan World of Warcraft (WoW). Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) mencatat dari 31 juta pengguna internet, sebanyak 6 juta aktif menggunakan game online. Potensi bisnis dari game online sendiri setiap bulannya mencapai 30 miliar rupiah.

Kajian yang dilakukan Komite Tetap Informatika Kadin mengungkapkan, 60 persen pengguna game online mengakses melalui Warnet dan 10 persen di kantor pada jam kerja, sisanya setelah jam kerja.

Managing Director Nusantara Online Heru Nugroho menjelaskan, Nusantara online rencananya akan diluncurkan pada November nanti seiring  game tersebut terkoneksi dengan Indonesia Internet Exchange (IIX).

“Saat ini untuk uji coba baru bisa digunakan oleh pengguna jasa internet Melsa di Bandung. Aplikasi ini adalah bukti kreatifitas pemain lokal mengembangkan games online,” katanya kepada Koran Jakarta, Rabu (1/7).

Dijelaskannya,  keunggulan dari  MMORPG yang dibuatnya adalah  tidak menuntut koneksi internet berkecepatan ekstratinggi alias bandwidth besar. Kemampuan internet yang dibutuhkan adalah  kecepatan 40 Kbps, sehingga koneksi dengan 3G pun sudah cukup.

Diharapkannya,    dalam setahun pertama. Nusantara Online akan mampu menggaet satu juta pengguna sehingga nilai investasi sebesar 10 miliar rupiah yang dibenamkan oleh perusahaannya tidak menjadi sia-sia.

Syarat Sukses

Wakil Ketua Komite Tetap Informatika Kadin, Iqbal Farabi  mengakui pasar game online di Indonesia menarik digarap oleh pengembang konten lokal karena menjanjikan. “Potensinya masih terbuka lebar. Hal in mengingat penetrasi internet terus berkembang,” katanya.

Iqbal menyarankan, jika games online ingin sukses aplikasi tersebut harus terkoneksi dengan situs jejaring sosial agar jumlah pelanggannya meningkat. “Tetapi akan lebih elok juga terkoneksi dengan   e-learning atau  e-training, sehingga unsur pendidikannya bisa masuk,” katanya.

Ketua Umum Asosiasi Warnet Indonesia (Awari) Irwin Day mengatakan, syarat sukses dari game online terletak pada   aksessabilitas layanan (infrastruktur),  konten yang menarik dan inovatif,     kesesuaian dengan target pasarnya seperti kedekatan kebiasaan, mudah dipahami, menyenangkan, terjangkau, serta partisipasi keterlibatan pengguna.

Dikatakan Irwin, potensi bisnis yang bisa digarap selain menyelenggarakan game online adalah menjual voucher yang dijadikan syarat untuk ikut bermain dan pemasangan iklan di ruang game.

Praktisi Telematika Mochammad James Fahuddin menambahkan, unsur lainnya yang menentukan adalah  bisa memunculkan unsur aditif dan pola pemasaran yang atraktif.  “Jika Nusantara Online mampu melakukan itu, tinggal memetik hasilnya saja begitu diluncurkan ke pasar,” katanya.

Stimulus

Iqbal menyarankan, agar game online besutan pemain lokal semakin banyak dibutuhkan stimulus dari pemerintah berupa regulasi yang mendukung dan kemudahan pemodalan.

“Pemerintah cukup menunjuk lembaga pembiayaan yang mendukung industri Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) yang menawarkan pinjaman tanpa agunan. Polanya bagi hasil, dimana pada tahun pertama bebas bunga, dan tahun berikutnya  floating sesuai tingkat suku bunga, katanya.

James menjelaskan,  kunci dari pengembangan konten kreatif adalah ketersediaan modal yang memadai. Hanya saja, karena konten kreatif ini yang dijual adalah imajinasi atau pikiran, maka bisnis ini sangat tidak ‘bankable’ karena tidak ada jaminan yang bisa diberikan. Untuk itu pihak perbankan juga perlu menyiapkan appraiser yang bisa menilai feasibility dan profitability dari sebuah bisnis kreatif.

“Sayangnya di Indonesia ini masih sangat sedikit venture capitalist yang mau menanam modal di   bisnis kreatif seperti yang dilakukan di Sillicon Valley, Amerika Serikat,” katanya.

Ketua Masyarakat Industri Kreatif TIK Indonesia (MIKTI) Indra Utoyo menyarankan pemerintah meniru pola pembiayaan yang dilakukan oleh Inggris dimana pengembang konten diberikan  tax holiday selama inkubasi misalnya  tiga tahun.

“Selain itu pemerintahnya juga menawarkan    R&D tax credit yang memungkinkan sebagian pajak dikembalikan  jika usaha pengembangan rugi,” katanya.

Fasilitasi lainnya yang diharapkan dari pemerintah adalah pembangunan  infrastruktur seperti aplikasi, engine produksi, dan  perlindungan HAKI untuk mendorong inkubasi inovasi sehingga para kreator gemar berkreasi. “Selain itu juga perlu fasilitasi akses pasar dan pengembangan komunitas,” katanya.

Heru ketika ditanya tertarikkah meminta insentif kepada pemerintah mengaku pesimistis akan ada stimulus yang bisa mendorong perkembangan games besutannya. “Saya selama ini sudah biasa mandiri. Rasanya pesimistis akan ada insentif dari pemerintah untuk mengembangkan,” katanya.

Sementara Irwin meminta, pemerintah tidak membuat   aturan yang mengekang perkembangan bisnis games online  sebelum benar-benar besar, karena bisnis ini bisa menjadi tumpuan perkembangan bisnis teknologi informasi.  “Pemerintah cukup menjaga  konten dari game tersebut tidak melanggar norma agama dan susila,” katanya.

Berdasarkan catatan, industri kreatif di Indonesia  telah memberikan kontribusi sebesar 8 persen dari total PDB Indonesia pada  2008, dengan pertumbuhan rata-rata 6,3 persen sejak 2002 hingga 2008.

Sementara jumlah penyerapan tenaga kerja mencapai 5,4 juta pekerja dengan tingkat partisipasi 5,8 persen. Nilai ekspor mencapai  81,4 triliun rupiah dan memberikan kontribusi sebesar 9,13 persen terhadap total nilai ekspor nasional.

Di negara lain seperti Inggris, industri kreatif memberikan kontribusi sekitar 7,9 persen dari produk domestik bruto, Australia (3,3 persen), dan Selandia Baru (3,1 persen).[dni]

020709 Perjuangan Panjang Selama Tiga Tahun

Nusantara Online bisa dikatakan tidak hanya sebatas permainan. Ada pelajaran sejarah yang bisa dipetik dari permainan ini. Hal itu bisa dilihat dari tema permainan yang mengambil  latar belakang kehidupan masyarakat Nusantara pada masa kejayaan kerajaan-kerajaan Nusantara.

Alur cerita yang diangkat adalah pada masa itu rakyat Nusantara sudah memiliki sistem kemasyarakatan dan peri kehidupan yang maju dan terstruktur. Hasil bumi dan hasil budaya merupakan industri yang maju pesat sebagai penyokong kehidupan sehari-hari rakyatnya.

Kemashuran nama Nusantara pun bergema ke seluruh penjuru dunia yang membuat negara-negara lain tertarik akan keberadaannya. Tapi, kemashyuran ini akhirnya menjadi rebutan bagi pihak-pihak yang ingin menguasainya, sehingga Nusantara yang megah ini pun tak luput dari berbagai konflik.

Berbagai usaha dilakukan oleh pihak-pihak ini untuk menguasai kekayaan Nusantara, hingga akhirnya disadari akan adanya suatu kebijaksanaan yang sudah sangat tua, konon siapapun yang berhasil mendapatkannya akan menemukan kekuasaan maha dasyat hingga dapat menguasai seantero Nusantara.

Pada versi pertama yang akan dikomersialkan sekitar November nanti akan menghadirkan tiga kerajaan utama, yakni Majapahit, Padjajaran, dan Sriwijaya. “Versi satu ini melewati perjalanan yang panjang selama tiga tahun. Nantinya setiap tahun akan kami tambahkan tiga kerajaan baru. Pengembangan ini akan terus dilakukan, setidaknya hingga tiap propinsi di Indonesia diwakili oleh satu kerajaan,” kata  Managing Director Nusantara Online Heru Nugroho kepada Koran Jakarta, Rabu (1/7).

Heru menjelaskan, inisiatifnya  mengembangkan game bersarat konten lokal sebagai bentuk keprihatinannya semakin maraknya cerita maupun konten asing yang masuk tak hanya melalui game, tetapi juga media-media seperti buku, majalah, radio sampai televisi. “Kebanyakan generasi muda sekarang cenderung lebih akrab dengan cerita-cerita dan sejarah negeri lain ketimbang cerita-cerita rakyat dan sejarah bangsanya sendiri,” ucap Heru prihatin

Untuk versi kedua yang akan dirilis tahun depan, Heru mengungkapkan,  dipersiapkan tambahan kerajaan Samudera Pasai (Aceh), Bedahulu (Bali), dan Gowa.

Heru menjelaskan, kendala teknis yang dihadapi mengembangkan games besutannya adalah pada riset data-data sejarah dan budaya. “Saya inginnya detail, tidak asal-asalan. Ini bagian dari pendidikan sejarah ke pengguna,” katanya.

Dikatakannya, ketekunan itu diwujudkan dengan  melakukan riset ke berbagai lokasi tempat bersejarah untuk melihat bentuk asli artifak-artifak Indonesia sehingga dapat direkronstuksi ulang menjadi bentuk 3 dimensi.

Hasilnya model dalam Nusantara Online merupakan rekonstruksi asli dari bentuk nyata, dari mulai bangunan rumah adat, candi, pakaian dan pelengkapan tempur karakter. Bahkan sampai dengan letak dan kontur geografisnya pun dibuat sama persis dengan yang ada pada jaman itu.

Selain tampilan yang detail, keunggulan lain dari Nusantara Online adalah pada  engine buatan anak negeri yang diberi nama  Angel.  Mesin ini  mengatur mulai dari interaksi pemain terhadap Non-Playable Character (NPC) hingga efek perubahan perubahan waktu dari siang ke malam hari. Gerak bayangan karakter dan benda dalam game akan sesuai dengan jam pada hari (dalam game), artinya di pagi hari bayangan akan condong ke barat dan bergerak perlahan hingga condong ke timur di sore hari.

Efek suarapun tidak ketinggalan, dengan engine yang digunakan suara-suara dalam game akan berubah mengikuti lingkungan sekitar. “Kunci dari games yang menarik untuk dimainkan itu terletak pada pandangan pertama. Jika dilihat sekilas tidak menarik  dan suaranya biasa saja, pasti langsung ditinggalkan. Karena itu dua faktor itu digarap secara serius,” katanya.

Secara terpisah, Ketua Masyarakat Industri Kreatif TIK Indonesia (MIKTI) Indra Utoyo   menegaskan, sebagai industri kreatif, games online   akan terus berkembang mengingat di dalamnya terdapat paduan tiga hal yakni kekayaan budaya sebagai ruh,   industri kreatif sebagai jiwanya, dan TIK sebagai raganya.

“Nusantara Online adalah contoh kongkrit dari tiga elemen tadi. Saya harapkan hadirnya Nusantara Onlines akan memacu kreator lokal lainnya untuk berkreasi,” katanya.[dni]

020709 PulsaBox Akan Hadir di 400 Titik

pulsaboxJAKARTA—PT Kurnia Multi Solusi sebagai distributor  PulsaBox menargetkan pada tahap awal  alat isi ulang pulsa elektrik tersebut akan hadir di 400 titik fasilitas umum di seluruh Jabodetabek.

PulsaBox adalah mesin khusus untuk mengisi ulang pulsa kartu prabayar GSM maupun CDMA layaknya ATM setoran tunai. Cukup memasukkan uang dengan nominal tertentu ke dalam mesin tersebut, pembeli dapat mengisi ulang pulsanya secara elektrik secara real-time.

Saat ini, PulsaBox baru dapat melayani isi pulsa untuk layanan GSM Telkomsel, Indosat, dan XL, serta sejumlah layanan CDMA. Sementara untuk operator Three (3) dan Axis, baru dalam tahap persetujuan perjanjian kerja. Kemampuan satu mesin untuk melayani transaksi hingga 400 kali isi ulang pulsa. Mesin tersebut diproduksi oleh perusahan lokal  PT Solusi Layanan Mandiri (Lunari).

“Pasar pulsa isi ulang lumayan besar karena  93 persen dari total 140 juta pengguna nirkabel adalah jasa prabayar. Sebagai alat transaksi baru pulsa Box hanya ditargetkan digunakan oleh satu hingga dua persen pengguna prabayar,” kata Direktur Kurnia Multi Solusi Gerry Kusuma di Jakarta, Rabu (1/7).

Gerry mengungkapkan, hasil uji coba di lima titik selama tiga hari mampu menghasilkan omzet hingga 80 juta rupiah. “Hebatnya lagi biaya operasional seperti gaji pegawai konter pulsa bisa ditekan, karena semua otomatis,” katanya.

Managing Director Lunari Zimmy Syahriar menjelaskan,  investasi untuk mesin PulsaBox hanya sekitar 25 juta rupiah, sudah termasuk garansi 1 tahun untuk suku cadang dan servis. Selain itu, pemilik PulsaBox juga perlu mendepositokan pulsa minimal Rp 1 juta, yang berlaku untuk top-up voucher nomor prabayar seluruh operator telekomunikasi (multi-operator). Bagi calon pengusaha yang kurang mampu dimungkinkan mengikuti program pembiayaan (financing) oleh Bank Syariah Mandiri.[dni]

020709 Lolosnya Indosat Dipertanyakan

indosatJAKARTA—Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat Informasi (LPPMI) mempertanyakan lolosnya Indosat dalam tahap prakualifikasi tender Broadband Wireless Access (BWA) yang diselenggarakan Departemen Komunikasi dan Informatika (Depkominfo).

Menurut Direktur Kebijakan dan Perlindungan Konsumen LPPMI Kamilov Sagala, salah satu persyaratan tender secara tegas mengacu pada aturan Daftar Negatif Investasi (DNI) yang dipayungi oleh Keputusan Presiden (Kepres).

“Persyaratan teder mengatakan pemenang mendapatkan lisensi penyelenggara jaringan tetap berbasis packet switched sehingga kepemilikan saham asing tidak boleh lebih dari 49 persen. Nah, Indosat jelas sekali saham asingnya mencapai 65 persen,” katanya kepada Koran Jakarta, Rabu (1/7).

Masih menurut Kamilov, alasan dari penyelenggara tender yang menggunakan surat dari Kantor Menko Perekonomian untuk membolehkan Indosat tetap melaju karena beranggapan perusahaan itu terdaftar di bursa lokal masih bisa diperdebatkan. “Rasanya aneh, sebuah surat bisa mengalahkan Kepres. Seharusnya penyelenggara tender tidak perlu menggunakan itu sebagai referensi,” sesalnya.

Kamilov mengatakan, jika praktik semacam itu dibiarkan, wibawa regulator telekomunikasi bisa menurun mengingat bisa diintervensi oleh lembaga lainnya. “Anggota Komite Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia dari unsur masyarakat harus menunjukkan sikapnya terhadap kebijakan ini. Jangan, malah larut mengurusi teknis tendernya. Jika tidak ada suaranya, berarti mereka tidak pro rakyat,” katanya.

Sebelumnya, Dirjen Postel Basuki Yusuf mengatakan, DNI tidak berlaku bagi perusahaan terbuka dan tercatat di bursa lokal. Aturan itu hanya berlaku bagi perusahaan tertutup. Tender BWA sendiri  menyisakan 21 peserta, dimana Indosat bersaing keras dengan Telkom dan   Konsorsium Wimax Indonesia (KWI) yang diisi oleh 20 perusahaan penyedia jasa internet. [dni]

020709 Garuda Tingkatkan Pendapatan dari Segmen Korporasi 17%

JAKARTA—Maskapai penerbangan nasional, Garuda Indonesia, menargetkan segmen korporasi akan meraih pendapatan sebesar 600 miliar rupiah atau meningkat sekitar 17 persen ketimbang tahun lalu yang mencapai 500 miliar rupiah.

Direktur Niaga Garuda Indonesia Agus Priyanto mengharapkan,  pendapatan sebesar itu akan datang dari  500 perusahaan  yang menggunakan jasa Garuda pada tahun ini.

“Saat ini Garuda telah menjalin kerjasama dengan 391 perusahaan besar yang beroperasi di Indonesia. Terdiri dari 330 Corporate Account dan 60 Corporate Direct. Target kami ada 500 korporasi,” katanya di Jakarta, Rabu (1/7).

Corporate Account adalah kerjasama dengan perusahaan seperti Pertamina, Bank Mandiri, Telkomsel, Medco, Total EP, Freeport, Astra Internasional, Indosat, Trakindo, Siemens, Pupuk Kaltim dan sebagainya. Sedangkan Corporate Direct adalah kerjasama dengan instansi non perusahaan, seperti misalnya asosiasi, yayasan dan sebagainya.

Dijelaskannya, guna  mengembangkan pasar  korporasi Garuda  akan berupaya mempermudah akses dengan mengembangkan ‘Garuda Online Booking Corporate’ dan melakukan pengembangan pasar korporasi di kantor cabang luar negeri.

Sedangkan kerjasama terbaru yang dilakukan Baan Usaha Milik Negara (BUMN) di sektor penerbangan tersebut adalah menggandeng Ikatan Notaris Indonesia (INI). Nota Kesepahaman antara Garuda dengan INI ditandatangai oleh Agus Priyanto dari Garuda dan Ketua INI, Adrian Djuaini, hari ini (1/7) di kantor manajemen Garuda, Cengkareng.

Djuaini mengatakan, saat ini anggota INI sebanyak 9.000 orang. “Tiap hari sekitar 2,5 persen anggota INI melakukan perjalanan antar kota , “ ujarnya.

Enggan Manfaatkan

Pada kesempatan lain, Direktur Niaga Sriwijaya Air Toto Nursatyo mengaku enggan memanfaatkan hak angkut penerbangan kelima dengan Malaysia dengan alasan sulit memperoleh persetujuan dari negara di Asia, Eropa hingga Timur Tengah (Timteng).

“Kami lebih memilih  membuka rute penerbangan langsung (direct flight) ketimbang melalui Malaysia untuk penerbangan ke Asia dan Timteng,” katanya.
Dicontohkannya, Sriwijaya berencana membuka rute Jakarta-Guangzhou, China, dengan terbang langsung menggunakan pesawat Boeing 737-800NG mulai tahun depan.

“Kalau harus melalui Malaysia, biasanya sulit memperoleh izin dari China sehingga kami pilih direct flight,” tuturnya.
Senada dengan Toto, Direktur Umum PT Lion Mentari Airlines (Lion Air) Edward Sirait menyatakan,  saat ini juga belum berminat membuka rute penerbangan ke Asia dan Timteng dengan transit di Malaysia.

“Sampai saat ini kami belum ada rencana membuka penerbangan long haul melalui Malaysia,” kata Edward.
Namun, dia tidak menutup kemungkinan  kemungkinan memanfaatkan hak angkut kelima jika pasar memungkinkan seperti pasar yang terbuka melalui Malaysia ke negara ketiga seperti negara di Asia Selatan.

Sebelumnya, Direktur Angkutan Udara Departemen Perhubungan Tri S Sunoko menghimbau maskapai untuk memanfaatkan hak angkut kelima sebagai latihan sebelum open sky diberlakukan di wilayah udara Asean 2015 nanti.

Hak angkut kelima adalah hak penerbangan yang memungkinkan maskapai Indonesia yang terbang ke Malaysia melanjutkan penerbangan ke kota di negara mitra atau sebaliknya dengan mengangkut penumpang dan kargo.   Indonesia memperoleh hak angkut kelima untuk terbang secara fleksibel ke empat benua tanpa ditentukan lagi kota-kotanya yakni Asia (untuk Jepang kecuali Tokyo ), Timur Tengah, Eropa, dan Amerika Serikat. Sebaliknya , Indonesia hanya memberikan Australia untuk hak angkut kelima kepada Malaysia.[dni]

020709 Lintasarta Bidik Sektor Manufaktur dan Perdagangan

lintasartaPT Aplikanusa Lintasarta secara serius  melebarkan sayapnya menggarap industri manufaktur dan perdagangan melalui layanan Creative Solution bagi kedua sektor tersebut.

Marketing Analyst Aplikanusa Lintasarta Budi Wiyono menjelaskan, kedua sektor tersebut memiliki kebutuhan yang tinggi terhadap Teknologi Informasi dan Komunikasi mengingat   iklim kompetisi dan  berkembangnya Supply Chain Management (SCM) yang berbuah munculnya  tuntutan untuk memelihara Customer Relationship Management (CRM) dengan lebih baik bagi pelanggan.

“CRM itu harus didukung oleh solusi TIK yang mumpuni. Sebagai penyedia solusi Lintasarta melihat ini peluang yang ahrus digarap,” katanya di Jakarta, Rabu (1/7).

Budi menjelaskan, solusi  kreatif  TIK yang ditawarka Lintasarta adalah  jaringan komunikasi data seperti VPN Multiservice untuk memaksimalkan ERP yang telah dimiliki korporasi. Sedangkan untuk outlet atau depo kecil dapat diintegrasikan dengan kantor pusat melalui VPN Ezy HSDPA. Khusus bagi outlet atau depo kecil yang terletak di rural area dapat diintegrasikan dengan pusat menggunakan VSAT IP.

Sementara untuk kegiatan digital marketing dan dan frontliners, Lintasarta menawarkan solusi kreatif dan efisien dengan SMS Corporate dan Corporate Mailer guna mendukung program CRM, seperti mengadakan survey pelayanan terhadap pelanggan dan update info produk maupun marketing promotion. “SMS Corporate juga dapat digunakan untuk memerikasa stok barang di gudang dan sebagai SMS tracking untuk update lokasi barang yang sedang dikirim.” jelasnya.[dni]

010709 Telkom Selesaikan Transaksi Infomedia

JAKARTA–PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) melalui anak usahanya Multi Media Nusantara (Metra) menyelesaikan pembelian 49 persen saham PT Infomedia Nusantara dengan PT Elnusa Tbk  pada 30 Juni 2009.

Aksi korporasi tersebut menjadikan Infomedia sebagai anak perusahaan Telkom mengingat pemimpin pasar telekomunikasi itu telah memiliki  100 persen saham di Infomedia.

VP Public and Marketing Communication Telkom Eddy Krunia menjelaskan, nilai transaksi  saham yang dibeli mencapai  598 miliar dengan pembiayaan melalui dana internal perseroan.

“Aksi korporasi ini untuk mewujudkan transformasi bisnis Telkom  menuju bisnis  Telekomunikasi, Informasi, Media dan Edutainment (Time) yang berbasis customer solution dapat berjalan lebih cepat dan mencapai target yang diharapkan,” ujarnya melalui keterangan tertulis yang diterima Selasa (30/6).

Diharapkannya, dengan telah terkonsolidasinya Infomedia secara penuh  dapat meningkatkan pendapatan konsolidasi  dan portofolio Telkom Group di tahun 2009.

Infomedia selama lebih dari 20 tahun berpengalaman di bidang pelayanan jasa informasi telekomunikasi. Perusahaan ini  telah menjadi pemain utama dan satu-satunya di industri pelayanan telekomunikasi dan data di Indonesia dan aktif melayani pemberian data untuk kegiatan bisnis ataupun rumahan, memberikan informasi atas nomor telepon, mendistribusikan data dan informasi kepada pelanggannya di Indonesia, baik dalam bentuk elektronik data, barang cetakan, suara, gambar dan data yang komprehensif lainnya.

Di masa yang akan datang, Telkom akan memperkuat posisi Infomedia sebagai perusahaan jasa informasi telekomunikasi dan data center.[Dni]

010709 Kebutuhan Kacang Kedelai Masih Didominasi Impor

JAKARTA–Kebutuhan kacang kedelai lokal masih didominasi oleh impor dari Amerika Serikat (AS). Tercatat, 70 persen dari 2,2 juta ton per tahun  kebutuhan kacang kedelai lokal dipenuhi oleh impor sedangkan sisanya dari petani domestik.

“Kebutuhan kacang kedelai untuk pasar lokal didominasi oleh petani AS. Jika dibiarkan, ada devisa yang lari lima triliun rupiah setiap tahun,” ujar Ketua Umum Forum Koperasi Produsen Tempe Tahu Indonesia (Kopti) H Sutaryo di Jakarta, Selasa (30/6).

Dijelaskannya, masyarakat Indonesia banyak menggunakan kacang kedelai sebagai bahan baku pembuatan tahu dan tempe.

“Masyarakat Indonesia sangat gemar makan tahu dan tempe. Sayangnya supplai bahan baku sangat bergantung impor,” jelasnya.

Menurut dia, kebergantungan yang tinggi terhadap AS membuat harga kedelai di Indonesia fluktuatif mengikuti harga negeri asal. “Di AS kedelai dijual di pasar komoditi, jika harga di AS naik, maka di pasar Indonesia otomatis naik juga,” katanya.

Dicontohkannya, tinggi fluktuatif harga bisa dilihat pada awal 2008 dimana harga mencapai 7.500 rupiah per kilogram.

Disarankannya, untuk mengatasi fluktuasi harga pemerintah agar menetapkan tata niaga kedelai dengan memfungsikan kembali peran Bulog dalam menjaga stabilitas harga kedelai. “Ketika liberalisasi hak impor diberikan juga pada swasta, ini membuat produk impor membanjir. Karena itu dibutuhkan penetapan harga dasar kedelai lokal yang tidak merugilkan petani,” katanya.

Hal lain yang disarankan adalah memberikan proteksi harga kacang kedelai kepada petani dalam hal penjualan hasil panen kedelai apabila pada saat panen harga kedelai impor lebih murah, maka diatasi dengan cara menaikkan bea masuk untuk kedelai impor.

Berikutnya memberikan bantuan bibit maupun pupuk bagi petani secara tepat waktu dan sasaran. “Jika langkah ini dilakukan bisa saja swasembada kedelai pada 2012 dapat tercapai,” katanya.

Pada kesempatan sama Ketua Umum Dewan Tani Ferry J mengakui, insentif yang diungkapkan Kopti memang dibutuhkan oleh petani. “Kondisi sekarang para petani enggan menanam kedelai karena banyaknya kedelai impor. Harga jual kami kebanting,” tegasnya.[Dni]