010709 Axis Terancam Gagal Pasarkan BlackBerry

JAKARTA–Operator seluler Axis terancam gagal memasarkan BlackBerry pada akhir Juli nanti seiring kebijakan yang diambil Departemen Komunikasi dan Informatika (Depkominfo) membekukan sertifikasi A untuk Research In Motion (RIM).

RIM adalah prinsipal BlackBerry yang berasal dari Kanada. Pembekuan dilakukan regulator karena RIM enggan membuka layanan purna jual di Indonesia.
Sertifikasi A wajib dimiliki prinsipal jika ingin memasukkan barangnya ke Indonesia.

“Pembekuan sertifikasi diberlakukan bagi varian lama BlackBerry, sedangkan untuk varian baru tidak diterbitkan sertifikasi. Kondisi ini diberlakukan hingga ada kejelasan sikap dari RIM terkait layanan purnajual,” jelas Anggota Komite Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) Heru Sutadi di Jakarta, Selasa (30/6).

Menurut Heru, jika sertifikasi dibekukan, maka barang yang sudah berada di bea dan cukai bisa saja tertahan mengingat kelengkapan surat-suratnya tidak jelas. “Jika regulasi impor dijalankan, logikanya barang itu tidak bisa masuk. Tetapi wewenang boleh masuk atau tidaknya ditangan bea dan cukai,” katanya.

Secara terpisah, Kepala Pemasaran Axis Johan Buse mengakui, meskipun akan meluncurkan layanan BlackBerry pada akhir Juli nanti, tetapi status barang masih dalam pemesanan dan sedang dikapalkan. “Setahu saya pembekuan sertifikasi itu untuk varian baru. Karena itu Axis tetap optimistis barang tersebut bisa masuk mengingat yang dimasukkan varian lama,” jelasnya.

Johan menjelaskan, guna menyelenggarakan layanan BlackBerry, Axis telah menyediakan kapasitas jaringan hingga 10 Mbps yang didukung oleh 3.500 BTS.

“Kami juga telah membuka pre order dimana 5 ribu dari hampir 5 juta pelanggan mendaftar untuk membeli perangkat tersebut,” jelasnya.

Johan menegaskan, masalah purnajual yang ditawarkannya berbeda dengan operator lain yang menjadi mitra RIM. “Kami berusaha memperbaiki kerusakan di Indonesia. Jika tidak bisa ditangani, baru dikirim ke bengkel RIM,” tuturnya.

Johan menambahkan, perangkat yang dijualnya pun tidak eksklusif digunakan hanya di jaringan Axis. “Kami pun tidak menolak jika ada pelanggan yang menggunakan BlackBerry dari mitra atau importir umum ingin menggunakan jaringan Axis,” katanya.

Berdasarkan catatan, mitra RIM selain Axis adalah Telkomsel, Indosat, dan XL. Saat ini total pelanggan BlackBerry di Indonesia mencapai sekitar 300 ribu pelanggan. Keluarnya kebijakan pembekuan sertifikasi oleh regulator diperkirakan membuat para mitra mengalami potensi kerugian sebesar 1,8 juta dollar AS per bulan.[Dni