270609 Sriwijaya Air Harapkan Diskon Dongkrak Penumpang

JAKARTA —Maskapai penerbangan swasta, Sriwijaya Air, mengharapkan program diskon yang diberikannya mampu mendongkrak jumlah penumpang yang menggunakan jasanya.

Diskon khusus  diberikan  pada   anggota KADIN, HIPMI, para pekerja sosial, Pendeta, tenaga-tenaga sukarelawan dan juga para pendidik.  Sedangkan untuk masa liburan ini, Sriwijaya Air juga memberikan potongan harga bagi anak-anak 3-12 tahun serta para pelajar sebesar 10 persen.. Saat ini setiap harinya Sriwijaya menyediakan 3.700 tempat duduk setiap harinya.

“Kami mengharapkan  dari program diskon bisa meningkatkan jumlah penumpang hingga 25 persen karena yang dibidik   kalangan  yang memang sangat tinggi pergerakannya baik di dalam maupun ke luar negeri,” jelas juru bicara Sriwijaya Air Hanna Simatupang di Jakarta, Jumat (26/6).

Dikatakannya, selain memberikan diskon, maskapainya berencana akan  membuka rute-rute baru, seperti Medan-Padang, Jambi-Batam, Jakarta-Sorong dan Jakarta-Ternate.

“Penambahan rute  merupakan komitmen nyata manajemen Sriwijaya Air dalam memenuhi permintaan para pengguna jasa angkutan udara dan juga untuk merealisasikan program pemerintah khususnya tentang pengembangan dan peningkatan sistem transportasi nasional yang harus dapat menjangkau seluruh wilayah nusantara,” jelasnya.

Selanjutnya Hanna mengungkapkan, pada 2010 nanti Sriwijaya akan memiliki  simulator  untuk armada yang digunakannya  di wilayah Tangerang.  Alat tersebut  diperuntukkan bagi pendidikan para awak kokpit dan   maskapai atau pihak-pihak yang berminat untuk belajar tentang penerbangan.

“Tujuan utama pengadaan seluruh peralatan penerbangan ini adalah untuk meningkatkan kinerja dan pengetahuan para awak serta sesuai dengan aturan keselamatan penerbangan nasional dan internasional,” jelasnya.

Hanna menjelaskan, dalam peraturan tersebut dinyatakan bahwa para awak harus melakukan pembaruan lisensi dan pengetahuannya melalui alat-alat tersebut minimal 3 bulan sekali. “Selain alasan tersebut, manajemen juga melihat bahwa dengan mengadakan sendiri peralatan penerbangan tersebut, berarti perusahaan telah melakukan efisiensi terhadap biaya operasional yang ada,” jelasnya.