250609 Komitmen KRT BRTI Dipertanyakan

brtiJAKARTA—Indonesia Wireless Broadband (Id-WiBB) mempertanyakan komitmen dari para anggota Komite Regulasi Telekomuniksi (KRT) yang menjadi perwakilan masyarakat di Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI).

Sekjen Id-WiBB   Bambang Sumaryo Hadi mengungkapkan, masih ada beberapa orang dari   KRT yang merupakan perwakilan masyarakat tercatat bekerja di  Perguruan Tinggi Negeri (PTN) sehingga otomatis  adalah pegawai negeri sipil (PNS).

“Hanya ada dua orang  dari unsur masyarakat yang boleh dikatakan benar-benar dari masyarakat. Karena itu  tidak mengherankan kalau hasilnya selama 100 hari ataupun 1.000 hari nanti kinerja dari lembaga tersebut akan datar-datar saja,” ketusnya kepada Koran Jakarta, Rabu (24/6).

Menurut Sumaryo, praktik menggunakan dua “baju”  oleh para KRT  patut dipertanyakan. Kecuali   satu “baju” sudah dilepas dan mecurahkan  100 persen komitmennya sebagai  KRT.

“Jika  hal-hal yang simpel dan fundamental seperti itu tidak dilaksanakan,  saya makin yakin bahwa lembaga ini sekedar stempel atau    klaim sepihak   keikutsertaan masyarakat saja dalam hal regulasi telekomunikasi,” sesalnya.

Sebelumnya, banyak pegiat telematika mempertanyakan kinerja KRT wakil masyarakat setelah 100 hari berbakti di BRTI. Kebijakan yang dikeluarkan dianggap tidak pro rakyat seperti harga frekuensi Broadband Wireless Access (BWA) yang  melambung tinggi dan evaluasi kualitas layanan per kuartal yang melempem.[dni]

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s