100906 Desember, Lisensi TV Digital Dikeluarkan

televisiJAKARTA–Pemerintah berencana akan mengeluarkan lisensi penyelenggaraan TV digital pada Desember nanti.

“Uji coba selesai sekitar September atau Oktober. Setelah itu dipersiapkan regulasinya, sebulan kemudian baru lisensi diberikan,” ungkap Dirjen SKDI Freddy Tulung di Jakarta, Selasa (9/6).

Dikatakannya, uji coba telah dilaksanakan sejak Agustus tahun lalu oleh beberapa pihak swasta diantaranya Konsorsium TV Digital Indonesia (KTDI), konsorsium TV kabel yang dikomandoi MNC, Tren Mobile TV, dan Telkom-TVRI.

Anggota KTDI adalah SCTV, TV one, AN TV, Metro TV, dan Trans Corp. Sementara Tren Mobile TV menggandeng Indosat untuk menggelar  Digital Video Broadcasting – Handheld (DVB-H) hingga Desember nanti.

Tujuan dari ujicoba adalah untuk menguji kesiapan teknis, sosialisasi, dan menyiapkan regulasi. Wilayah ujicoba adalah Jabodetabek dimana sebanyak 7 hingga 8 ribu perangkat setup box dibagi secara gratis.

Setup box adalah alat yang mengubah sinyal analog menjadi digital.

“Pemerintah punya target pada 2015 nanti TV digital sudah memasyarakat,” katanya.

Dikatakannya, jika TV digital sudah memasyarakat maka beberapa keuntungan bisa dinikmati konsumen seperti mendapat gambar yang berkualitas dan bisa melakukan interaktif komunikasi.

Di sisi pemerintah akan terjadi penghematan penggunaan frekuensi karena satu kanal bisa diisi banyak konten.

Sementara industri akan berubah lanskapnya karena penyedia konten dan jaringan bisa terpisah.

“Selama ini terjadi vertikal lisensi dimana penyedia jaringan dan konten satu perusahaan. Jika terpisah akan ada peluang baru,” katanya.

Wakil Ketua KTDI Supeno mengatakan, operator TV tak bisa menolak keberadaan dari era digital.

“Karena itu dibentuk konsorsium untuk mencari bentuk bisnis yang ideal. Kami mengharapkan pemerintah mampu menyiapkan regulasi yang adil,” katanya.

Diungkapkannya, selama ini operator sudah mengeluarkan dana lumayan besar untuk berinvestasi di infrastrruktur seperti transmisi, multiplexing, dan encoding.

“Sekarang kunci keberhasilan TV digital bagaimana sebanyak 40 juta rumah tangga yang memiliki TV analog mau memakai layanan TV digital,” tuturnya.

Direktur TIK BPPT Tatang A Taufik mengatakan, kunci dari suksesnya TV digital adalah murahnya harga setup box. “Sekarang harga setup box sekitar 350 hingga 400 ribu rupiah. Jika bisa ditekan menjadi 150 ribu rupiah baru ideal,” katanya.

GM Display Factory PT LG Electronics Indonesia Win Godfried mengatakan, sebagai produsen sudah mulai mencoba menjual TV LCD dimana teknologi digital diimplementasikan. “Potensi pasar ini sangat besar. LG memberanikan diri untuk memulainya,” katanya.[Dni]

100609 Nilai Pasar Camcorder Capai Rp 360 Miliar

sony-dcr-dvd403-dvd-handycam-camcorderJAKARTA–Nilai pasar dari  portabel gadget jenis  Camcorder diperkirakan mencapai 360 miliar rupiah pada tahun ini.

Angka itu berasal dari akan terjualnya 120 ribu unit Camcorder dimana rata-rata satu unit dibanderol mulai dari harga 3 juta rupiah.

Merek yang menguasai pasar saat ini adalah Sony, JVC, dan Canon.

“Penjualan paling banyak dari jenis Camcorder MiniDV dan DVD. Sekitar 40 persen dikuasai oleh jenis MiniDV jika melongok pengalaman selama ini,” ungkap Senior Marketing Manager Datascrip Monica Aryasetiawan di Jakarta, Selasa (10/6).

Diungkapkannya, selama kuartal pertama penjualan melemah akibat nilai tukar rupiah melemah dan banyaknya hari libur sehingga kegiatan pameran berkurang.

“Pameran itu memegang peranan penting dalam menjual produk semacam ini. Pengunjung biasanya potensial market yang benar ingin membeli produk,” katanya.

Meskipun selama kuartal pertama melemah, namun sebagai distributor merek Canon, pihaknya tetap optimistis akan mampu mencapai target menguasai 8 persen pangsa pasar nantinya.

Hal itu dibuktikan dengan meluncurkan 10 unit Camcorder baru yang memiliki kemampuan penyimpanan flash memories atau miniDV.

Dikatakannya, pengguna ketika ingin membeli perangkat tersebut selalu menimbang harga dan kapasitas penyimpanan.

“Pada kuartal pertama sebanyak dua ribu unit produk Canon berhasil terjual. Kami menargetkan hingga akhir tahun nanti akan ada terjual 8.500 unit Camcorder,” katanya.

“Tren penyimpanan akan bergeser dari miniDV atau DVD ke flash memories. Diperkirakan pada tahun ini camcorder yang memiliki flash memories akan menguasai 40 persen pangsa pasar,” katanya.[Dni]

100609 Maskapai Pertahankan Fuel Surcharge

pesawatJAKARTA–Maskapai swasta tetap mempertahankan besaran biaya tambahan bahan bakar (Fuel Surcharge) meskipun harga Bahan Bakar Minyak (BBM)  dunia saat ini telah
mencapai lebih dari 70 dolar AS per barel.

Sementara maskapai lokal belum menaikkan fuel surchargenya sejak harga BBM 40 dolar per barel pada awal tahun ini.

“Belum ada perintah untuk menaikkan. Tetapi manajemen terus memantau karena harga lagi naik,” ungkap juru bicara Sriwijaya Air, Ruth Hanna Simatupang di Jakarta, Selasa (9/6).

Dijelaskannya, saat ini Sriwijaya masih menerapkan harga fuel surcharge yang sama sejak akhir 2008 lalu. Untuk penerbangan dua jam ke atas sebesar
270 ribu rupiah, penerbangan satu hingga dua jam sebesar  170 ribu rupiah sedangkan
di bawah satu jam sekitar  140 ribu rupiah.

Secara terpisah,  Communication Head Mandala Airlines, Trisia
Megawati Kusuma Dewi mengatakan,  Mandala juga  belum berniat
menaikkan fuel surcharge.

“Sekarang sedang memasuki musim libur sekolah. Tahun lalu ketika libur sekolah kami mempertahankan fuel surcharge. Jika keadaan masih memungkinkan, kebijakan yang sama mungkin saja dilakukan,” katanya.

Berdasarkan catatan, selama ini bahan bakar berkontribusi sebesar 60 persen bagi biaya operasional maskapai. Regulator sebelumnya mencoba meringankan beban maskapai dengan memotong PPN avtur, tetapi ditolak oleh Departemen Keuangan.[Dni]