090609 Pendirian Menara Dominasi Biaya Infrastruktur

menara-lagiJAKARTA—Pendirian menara (Tower Site)  di satu area menyedot biaya lumayan besar dalam pembangunan infrastruktur telekomunikasi.

Di Jawa, Tower Site bisa menyedot 40 persen dari biaya produksi. Sementara di luar Jawa, seperti Kalimantan, kontribusi Tower Site bisa membengkak hingga dua kali lipatnya.

“Ini resiko dari geografis Indonesia yang memiliki kontur kepulauan. Padahal untuk berekspansi di satu daerah, operator harus memperhatikan tiga hal yakni Tower, Power, dan Backhaul,” ungkap Head of Sub Region Indonesia   Nokia Siemens Network, Arjun Trivedi di Jakarta, belum lama ini.

Menurut Arjun, operator harus mulai mengakali masalah Tower Site dan kelangkaan energi (Power) di satu daerah karena ke depan ekspansi akan banyak di wilayah rural. “Kendala di rural itu selalu dua hal tersebut. Padahal operator dituntut untuk memberikan harga dan kualitas layanan yang sama antara perkotaan dan rural,” jelasnya.

NSN Business Analis Stephen Martin mengatakan, salah satu solusi yang sedang dikembangkan adalah  Flexi Base Station. Perangkat  berbasis Internet Protocol (IP) ini dapat digunakan oleh puluhan pengguna sekaligus dalam cakupan area hingga 100 KM persegi.

“Perangkat ini bagian dari Nokia Siemens Network Village Connection. Konsep berbisnis di desa ini bisa menghemat biaya operasional satu operator dalam mengembangkan jaringan ke desa 50 hingga 70 persen,” kata Arjun.[dni]

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s