090609 Kala Fanatisme Dieksploitasi

manchester_united_logoSiapa yang tidak kenal dengan klub sepakbola Inggris Manchester United (MU). Pemilik tiga gelar Liga Champions UEFA dan sederet tropi Liga Inggris itu tidak hanya digilai oleh penggemar bola di negeri Pangeran Charles, tetapi juga belahan dunia lain, seperti Indonesia.

Hal itu dapat dilihat dari antusiasnya para penggemar MU membeli tiket pertandingan pada 20 Juli nanti guna menyaksikan Cristiano Ronaldo Cs melawan Indonesia All Star.

Penyelenggara pertandingan mengklaim menyediakan  77 ribu tiket untuk tontonan seru tersebut.  Sayangnya dari 77 ribu tiket yang dijual, panitia kini hanya menyisakan 30 ribu tiket, sisanya sudah diborong untuk pihak PSSI dan sponsor. Tiket yang tersedia pun hanya untuk kategori I (400 ribu rupiah), II (250 ribu rupiah) dan III (100 ribu rupiah).

Untuk mendapatkan tiket tersisa ini, ada tiga tahapan penjualan. Tahap pertama 1-12 Juni melalui sponsor. Kedua 8 ribu tiket di Badan Liga Indonesia (BLI) Kuningan setelah 12 Juni dan Aviatour (6.400 tiket) untuk pecinta MU di seluruh Indonesia. Serta sekertariat Panpel.

Kebetulan, salah satu sponsor yang ikut menjual tiket MU adalah operator telekomunikasi Hutchison CPTelecom Indonesia (HCPT). Pemilik merek dagang Three ini  memiliki jatah menjual 11 ribu lembar tiket yakni   kategori I, II,  dan III.

“Beli tiket via Three melalui SMS untuk mendapatkan kode booking. Tapi, yang menjadi masalah, untuk mendapatkan kode booking itu harus melalui sejumlah ‘perjuangan’ dan keberuntungan,” kata salah satu pendukung MU, Haryo saat ditemui Koran Jakarta.

Kenapa bisa begitu? Hal ini karena  Three menetapkan syarat bagi  pelanggan yang ingin membeli tiket MU  harus melakukan registrasi terlebih dulu dengan ketik REG<spasi>TIKET lalu kirim ke 123. Biaya pengiriman per SMS adalah 75 rupiah. Jika berhasil terdaftar, maka pulsa terpotong sebesar lima ribu rupiah.

Syarat lainnya adalah untuk mendapatkan kode booking, pulsa yang tersimpan di ponsel sebesar 100 ribu rupiah dan jika dalam satu hari tidak berhasil mendapatkan kode booking, registrasi diulang kembali esok harinya. Hal ini karena Three menetapkan batas usaha booking setiap hari tak lebih sampai jam 12.00 malam.

Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Husna Zahir menilai  penjualan tiket  seperti dilakukan Three tidak sesuai dengan UU Perlindungan Konsumen. “Jika acara pertandingan MU memang diperuntukan untuk pihak tertentu semisal pihak sponsor maka boleh saja penjualan dilakukan Three,” katanya kepada Koran Jakarta, belum lama ini

Namun jika pertandingan MU di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUBK) diperuntukan untuk umum maka akses penjualan seharusnya tidak menyulitkan masyarakat.

“Setiap anggota masyarakat harus memiliki akses. Boleh saja melalui sponsor tapi diperuntukan bagi mereka yang punya akses. Jangan malah memaksa orang untuk mengikuti pesan sponsor,” jelasnya.

Direktur Kebijakan dan Perlindungan Konsumen Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat Informasi (LPPMI), Kamilov Sagala, melihat yang dilakukan oleh Three tak lebih sebagai upaya untuk mengeksploitasi fanatisme pendukung MU agar terus menghabiskan pulsa dalam mendapatkan tiket.

Hal ini karena konsep yang diusung Three berbeda dengan sponsor lainnya. Jika sponsor lain meminta menjadi nasabah, sehingga uang konsumen  tidak hilang karena ditabung. “Kalau Three, uang hilang hanya karena SMS gagal dan teknis lainnya. Apalagi harga SMS di luar kewajaran yakni 5 ribu rupiah, SMS Premium saja tidak semahal itu. Ini cara berdagang yang tidak elok,” tegasnya.

Kamilov menduga, terkendalanya para penggemar Three mengakses kode booking tak bisa   dilepaskan dari tidak primanya jaringan milik operator itu. “Hasil laporan kualitas layanan ke regulator belum lama ini, Three tidak begitu bagus. Operator itu hanya mampu melebihi sedikit dari standar milik regulator,” katanya

Berdasarkan catatan, laporan kualitas layanan kuartal pertama dari Three yang memiliki sekitar 4,5 juta pelanggan untuk  persentase jumlah pesan singkat yang berhasil dikirim dengan interval waktu antara pengiriman dan penerimaan tidak lebih dari 3 menit adalah 80 persen.

Angka tersebut kalah jauh dengan  Axis yang memiliki standar 100 persen. Padahal Axis dan Three adalah sama-sama pendatang baru di blantika seluler. Sedangkan standar dari regulator adalah 75 persen.

Anggota Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) Nonot Harsono mengatakan, sulitnya mengakses untuk mendapatkan kode booking tak seharusnya terjadi karena semua tercatat di server.

“Jika sampai berkali-kali itu namanya ‘nakal’. Seharusnya jika Three memiliki jaringan yang handal, cukup merekap dan mengumumkan secara langsung ke pelanggan, mana yang kebagian tiket atau tidak,” katanya.

Nonot meminta, Three untuk tidak kebablasan memanfaatkan momen  datangnya MU dalam meraih pelanggan baru atau menaikkan pendapatannya. “Kalau saya lihat ini antara mau jualan MU dan Three campur aduk. Baiknya terus terang saja mau ngapain. Jangan bohongi rakyat,” katanya.

Nonot mengingatkan, jika Three tetap melanjutkan aksinya, seusai MU berlalu maka pelanggan yang merasa ‘terpaksa’ menjadi pengguna Three tidak akan memanfaatkan layanan operator itu di masa depan. “Ini yang dinamakan   balas dendam ala silent majority,” tuturnya.

Menanggapi hal itu, Juru bicara HCPT Ariani Widowati mengakui, Three memang membatasi usaha pemesanan seharinya hingga jam 12.00 malam. “Tetapi itu bisa diulangi lagi besoknya. Dan jika pelanggan masih memiliki sisa pulsa itu bisa diakumulasi,” katanya.

Ariani menegaskan,  siap membantu jika ada pelanggan yang kesulitan dalam melakukan pemesanan via SMS.”Infokan kepada kami, akan segera dibantu. Sedangkan masalah kinerja jaringan, saya rasa Three masih memenuhi standar dari regulator,” katanya.[tya/dni]

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s