050609 Notebook Kuasai Penjualan Komputer

JAKARTA—Perangkat komputer jinjing (Notebook) diperkirakan akan menguasai penjualan komputer tahun ini ketimbang desktop atau Personal Computer (PC).

Tercatat, pada tahun lalu komputer yang terjual sebanyak 2,2 juta unit. Sebanyak 63 persen atau 1,4 juta unit merupakan notebook dan sisanya adalah PC. Sedangkan pada kuartal pertama tahun ini dari total 500 ribu unit penjualan komputer, sekitar 60 persen adalah notebook.

“Diperkirakan pada kuartal kedua nanti penjualan notebook akan meningkat sebesar lima persen atau menjadi 65 persen dari total sekitar 500 ribu unit penjualan komputer,” ungkap Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Komputer Indonesia (Apkomindo) Merry Harun di Jakarta, Kamis (4/6).

Diungkapkannya, para pelaku usaha tetap berkeyakinan pada akhir tahun nanti penjualan komputer akan tetap sama dengan tahun lalu yakni sebesar 2,2 juta unit. “Kuartal pertama dan kedua akan sama penjualannya sebesar 500 ribu unit. Tantangan yang berat bagaimana menutupi defisit 1,2 juta unit lagi pada sisa semester kedua nanti,” katanya.

Wasekjen Apkomindo Gomulia Oscar menambahkan, pada kuartal pertama lalu penjualan komputer bisa mencapai 500 ribu unit karena adanya stimulus dana pendidikan yang diberikan oleh pemerintah.

“Penjualan komputer untuk anak sekolah sekarang menjadi tren. Pada masa libur sekolah ini akan dimanfaatkan dengan menggelar pameran National IT Expo mulai 11 Juni hingga 12 Juli nanti di 13 kota,” katanya.

Dikatakannya, nilai penjualan di masing-masing kota akan berbeda tergantung skala ekonominya. Misalnya, di Jakarta ditargetkan penjualan selama pameran sebesar 50 miliar rupiah, Suarabaya 10 miliar rupiah, dan Pekanbaru 3 miliar rupiah.

Selanjutnya Gomulia mengatakan, penjualan komputer untuk anak sekolah membuat varian baru dari notebook yakni netbook mengalami pertumbuhan sebesar 100 persen. “Jika pada tahun lalu netbook bisa terjual sebanyak 300 ribu unit, diperkirakan akhir tahun nanti bisa mencapai 600 ribu unit,” katanya.

Netbook adalah komputer jinjing yang memiliki kemampuan akses internet dan fasilitas perangkat lunak perkantoran. Perangkat ini memiliki ciri pada layar yang lebih kecil dan daya tahan baterai lebih lama.

“Di luar negeri produksi netbook lebih besar ketimbang notebook. Di Indonesia akan semakin booming karena operator telekomunikasi akan memanfaatkan perangkat ini sebagai bundling produk dengan jaringannya,” tuturnya.

TKDN

Pada kesempatan sama, berkaitan dengan akan keluarnya regulasi Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) untuk perangkat komputer, Direktur Eksekutif Apkomindo E Bimantoro meminta pemerintah untuk mendengarkan suara industri dengan memahami model bisnis yang terjadi selama ini.

“Pemerintah meminta produsen komputer untuk membangun pabrik di Indonesia. Jika seperti itu, harus berbicara dengan industrinya. Tetapi jika yag diminta adalah melakukan assembling, itu lebih mudah direalisasikan,” tuturnya.

Dijelaskannya, pelaku usaha akan terkendala jika yang diminta adalah harus meminta chip dan software dimasukkan sebagai konten lokal karena chip sudah memiliki paten dan lebih murah dibeli ketimbang produksi. “Begitu juga halnya dengan monitor. Indonesia belum ada pabrik LCD. Kalau ditanya yang dimau oleh pelaku usaha, definisi produk lokal itu adalah menggunakan merek lokal,” katanya.[dni]

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s