040609 Benang Kusut BlackBerry Tak Bertuan

rim-blackberry-bold-smartphoneDepartemen Komunikasi dan Informatika (Depkominfo) akhirnya bersuara juga terkait fenomena diedarkannya BlackBerry di luar mitra Research in Motion (RIM), yaitu Telkomsel, XL, dan Indosat.

Pemerintah menegaskan perangkat yang beredar dan dijual itu sah karena importir telah memenuhi persyaratan melakukan importasi alat atau perangkat telekomunikasi. Pemerintah malah balik menuding klaim para mitra RIM yang mengatakan 80 persen BlackBerry yang beredar di pasar adalah barang black market (BM) tidak benar.

“Jika yang dihitung hanya punya tiga operator mungkin saja benar. Tetapi para importir ini juga berhak memasukkan barang tersebut karena telah memenuhi persyaratan dari pemerintah,” kata Juru Bicara Depkominfo Gatot S Dewo Broto dalam keterangan tertulisnya, Rabu (3/6).

Berdasarkan catatan, saat ini BlackBerry digunakan sekitar 300 ribu pelanggan. Semua mitra RIM mengakui 80 persen pengguna yang ada menggunakan barang BM karena para operator tersebut minim sekali mengimpor barang.

Di luar mitra RIM, Depkominfo meminta penjualan BlackBerry memperhatikan regulasi yang ada. “Jika tidak diperhatikan, bisa saja dilakukan penghentian sementara waktu importasi atas produk tersebut sampai terpenuhnya persyaratan sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” katanya.

Gatot menegaskan gertakan itu bukan omong kosong karena pada tiga minggu lalu departemennya telah menerima permohonan baru dari RIM untuk memperoleh sertifikasi. Namun, terpaksa ditolak sampai dengan terpenuhinya persyaratan layanan purnajual.

Keresahan akan keabsahan BlackBerry keluaran nonmitra RIM tentu tak bisa dilepaskan dari aksi perusahaan asal Kanada itu yang men-suspend (Personal Identification Number/PIN) BlackBerry milik pengguna yang membeli bukan dari tiga operator yang ditunjuk.

Akibatnya, perangkat yang memiliki keunikan pada layanan Blackberry Internet Service (BIS) itu tidak bisa digunakan mengakses Internet atau chatting. Padahal tanpa BIS, BlackBerry tak ubahnya ponsel biasa yang hanya bisa digunakan untuk basic telephony (SMS dan Suara).

Prematur
Pengguna BlackBerry dari komunitas id-blackberry@yahoogroups.

com, Faizal Adiputra, menilai pemerintah prematur mengeluarkan pernyataan bahwa beredarnya BlackBerry di luar milik tiga operator adalah sah karena belum memahami model bisnis yang dikembangkan selama ini oleh RIM.
“Saya melihat sikap pemerintah ini prematur. Justru yang ditangkap oleh para pengguna BlackBerry adalah pemerintah melegalkan sesuatu yang ilegal. Sebaiknya memahami dulu model bisnisnya baru berbicara,” katanya, Rabu (3/6).

Berdasarkan keterangan resmi dari para petinggi RIM, selama ini pola kerja sama yang dikembangkan untuk memasarkan perangkat di satu negara adalah selalu menggandeng para operator. Untuk Indonesia, dalam hal ini adalah Telkomsel, Indosat, dan XL. Bahkan tak lama lagi Smart Telecom dan Axis akan menyusul.

Pola ini diyakini banyak pihak sebagai upaya RIM untuk mengamankan BIS berjalan lancar karena operator tentunya memiliki backbone guna terhubung dengan server RIM. Hal ini karena hakikatnya yang dijual RIM adalah layanan BIS, bukan semata perangkat.

Selain memasukkan barang, operator menjadi pick up point apabila handset mengalami masalah dan meneruskannya ke RIM.
Sebagai prinsipal, RIM akan meminta sertifikasi perangkat A pada Depkominfo. Setelah itu diberikan ke operator yang menjadi rekanan agar bisa mengurus izin impor.

“Hal yang aneh adalah RIM seharusnya memberikan izin sertifikasi perangkat yang diperoleh ke importir atau operator yang menjadi rekannya. Lantas kenapa ‘importir sah” menurut Depkominfo itu bisa mendapatkan sertifikasi pula?” kata sumber Koran Jakarta.

Anggota Komite Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) Heru Sutadi mengungkapkan sudah ada komunikasi dengan pihak RIM untuk mengklarifikasi pola bisnisnya.

“Rencananya perwakilan RIM akan datang. Kami akan meminta kepastian tentang layanan purnajual atau masalah suspend PIN seperti yang terjadi belum lama ini. RIM harus bisa mengikuti aturan main di sini,” tegasnya.[dni]

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s