020609 NTS Harus Kembalikan Pulsa Konsumen

axisJAKARTA—Natrindo Telepon Seluler (NTS) diminta untuk mengembalikan pulsa yang terpakai oleh pelanggannya akibat adanya kasus pemberian “pulsa siluman” pada Senin (25/5) pekan lalu.

“Operator tersebut harus mengembalikan pulsa yang terpakai oleh pelanggan akibat adanya pulsa siluman yang masuk ke ponselnya. Tidak cukup hanya dengan meminta maaf. Jika ditarik ke undang-undang konsumen, ini bisa dikatakan penipuan,” ujar Direktur Kebijakan dan Perlindungan Konsumen Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat Informasi (LPPMI) Kamilov Sagala kepada Koran Jakarta, Senin (1/6).

Menurut Kamilov, masuknya pulsa siluman ke dalam nomor ponsel pelanggan pemilik merek dagang Axis tersebut telah menjadi stimulus bagi pengguna untuk melakukan panggilan.

“Ironisya karena pulsa siluman yang terpakai adalah  pulsa milik sendiri dan menjadi habis. Padahal, jika tidak ada pulsa yang masuk tiba-tiba, tentunya pelanggan tidak berubah pola komunikasinya menggunakan nomor Axis. NTS harus membuktikan slogan sebagai GSM yang baik dengan mengganti pulsa konsumennya,” katanya.

Kamilov meminta, Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) untuk melakukan audit terhadap jaringan milik NTS mengingat tahun ini ditetapkan sebagai eranya kualitas layanan. “Rasanya aneh, BRTI hanya diam melihat konsumen dianiaya seperti ini. Sudah tidak pantas menunggu laporan masuk baru bertindak,” tegasnya.

Sebelumnya, pada Senin minggu lalu sebagian dari sekitar dua juta lebih  pelanggan Axis mendapatkan “pulsa siluman”  mulai dari 50 ribu sampai dengan 300 ratus ribu rupiah. Pelanggan yang senang, langsung memanfaatkan pulsa tersebut. Tetapi, kenyataan berbicara lain, bukannya mendapatkan bonus pulsa, tetapi rupiah sendiri yang terpakai.

Pihak NTS  hanya meminta maaf tanpa memberikan penjelasan mengenai kejadian ini. Ironisnya, NTS baru mengetahui   kesalahan tersebut setelah mendapatkan laporan dari para konsumen.

“Kami akui banyak pelanggan Axis yang mendapat pulsa tiba-tiba.  Kami tarik kembali karena ada kesalahan dari sistem,” kata Manager Corporate Communication NTS Ati Kisjanto.[dni]

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s