020609 KPPU Himbau Indosat

kppuJAKARTA—Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) menghimbau Indosat untuk merujuk ke Undang-undang No 5/99 tentang Anti Monopoli dalam membuat perjanjian pembukaan interkoneksi Sambungan Langsung Internasional (SLI) dengan Bakrie Telecom (BTEL).

“Pelaku usaha sebaiknya merujuk ke pasal-pasal yang ada dalam UU tersebut. Jika tidak mengindahkan, bisa berurusan dengan KPPU nantinya,” ujar Direktur Komunikasi KPPU A.Junaidi kepada Koran Jakarta, akhir pekan lalu.

Junaidi meminta, Indosat sebagai salah satu incumbent dalam menyelenggarakan jasa SLI untuk tidak menyalahgunakan posisinya sebagai pelaku usaha dominan dalam membuka interkoneksi dengan menetapkan syarat yang merugikan pemain lainnya.

“Jika benar Indosat menetapkan pelarangan tarif promosi bagi BTEL, itu melanggar pasal  25 dari UU No5/99. Sebaiknya operator tersebut merevisi syarat itu,” katanya.

Pasal 25 ayat (1) huruf a UU anti monopoli menyebutkan, pelaku usaha dilarang menyalahgunakan  posisi dominan dalam menetapkan syarat-syarat perdagangan dengan tujuan untuk mencegah dan atau menghalangi konsumen memperoleh barang dan atau jasa yang bersaing, baik dari segi harga maupun kualitas.

Junaidi mengharapkan, pelaku usaha di industri telekomunikasi  belajar dari kasus yang diputuskan lembaga tersebut  pada tahun lalu baik dalam perkara  kartel tarif SMS atau kepemilikan silang Temasek di Indosat dan Telkomsel.

”Setelah ada putusan dari dua kasus itu seharusnya perilaku dari pelaku usaha di industri tersebut berubah. Apalagi, kami masih menanti pembayaran denda 15 miliar rupiah dari perusahaan yang tersangkut kasus Temasek dimana Indosat termasuk salah satu diantaranya,” katanya.

Sebelumnya, Indosat  dituding menghambat pengembangan jasa SLI 009 milik  BTEL dengan mensyaratkan pembukaan interkoneksi yang  melarang penetapan tarif promosi untuk tiga bulan pertama setelah pembukaan.

Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) menilai syarat itu sebagai cermin dari ketakutan Indosat untuk bersaing dengan pemain baru. Sementara Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat Informasi (LPPMI) menilai anak usaha Qatar Telecom itu menciderai kompetisi sehat yang selama ini dibangun oleh industri telekomunikasi.[dni]

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s