010609 Logistik Pantas Masuk UU Pos

JAKARTA—Pusat Studi Transportasi dan Logistik UGM (Pustral UGM)menilai wajar dan pantas jasa logistik pos dimasukkan dalam rancangan undang-undang pos (RUU Pos) karena sesuai dengan ketentuan Universal Postal union (UPU).

“UPU menyebutkan layanan pos adalah logistik pos. Jadi, logistik pos adalah sub-set dari layanan logistik. Hal itu membuat pengaturan logistik harus melibatkan otoritas pos di samping perhubungan, perdagangan, dan lainnya,” ujar juru bicara Pustral UGM Danang Parikesit kepada Koran Jakarta, akhir pekan lalu.

Sebagai anggota UPU, lanjutnya, Indonesia harus mengadaptasi dan meratifikasi berbagai peraturan dari organisasi itu sebagai bagian dari peraturan perundang-undangan nasional.

“Hal yang wajar sebagai anggota Indonesia meratifikasinya. Jika ada pihak yang menolak memasukkan unsur logistik, yang diperlukan adalah kompromi antara lingkup substansi kepentingan nasional dan kepatuhan terhadap UPU,” katanya.

Sebelumnya, Gabungan Fowarder Penyedia Jasa Logistik & Ekspedisi Seluruh Indonesia (Gafeksi) secara tegas menolak RUU tentang Pos yang digagas oleh Departemen Komunikasi dan Informasi (Depkominfo).

Ketua umum Gafeksi Iskandar Zulkarnain menegaskan, penolakan dan keberatan disampaikan khususnya terhadap frasa “layanan logistik” sebagaimana tercantum dalam pasal 1.1. : pasal 5 (1) c: pasal 5 (4).Frasa tersebut dinilai tak berpihak kepada rakyat yang bergerak dalam industri layanan logistik lainnya antara lain, bongkar muat dan pergudangan serta moda angkutan karena tidaka da pembatasan bagi pelaku usaha layanan logistik yang tidak berada di bawah koordinasi Depkominfo.

Hal itu terjadi karena dalam RUU Pos itu, frasa “layanan logistik”-nya tak dibatasi ruang lingkup pada benda-benda atau barang pos.

Padahal, saat ini Gafeksi bersama sembilan asosiasi terkait layanan logistik di bawah koordinasi Menko Perekonomian sedang menyelesaikan konsep cetak biru logistik nasional.

Untuk diketahui, saat ini di lapangan ketentuan logistik dan perposan sudah terjadi tumpang tindih, khususnya implementasi Permenhub No. KM 10/1988 dan KM 5/2005.Bab I pasal 1 butir 5 dalam KM 5/2005 tentang paket adalah kemasan yang berisi barang dengan maksimum berat 30 ribu kg.

Jadi, pengusaha jasa titipan dapat mengangkut paket seberat 30.000 kg atau setara dengan 30 ton, sebagaimana yang dilakukan pengusaha Jasa Pengurusan Transportasi (logistik).

Berkaitan dengan penolakan dari Gafeksi tersebut, Danang menilai karena adanya kekhawatiran terjadinya persaingan di lapangan nantinya dengan jasa logistik pos. “Saya rasa kekhawatiran itu wajar karena takut lahannya akan diambil. Selain itu, kekhawatiran itu bisa dibaca sebagai ketidakpercayaan terhadap birokrasi untuk menjalankan regulasi,” katanya.

Danang menyarankan, agar tidak menjadi konfilik, pemerintah harus berani melakukan debirokratisasi ijin bagi layanan logstik dan mempertegas pembatasan antara logistik pos dan logistik dalam peraturan pemerintah (PP) yang akan menjadi turunan dari UU Pos nantinya.

“Membuat PP yang tegas adalah solusi dari penolakan tersebut. Jika RUU Pos ditunda pembahasannnya untuk menunggu cetak biru yang disebutkan Gafeksi, rasanya itu tidak mungkin. Lagipula, cetak biru bukanlah UU. Itu hanyalah konsensus platform nasional yang tidak harus dipertentangkan dengan layanan logistik pos,” katanya.

Secara terpisah, Dirjen Postel Basuki Yusuf Iskandar mengatakan, bagian masalah “Layanan Logistik” tersebut salah satu hal yang terbuka untuk didiskusikan dengan semua pemangku kepentingan di industri.
“Pemerintah terbuka untuk mendiskusikan dan mengharmonisasikannya. Sekarang masih dalam pembahasan dengan parlemen,” katanya.[dni]

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s