230509 Pemerintah Berikan Insentif untuk Merger

JAKARTA–Pemerintah berjanji akan memberikan insentif bagi maskapai yang kekurangan modal jika melakukan merger untuk menyelamatkan usahanya.

“Jika ada maskapai yang melakukan merger pemerintah akan memberikan insentif atau kemudahan-kemudahan seperti bebas bea masuk barang-barang,” ujar Direktur Jenderal Perhubungan Udara Dephub, Herry Bakti Singayudha Gumay di Jakarta, Jumat (22/5).

Dikatakannya, langkah merger tidak bisa ditolak oleh operator yang kesulitan dana karena kompetisi dan regulasi makin ketat. “Langkah merger bagi operator tak bisa dielakkan. Jika tidak bisa bangkrut,” tuturnya.

Sebelumnya, dua operator penerbangan berhenti beroperasi karena kesulitan dana. Kedua maskapai itu adalahMegantara Air dan Linus Air.

Menurut Herry, merger lebih baik dilakukan oleh maskapai domestik ketimbang kalah bersaing dengan maskapai asing yang semakin merajalela.”Ketimbang pasar lokal digerus mending konsolidasi,” katanya.

Namun Herry menegaskan, jika operator akan melakukan merger, pemerintah tidak akan ikut dalam hal teknis. “Masalah bagaimana pembagian saham atau kerjasama operasi, itu urusan business to business. Kami tidak ikut cawe-cawe asalkan sesuai regulasi,” tandasnya.

Selanjutnya Herry mengungkapkan, maskapai Linus akan dibeli oleh salah satu investor dalam rangka penyelamatan usahanya. “Kabarnya sudah ada negosiasi untuk dilepas ke investor baru,” katanya.

Secara terpisah, Presiden Direktur Linus Air, Julius Indra, mengakui sedang bernegosiasi dengan salah satu investor yang berminat kepada maskapainya.

“Saat ini sedang negosiasi. Nanti kalau semua sudah pasti kita akan diinformasikan,” katanya.[Dni]