230509 Penjualan Ponsel Turun 25 Persen

hp-nokia-3gJAKARTA– Penjualan ponsel di pasar lokal selama kuartal pertama tahun ini mengalami penurunan sebesar 25 persen jika dibandingkan periode kuartal ketiga 2008.

Tercatat, selama kuartal ketiga tahun lalu setiap bulannya vendor ponsel berhasil menjual 2,1 juta unit ponsel, sementara selama kuartal pertama 2009 angka itu mengalami penurunan sebesar 525 ribu unit.

“Kuartal ketiga adalah puncak penjualan tertinggi setiap bulannya karena ada Lebaran. Periode kuartal pertama mengalami penurunan karena ada krisis ekonomi dan turunnya nilai rupiah,” ungkap Product Manager LG Mobile Communication Indonesia, John Halim di Jakarta, Jumat (22/5).

Diungkapkannya, jenis ponsel yang laris di pasar adalah dengan harga satu juta rupiah. Jenis ini menguasai 60 persen penjualan selama kuartal pertama tahun ini. “Untuk yang dilepas sekitar 500 ribu rupiah menguasai 40 persen pasar,” katanya.

John mengatakan, LG yang bermain di pasar harga satu hingga dua juta rupiah juga mengalami penurunan penjualan meskipun tidak sebesar yang terjadi di pasar. “Ada penurunan, tetapi tidak sebesar industri,” katanya.

Selanjutnya John mengatakan, melihat perkembangan nilai tukar rupiah yang mulai menguat, penjualan ponsel pada tahun ini akan sama dengan tahun lalu.”Bisa dikatakan tidak ada pertumbuhan. Prediksi total penjualan sama dengan tahun lalu yakni sekitar 21 juta unit laku terjual,” tuturnya.

GM LG Mobile Communications Indonesia Usun Pringgodigdo menambahkan, segmen yang masih tumbuh adalah jenis ponsel musik. “Segmen ini lumayan besar karena masyarakat suka pada hiburan. Karena itu kami meluncurkan seri GM 200 yang bermain di segmen tersebut,” katanya.

Berkaitan dengan segmen smartphone, John mengatakan, pada Juli nanti akan mengeluarkan seri GM 730 yang dilengkapi sistem operasi Windows Mobile 6.1. “Meskipun BlackBerry sedang menggila penjualannya, tetapi pasar smartphone berbasis Symbian atau Windows mampu bertahan,” katanya.

Hal ini karena di pasar masih banyak pengguna yang menggunakan BlackBerry untuk fashion.”Fungsi BlackBerry tidak banyak dioptimalkan penggunanya. Sementara pengguna berbasis Windows itu sudah terbiasa dalam mengoptimalkan fitur,” jelasnya.

Saat ini LG mobile di pasar global tercatat berada di posisi ketiga di bawah Nokia dan Sony Ericsson. Sedangkan di pasar lokal, pabrikan dari Korea tersebut berada di posisi keempat setelah Samsung.[Dni]

220509 Smart Tidak Tertarik dengan Mobile-8

pt_smart_telecom1JAKARTA–PT Smart Telecom tidak tertarik lagi untuk mengakuisisi saham dari PT Mobile-8 Telecom Tbk (Mobile-8) karena lebih ingin fokus kepada pengembangan pasar data miliknya.

“Sekarang Smart lebih fokus pada pengembangan pasar. Masalah aksi korporasi itu sudah dilupakan,” ujar Deputy CEO Smart Telecom, BT Lim kepada Koran Jakarta, Rabu (20/5).

Diakuinya, beberapa waktu lalu ada ketertarikan untuk melakukan aksi korporasi terhadap beberapa operator, namun melihat perkembangan pasar, realisasi untuk merger dan akuisisi belum waktunya dilaksanakan dalam waktu dekat.

“Merger atau akuisisi itu baru terlaksana dua tahun ke depan. Sekarang lebih baik mengembangkan pasar data,” katanya.

Sebelumnya beredar kabar Smart dan Bakrie Telecom adalah operator yang tertarik untuk mengakuisisi Mobile-8.

Sumber Koran Jakarta mengatakan, Mobile-8 yang dalam kondisi kritis keuangannya harus diselamatkan dengan batas waktu Juni depan.”Batasnya Juni. Jika tidak ada kata sepakat dengan pihak luar, operator itu akan kewalahan menutup biaya operasinya,” katanya.

Menurut sumber tersebut, alotnya pembelian Mobile-8 dengan peminatnya karena transparansi masalah hutang perusahaan itu belum berjalan. “Mobile-8 terbelit hutang diantaranya dengan vendor ZTE dan MNC grup. Angkanya ratusan miliar rupiah,” katanya.

Pada kesempatan sama, Head Of Marketing Smart Telecom Ruby Hermanto mengungkapkan, untuk mengembangkan pasar data Smart menggandeng Microsoft untuk penggunaan Windows Mobile.

“Kami memberikan akun gratis Windows Mobile bagi pengguna Smart,” katanya.

Diungkapkannya, saat ini pengguna jasa data milik Smart sebesar 10 persen dari total dua juta pelanggan. “Ke depan itu telekomunikasi itu ada di jasa data. Smart memiliki keunggulan pada bandwitdh data dan itu kita manfaatkan,” katanya.[Dni]

220509 Lion Investasi US$ 60 Juta untuk Lion Village Facility

lion air pesawatJAKARTA—Maskapai penerbangan swasta Lion Air membenamkan dana sebesar 60 juta dollar AS untuk membangun  Lion Village Facility.

Lion Village Facility adalah kawasan operasional yang menempati lahan seluas dua hektar dengan menyediakan berbagai fasilitas pendukung operasi penerbangan dan perawatan pesawat beserta komponennya.

Fasilitas ini  dilengkapi teknologi sistem informasi yang memadai seperti sistem Trax yaitu system yang mengintegrasikan pelaksanaan pesawat di bandara atau hanggar dengan gudang suku cadang secara online.

Selain itu juga terdapat Sistem Geneva yakni sistem operasional penerbangan yang memadukan dan mengatur jadwal penerbangan, jadwal awak pesawat dan catatan catatan operasional penerbangan.

Direktur Utama Lion Air  Rusdi Kirana mengungkapkan, sebanyak 12 juta dollar AS dari total investasi dibelikan untuk  untuk simulator, sedangkan  45 juta dollar AS guna menyetok   suku cadang pesawat.

“Sisanya untuk operasional dan gedung Lion Village Facility,” ujarnya di Jakarta , Rabu (20/5).

Diharapkannya, adanya fasilitas tersebut juga akan digunakan oleh maskapai domestik lainnya untuk memperbaiki pesawat agar bisa  menghemat devisa negara. “Selain itu kami juga ingin mencetak penerbang tangguh karena ada   sarana pendidikan berupa simulator untuk simulator pesawat Boeing 737-900ER di sini,” katanya.

Garuda

Pada kesempatan lain, Garuda Indonesia mulai bulan depan berencana kembali membuka beberapa rute baru untuk tujuan domestik atau luar negeri.

Rute domestik yang akan dibuka adalah  Pangkalpinang-Jakarta. Sedangkan untuk rute internasional diantaranya Jakarta-Dammam (Arab Saudi), Jakarta-Sydney dan Jakarta-Melbourne ( Australia ).

“Dibukanya kembali rute internasional untuk mengantisipasi kembali naiknya permintaan akibat bisnis internasional mulai bergairah kembali,” ujar  Vice President Corporate Secretary Garuda, Pujobroto, di Jakarta, belum lama ini.

    .
    Dikatakannya,  rute Jakarta ke Sydney dibuka untuk  mengantisipasi  mobilisasi pebisnis dari Australia yang melakukan kegiatan di Jakarta .  Guna melayani rute ke Australia tersebut, Garuda menyediakan pesawat berbadan lebar Boeing 747-400 dengan frekuensi tiga kali penerbangan per pekan.
    Sementara untuk rute Jakarta-Dammam, pesawat yang akan dioperasikan  Boeing 747©400. Penerbangan untuk rute ini tidak langsung karena pesawat  akan  melalui  Ryadh.

    Selanjutnya dikatakan,   Garuda juga berencana akan menutup   rute Jogjakarta-Singapura. Rute yang baru dibuka kembali pada akhir 2008 lalu
    tersebut ditutup dengan alasan minimnya penumpang. Penutupan rute
    ini dilakukan per 15 Mei lalu.
    “Tadinya diharapkan ini rute alternatif, tetapi sepi peminat. Karena itu sebaiknya ditutup,” katanya.

    220509 USO Resmi Diimplementasikan

    logo-telkomselJAKARTA— PT Telkomsel resmi mengerjakan proyek Universal Service Obligation (USO) pada Kamis (20/5) setelah kelur menjadi pemenang pada awal tahun lalu.

    Empat  titik desa terpencil yakni Desa Sekatak di Nunukan Kalimantan Timur (perbatasan Malaysia), Desa Adaud di Saumlaki Ambon (Perbatasan perairan dengan Australia), Desa Ubrub di Papua (perbatasan Papua Nuigini), dan Desa Ranupani di Lumajang Jawa Timur (kaki Gunung Semeru), dipilih oleh pemimpin pasar seluler tersebut untuk melakukan test call pertama dari program USO itu.

    “Kami menargetkan pada akhir tahun ini sebanyak  24.056 desa yang menjadi tanggungjawab Telkomsel untuk dibuka akses telekomunikasinya berhasil direalisasikan,” ujar Direktur Utama Telkomsel Sarwoto Atmosutarno melalui keterangan tertulisnya yang diterima kemarin.

    Berdasarkan catatan, Telkomsel menganggarkan dana  sebesar 600 miliar rupiah atau empat persen dari belanja modal tahun ini yang mencapai 15 triliun rupiah untuk pembangunan di tahun pertama.
    Sedangkan untuk pengoperasian selama lima tahun dibutuhkan dana sebesar 2,5 triliun rupiah. triliun

    Dikatakan Sarwoto,  hingga saat ini telah terpasang instalasi telekomunikasi di sekitar 200 titik desa dan diharapkan hingga Juni nanti bisa mencapai  2.400 desa.

    Sarwoto mengungkapkan, melihat kondisi geografis dari beberapa wilayah USO, maka dibutuhkan pengadaan VSAT sebanyak   6000 perangkat penerima sinyal satelit VSAT berbasis IP. “Kontur geografisnya tidak mungkin ditembus dengan membangun BTS biasa. Karena itu harus diterobos dengan satelit,” ujarnya.

    Saat ini Telkomsel sudah menunjuk  enam perusahaan untuk menyediakan perangkat tersebut. Keenam  vendor itu  adalah AJN Solusindo, Tangara Mitrakom, Patrakom, Telkom Divisi Enterprise, Konsorsium Aprotech, dan Transnetwork Asia. Masing-masing akan menyediakan 1000 unit VSAT selama empat bulan hingga September 2009.

    “Pengadaan perangkat VSAT menyerap 30 persen  dari total alokasi biaya produksi,”nya.