110509 Rute Denpasar-Darwin: Tim Teknis Dibentuk

JAKARTA—Pemerintah negara bagian Northern Territory (NT) Australia semakin menunjukkan keseriusannya untuk mempertahankan dibukanya rute Denpasar-Darwin oleh maskapai nasional, Garuda Indonesia .

Hal itu ditunjukkan dengan dibentuknya tim teknis yang terdiri dari kementerian Negara BUMN bersama negara bagian Northern Territory (NT) untuk membuka kembali rute penerbangan Garuda Indonesia rute Denpasar-Darwin yang ditutup Garuda pada 22 April lalu.

“Telah dibentuk tim teknis yang akan membicarakan berbagai keputusan terkait pembukaan rute tersebut,” ungkap  Menteri Negara BUMN, Sofyan Djalil, di Jakarta, akhir pekan lalu.

Sofyan mengungkapkan,  pemerintah NT sendiri bersama dengan Dubes Australia untuk Indonesia Bill Farmer sudah datang ke Kementerian BUMN untuk menindaklanjuti upaya pembukaan rute tersebut.

“Pembicaraannya tak jauh bagaimana mengajak  Garuda terbang lagi ke sana ( Darwin ). Salah satunya adalah  pihak Australia memberikan penawaran-penawaran seperti upaya pemasaran bersama oleh kedua pihak,” ujarnya.

Sofyan mengatakan, Indonesia memahami keinginan dari pemerintah NT, namun BUMN penerbangan tersebut sendiri juga mendapatkan  kesulitan jika mempertahankan rute tersebut terutama soal rendahnya tingkat isian.

  1. Selain itu   Garuda juga kekurangan pesawat dan pilot. Jadi banyak faktor-faktornya,” ujarnya.

Sebelumnya, Direktur Utama Garuda Indonesia Emirsyah Satar menegaskan, manajemen meminta   meminta jaminan ke pemerintah NT  akan kepastian dari tingkat isian (load factor) jika kembali membuka rute Jakarta-Darwin.
“Jika memang pemerintah setempat bisa memberikan jaminan akan ada load factor yang tinggi tentunya Garuda tidak akan keberatan untuk membuka rute yang baru ditutup belum lama ini,” ujarnya

Dikatakannya, alasan dari Garuda menutup rute yang telah dilayani sejak 1980 tersebut karena selama ini selalu mengalami kerugian. Hal ini karena dari total 200 ribu jiwa penduduk di wilayah tersebut hanya setengahnya yang suka berpergian.
Apalagi banyak penerbangan internasional yang telah menutup rute tersebut seperti Silk Air dan Royal Brunei. Bahkan Australia hanya menggunakan maskapai low cost carrier, Jet Star, untuk melayani rute tersebut.
“Terus terang daripada rugi terus lebih baik ditutup. Ini justru membantu Garuda mengoptimalkan armada ke rute lainnya. Hal ini karena Garuda kekurangan armada,” katanya.

Dikatakannya, selama ini Garuda mengalami masalah dengan minimnya frekuensi rute internasional. “Jika hanya sekali sehari itu tidak menguntungkan. Karena itu yang tidak menguntungkan ditutup untuk dialihkan ke rute internasional yang gemuk seperti Malaysia ,” katanya.[dni]

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s