050509 Regulator Telekomunikasi Sebaiknya Tidak Satu Atap

telepon-teleponJAKARTA—Guna menghilangkan biaya siluman bagi operator telekomunikasi, sebaiknya lembaga negara yang mengurus industri tersebut tidak berada di bawah satu atap yakni Ditjen Postel.

“Biaya-biaya  siluman alias pungli itu ada dimana-mana, baik   di pusat atau  daerah. Pungli selama ini tidak pernah dimasukkan dalam struktur biaya, makanya  tarif telekomunikasi masih tinggi,” ujar pegiat telematika dari lembaga Thinking Out Of The Box Eddy Setiawan kepada Koran Jakarta, Senin (3/5).

Dikatakannya, berada di bawah satu atapnya lembaga telekomunikasi membuat  sangat rentan dengan permainan kekuasaan dan tidak ada mekanisme  check and balance.

Ketua Bidang Kajian Teknologi Masyarakat Telematika Indonesia Taufik Hasan mengatakan,   lembaga yang mengurus frekuensi  terutama yang menyangkut sistem dengan teknologi yang terus berkembang, sebaiknya bersifat nasional. Hal ini berlaku sama dengan di luar negeri.

Konsultan Dirjen Postel Bidang Regulasi Koesmarihati Koesnowarso menjelaskan, untuk   lembaga yang mengurus  frekuensi  sudah diputuskan dalam satu atap, termasuk untuk penyiaran ditetapkan dalam satu forum yakni Komisi Penyiaran Iindonesia, SKDI, dan  Postel.[dni]

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s