040509 Regulator Dukung Kemandirian Citilink

JAKARTA—Regulator penerbangan mendukung rencana Garuda Indonesia untuk memandirikan unit usaha Citilink menjadi anak usaha dalam bentuk perusahaan.

“Langkah itu wajar dilakukan Garuda untuk memperluas jaringan dan menggapai pasar yang berbeda secara terintegrasi dan sinergi. Kita mendukung sebagai bentuk berkibarnya maskapai lokal di dalam negeri,” kata Direktur Angkutan Udara Departemen Perhubungan Tri S Sunoko kepada Koran Jakarta , Minggu (3/5).

Dikatakannya, langkah membuat anak usaha seperti yang dilakukan Garuda sudah banyak dilakukan maskapai asing seperti Qantas dengan Jetstar, Malaysian Airline yang membentuk Firefly, atau Singapore Airline melalui Silk Air. Pemain lokal pun ada yang melakukan hal sama seperti Lion Air dengan Wings Air.

“Pasar LCC juga diramaikan oleh pemain asing. Adanya Citilink semoga bisa membuat maskapai lokal mampu bersaing. Kami akan seceptanya mengurus perizinan dari perusahaan baru ini,” katanya.

Untuk diketahui, belum lama ini  Departemen Hukum dan HAM (Dephukham) telah
memberikan surat izin bagi anak usaha  Garuda Indonesia , Citilink,   menjadi badan hukum yang mandiri dengan nama  PT Citilink Indonesia .

Seiring menjadi badan hukum mandiri, Citilink mendapatkan modal awal dari Garuda sebanyak 70 miliar rupiah  pada awal tahun ini. selain itu  Garuda juga akan menghibahkan sebanyak lima unit pesawat Boeing 737-300 tahun ini. Armada tersebut akan didatangkan mulai Juni mendatang.

Rencananya  ekspansi Citilink akan dimulai  setelah mendapatkan  Surat Izin Usaha Penerbangan (SIUP) dan Air Operator Certificate (AOC) . Saat ini Citilink telah menerbagi lima rute yakni Jakarta- Surabaya, Surabaya-Banjarmasin, Surabaya-Balikpapan, Surabaya-Batam, dan Surabaya-Makassar.

Secara terpisah, Sekjen Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Danang Parikesit mengatakan, Citilink Indonesia bisa menjadi pesaing ketat Indonesia Air Asia dengan catatan tidak hanya bermain di tarif tiket.

“LCC itu bukan hanya sekadar harga murah. Pesawatnya harus baru dan aspek keselamatan dijaga. Jika ini dilakukan Citilink, akan mampu membuka pasar baru dan mendorong industri penerbangan keluar dari krisis,” katanya.

Dia berharap, nasib dari Citilink tidak berakhir seperti kerjasama Garuda dengan Merpati Nusantara ketika dipaksa bekerjasama menggarap pasar domestik. “Dulu budaya perusahaan keduanya berbeda. Citilink sudah mewarisi budaya Garuda. Saya harap semangat itu di bawa ke pasar LCC,” katanya.[dni]

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s