040509 Laba BTEL Anjlok 79 %

JAKARTA—PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL) pada kuartal pertama 2009 membukukan laba bersih sebesar 5,7 miliar rupiah atau anjlok sekitar 79 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu dengan raihan  27,4 miliar rupiah.

Presiden Direktur Bakrie Telecom Anindya N Bakrie mengungkapkan, anjloknya laba perseroan akibat  rugi kurs sebesar 14,2 miliar rupiah  di kuartal pertama tahun ini dibanding laba kurs sebesar  25,9 miliar rupiah di kuartal pertama tahun lalu.

“Melemahnya nilai tukar Rupiah terhadap Dollar Amerika memukul perseroan. Hal ini karena  belanja modal BTEL dalam US Dollar, mesikupun  untuk hutang sebesar 145 juta dollar AS dalam mata uang asing  telah dilakukan  lindung nilai (hedging),” ujarnya di Jakarta, Minggu (3/5).

Berkaitan dengan kinerja keuangan selain perolehan laba bersih, Anindya mengungkapkan, masih dalam target yang ditetapkan oleh perseroan.

Pendapatan kotor perusahaan tercatat naik sebesar 38% dari Rp 591,6 miliar di kuartal pertama 2008 menjadi Rp 816,1 miliar di kuartal pertama 2009.

Tercatat, pendapatan bersih perusahaan   tumbuh sebesar 49 persen dari  441,8 miliar rupiah di kuartal pertama 2008 menjadi 658,2 miliar di periode yang sama 2009.

Sedangkan laba usaha meningkat 36,5 persen  menjadi  73 miliar rupiah di kuartal pertama 2009 dari  53,5 miliar rupiah di periode sama  tahun lalu. Lonjakan cukup tajam juga terlihat pada catatan Earnings Before Interest, Tax, Depreciation & Amortizatio (EBITDA) dimana mencatat pertumbuhan sebesar 59,7 persen secara  year on year.

Pada kuartal pertama 2008, EBITDA BTEL tercatat senilai  147,5 miliar rupiah, sedangkan periode yang sama  2009 meningkat menjadi  235,6 miliar rupiah.

“Hal ini menunjukkan bahwa Bakrie Telecom secara fundamental operasional tumbuh sesuai dengan yang diharapkan,” ujar Anindya

Direktur Keuangan Bakrie Telecom Jastiro Abi menegaskan, meskipun nilai tukar sedang berfluktuatif, manajemen belum berencana untuk mencari sumber pendanaan dari dalam negeri. “Kami masih berpatokan seperti dulu. Jika pun ada alternatif melalui vendor financing. Tetapi itu tetap saja dalam dollar AS,” katanya.

Selanjutnya Anindya menegaskan,  meskipun krisis ekonomi mengadang, perusahaannya masih tetap fokus untuk mencapai target pertumbuhan   sebagaimana telah ditetapkan sebelumnya. Untuk jumlah pelanggan, BTEL telah mentargetkan tumbuh menjadi 10,5 juta pelanggan di tahun 2009 dan 14 juta pelanggan di tahun 2010.

Sedangkan per Maret 2009 Jumlah pelanggan BTEL  tercatat sebesar 8 juta pelanggan, sedangkan di akhir  2008, pelanggan Bakrie Telecom adalah 7,3 juta pelanggan. Jumlah ini mengalami pertumbuhan 78,8 persen dibanding periode yang sama tahun lalu dimana jumlah pelanggannya tercatat sebesar 4,5 juta pelanggan.

Selain itu BTEL juga akan terus mengembangkan daerah layanannya. Setelah kota-kota besar seperti Menado, Balikpapan dan Pontianak, pada kuartal pertama 2009, jangkauan akan  terusdikembangkan  ke kota-kota besar dan kecil seperti Jambi, Pematang Siantar dan Cilacap.

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s